Desainer memperkenalkan pakaian dari merek “sabumekko”, yang terbuat dari bendera perayaan nelayan tradisional dan koinobori.

“Merayakan Hasil Tangkapan yang Melimpah.” Gaun berwarna merah, biru, dan kuning yang cerah itu hidup berkat keahlian para pengrajin pewarna, yang sebelumnya telah menjadi bagian dari bendera perayaan nelayan yang telah ditempa angin laut di atas kapal.

Memberikan kehidupan baru pada bendera perayaan nelayan bekas adalah misi merek asal Sapporo “sabumekko”, yang menjual pakaian dan tas. Barang-barang tersebut dibuat secara handmade oleh desainernya (58)….

sabumekko

“Sabumekko” merujuk pada boneka kayu tradisional Jepang dari wilayah Tohoku, sering dikaitkan dengan Prefektur Aomori. Secara historis, boneka ini dipahat oleh nelayan selama bulan-bulan musim dingin sebagai jimat pelindung untuk pelayaran yang aman dan hasil tangkapan yang melimpah. Saat ini, boneka ini diakui sebagai kerajinan rakyat lokal yang melambangkan keberuntungan dan kadang diberikan sebagai hadiah untuk membawa keberuntungan dan perlindungan.

bendera perayaan nelayan

“Bendera perayaan nelayan”, yang dikenal sebagai **koinobori** di Jepang, adalah kantong angin berbentuk ikan mas tradisional yang dikibarkan setiap tahun selama Hari Anak (5 Mei) untuk merayakan kesehatan dan kesuksesan anak-anak. Sejarahnya berasal dari periode Edo (1603-1868), berawal dari keluarga samurai yang memajang bendera perang dan kemudian berkembang menjadi simbol kekuatan dan ketekunan seperti ikan mas yang berenang melawan arus. Saat ini, koinobori adalah tradisi nasional yang penuh warna, di mana setiap ikan mas sering mewakili anggota keluarga.

koinobori

Koinobori adalah dekorasi berbentuk kantong angin berwarna-warni yang secara tradisional dikibarkan di luar ruangan untuk merayakan **Hari Anak (Kodomo no Hi)** pada tanggal 5 Mei. Sejarahnya berasal dari periode Edo (1603-1868), berawal dari tradisi samurai mengibarkan bendera dan spanduk untuk menghormati anak laki-laki dan mendoakan kekuatan serta kesuksesan mereka, terinspirasi oleh legenda Tiongkok tentang ikan mas yang berenang melawan arus untuk menjadi naga. Saat ini, koinobori melambangkan harapan agar semua anak tumbuh sehat, tekun, dan mampu mengatasi rintangan hidup.

Sapporo

Sapporo adalah ibu kota Prefektur Hokkaido, Jepang, yang secara resmi didirikan pada tahun 1868 selama era Meiji sebagai bagian dari pengembangan terencana perbatasan utara Jepang. Kota ini kini terkenal secara internasional karena menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 1972 dan Festival Salju Sapporo tahunan, yang dimulai pada tahun 1950. Tata kota modern Sapporo yang berbentuk grid dan sejarah pembuatan birnya, yang dimulai dengan Sapporo Brewery pada tahun 1876, mencerminkan pendiriannya yang terencana dan pengaruh Barat.