Ratusan sepeda motor hangus terbakar, pilar Jembatan Vinh Tuy diselimuti asap hitam, beberapa bagian beton mengelupas

Terkait kebakaran di tempat parkir bawah Jembatan Vinh Tuy pada 30 Agustus, Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta menyatakan api menyebabkan beton pelindung di bagian bawah gelagar bentang N1 retak dan mengelupas, sehingga tulangan sengkang dan beberapa tulangan memanjang terbuka.

Jembatan Vinh Tuy - Gambar 1.

Pada 1 September, Dinas PU DKI Jakarta mengeluarkan siaran pers terkait kebakaran di tempat parkir bawah jembatan pada 30 Agustus.

Disebutkan, pada sore hari 30 Agustus, kebakaran terjadi di bawah jembatan di Ramp CV1C, arah dari Vinh Tuy menuju tanggul Nguyen Khoai, dari pilar T4 hingga abutmen M1 (di tepi selatan Sungai Merah).

Lokasi ini dikelola dan dioperasikan oleh perusahaan yang ditunjuk pemprov untuk menyediakan jasa parkir kendaraan.

Menurut Dinas PU, setelah api padam, dinas menginstruksikan unit teknis terkait dan mengundang pakar jembatan terkemuka, ilmuwan, serta unit konsultan pengawas untuk langsung memeriksa dan menilai struktur proyek di lokasi.

Berdasarkan pemeriksaan, dinas memastikan bahwa beton pelindung di bagian bawah gelagar bentang N1 retak dan mengelupas, sehingga tulangan sengkang dan beberapa tulangan memanjang terbuka. Selongsong pelindung untuk strand baja prategang tidak terbuka dan tidak terdeteksi kerusakan.

Selain itu, beton pelindung di bagian bawah gelagar bentang N2 retak dan mengelupas, sebagian tulangan sengkang terbuka. Tulangan memanjang dan selongsong pelindung untuk strand baja prategang tidak terbuka dan tidak terdeteksi kerusakan.

Kebakaran juga menyebabkan beton pelindung mengelupas, dan di beberapa titik lokal pada pilar T2, tulangannya terbuka.

Untuk abutmen M1 dan bantalan (bearing) di atasnya, saat ini tidak ada tanda-tanda kerusakan akibat panas.

Lebih lanjut, kebakaran menyebabkan korsleting pada panel penerangan T2A, sehingga 54 tiang lampu di Jembatan Vinh Tuy arah dari Long Bien menuju pusat kota padam.

Dinas PU menyatakan bahwa hasil pengukuran pada pukul 16.30 tanggal 30 Agustus, 06.30 tanggal 31 Agustus, dan 15.00 tanggal 31 Agustus tidak mendeteksi perkembangan abnormal terkait pergeseran dan deformasi struktur keseluruhan pascakebakaran.

“Unit konsultan pengawas melakukan pengujian pada ramp jembatan dengan skema pembebanan sekitar 50% dari beban rencana (setara dengan kendaraan di bawah 18 ton melintas) untuk mengukur lendutan akibat beban statis; regangan pada gelagar akibat beban.

Disimpulkan bahwa struktur dan material (beton, baja prategang) gelagar bekerja dalam batas elastis,” demikian informasi Dinas PU.

Terkait solusi untuk menjamin keselamatan lalu lintas dan keamanan struktur Jembatan Vinh Tuy, dinas menyatakan bahwa untuk jangka pendek, organisasi lalu lintas di Ramp CV1C akan disesuaikan, beroperasi dengan beban <18 ton (setara 50% beban rencana), dan kondisi ramp ini akan terus dipantau.

Selain itu, untuk menentukan secara rinci tingkat kerusakan dan daya dukung struktur terhadap beban rencana proyek HL93, Dinas PU menyatakan akan terus melakukan pemeriksaan pada komponen jembatan yang rusak. Hal ini menjadi dasar untuk mengusulkan solusi renovasi dan perbaikan guna memastikan kapasitas operasional proyek sesuai parameter desain awal.

Dinas PU DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan unit konsultan dan unit pengelola jalan untuk mengkaji dan segera memiliki penilaian dampak terhadap struktur dan keamanan Jembatan Vinh Tuy pascakebakaran.

Jembatan Vinh Tuy

Jembatan Vinh Tuy adalah penyeberangan utama di atas Sungai Merah di Hanoi, Vietnam, pertama kali selesai dibangun pada 2010 untuk meredakan kemacetan lalu lintas. Jembatan ini kemudian diperluas dengan bentang kedua yang sejajar dan dibuka pada 2023, melipatgandakan kapasitasnya serta menjadi simbol perkembangan infrastruktur modern kota yang pesat.

Tanggul Nguyen Khoai

Tanggul Nguyen Khoai adalah sistem tanggul pengendali banjir bersejarah di Delta Sungai Merah, Vietnam utara. Dibangun pada abad ke-17 di bawah dinasti Lê untuk melindungi lahan pertanian subur dan desa-desa dari banjir sungai yang sering terjadi. Tanggul ini tetap menjadi pencapaian teknik hidraulik yang signifikan dan simbol ketahanan wilayah tersebut terhadap tantangan alam.

Sungai Merah (Vietnam)

Sungai Merah (Hong Ha) adalah sungai utama di Vietnam Utara, yang bermula dari Tiongkok dan mengalir melalui ibu kota Hanoi sebelum bermuara di Teluk Tonkin. Sungai ini memainkan peran vital dalam sejarah, budaya, dan pertanian Vietnam, menjadi tulang punggung peradaban awal dan mendukung sawah basah yang luas. Namanya berasal dari endapan laterit berwarna kemerahan yang dibawanya.

Long Bien

Long Bien adalah jembatan bersejarah di Hanoi, Vietnam, dibangun oleh pemerintahan kolonial Prancis antara 1899 dan 1902. Jembatan ini menjadi penghubung transportasi strategis yang vital selama Perang Vietnam dan, meski dibom berat, tetap menjadi simbol ketahanan kota yang kuat. Saat ini, jembatan ini menjadi tempat populer bagi pejalan kaki dan kehidupan lokal, menawarkan pemandangan ikonis Sungai Merah.