Hanya dalam beberapa bulan, pemegang saham asing menarik diri, dan pimpinan kunci mengundurkan diri.
Halong Canned Food baru beberapa bulan punya ketua dewan baru
Sampai saat ini, belum ada informasi resmi lebih lanjut yang diperbarui. Namun, insiden terkait PT Halong Canned Food pada periode ini memunculkan banyak tanda tanya di kalangan publik. Secara spesifik, menurut pengumuman perusahaan, temuan daging babi berpenyakit di gudang perusahaan terjadi pada September 2025, tetapi baru ramai diberitakan sekarang.
Halong Canned Food juga mencatat gejolak kuat dalam struktur kepemilikan dan kepemimpinan hanya beberapa bulan setelah insiden itu ditemukan.
Secara rinci, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar April 2025, posisi anggota dewan untuk Bapak Kek Chin Ann, Bapak Wilson Cheah Hui Pin, dan Bapak Bui Quoc Hung diberhentikan. Bersamaan, rapat memberhentikan posisi anggota dewan pengawas untuk Ibu Tran Thi Minh Man dan Ibu Nguyen Thi Huong Giang.
Segera setelahnya, tim baru personel senior dikonsolidasikan. Anggota dewan baru meliputi Bapak Nguyen Anh Tuan, Ibu Ngo Ha Chi, dan Bapak Nguyen Tuan Diep. Dua anggota dewan pengawas adalah: Bapak Nguyen Duc Hanh dan Bapak Nguyen Viet Hoang.
Bapak Nguyen Anh Tuan ditunjuk sebagai Ketua Dewan Direksi Halong Canned Food.
Selanjutnya, perusahaan menyelesaikan prosedur perubahan akta pendirian terkait pergantian penanggung jawab hukum, yang kini dipegang oleh Bapak Tuan.
Pemegang saham dalam dan luar negeri berlomba tarik modal
Tepat sebelum rapat, pada Maret 2025, sejumlah pemegang saham besar asing bersama banyak individu juga secara serentak melepas seluruh saham yang mereka pegang di perusahaan.
Secara detail, pemegang saham institusi Landial Pte. Ltd menjual seluruh 732.400 saham CAN, setara 14,65% modal dasar, pada sesi perdagangan 3 Maret 2025, sehingga resmi keluar dari daftar pemegang saham utama PT Halong Canned Food. Pada saat bersamaan, Bapak Low Say Pun juga melepas seluruh 384.500 saham yang dipegangnya.
Gelombang penarikan modal juga menjalar ke kelompok pemegang saham internal. Bapak Wilson Cheah Hui Pin — yang saat itu masih menjadi anggota dewan — menjual seluruh 119.300 saham CAN. Istrinya, Ibu Le Minh Ha, juga mengambil langkah serupa dengan melepas seluruh 274.190 saham.
Selain itu, pemegang saham individu besar lain, Bapak Pham Huu Quy Lam, juga menjual seluruh 438.120 saham.
Totalnya, sekitar 1,95 juta saham CAN berpindah tangan dalam waktu singkat, setara dengan kurang lebih 39% modal dasar Halong Canned Food.
Tapi gejolak tak berhenti. Pertengahan Juli 2025, Ibu Bui Thi Huong mengajukan pengunduran diri dari posisi Kepala Akuntan. Selanjutnya, Bapak Nguyen Huu Duc ditunjuk perusahaan untuk menangani akuntansi mulai Agustus 2025.
Berdasarkan laporan manajemen enam bulan pertama 2025, Bapak Nguyen Anh Tuan — Ketua Halong Canned Food — dan kerabatnya tidak memegang saham apa pun. Demikian pula, Bapak Nguyen Thanh Trung — Wakil Ketua perusahaan — juga tidak memiliki saham CAN.
Sementara itu, Perusahaan Perikanan Nasional Vietnam (Seaprodex – SEA) saat ini menjadi pemegang saham terbesar, menguasai 27,75% modal dasar Halong Canned Food. Pemegang saham lain menyetor lebih dari 36,1 miliar VND, setara 72,25%.
Pernah jadi brand kuat Top 50
Seperti diberitakan, Kepolisian Kota Hai Phong baru-baru ini menyita lebih dari 130 ton daging babi terjangkit demam babi Afrika di Perusahaan Joint Stock tersebut.
Informasi ini cepat menarik perhatian dan menghebohkan opini publik, mengingat Halong Canned Food adalah merek berskala besar dengan produk yang banyak dikonsumsi di pasar.
Perusahaan ini saat ini merupakan mitra banyak jaringan ritel besar seperti GO!, Saigon Co.op, MM Mega Market,