Pertunjukan cerita bergambar kamishibai, yang sangat diinginkan untuk dibuat oleh Michiyasu Fujisaki, mantan sekretaris jenderal Dewan Nasional Penghuni Sanatorium Penyakit Hansen yang meninggal pada September 2023 di usia 80 tahun, akhirnya telah selesai. Presentasi diadakan pada tanggal 14, bertepatan dengan peringatan kematiannya. Kamishibai ini menggambarkan realita pasien yang menikah di dalam sanatorium dan dipaksa menjalani operasi sterilisasi serta aborsi untuk mencegah mereka memiliki keturunan, yang diungkapkan melalui gambar-gambar lembut dan kata-kata puitis.

Judul kamishibai ini adalah “Cerita Hidupku”. Tokoh utamanya adalah seorang bayi yang kelahirannya tidak diizinkan karena Undang-Undang Pencegahan Kusta dan Undang-Undang Perlindungan Eugenika, yang dicabut pada 1996. Bayi itu mengucapkan kalimat seperti: “Andai aku lahir, aku ingin ibuku memelukku erat,” dan “Kami yang tidak diizinkan lahir berdoa untuk dunia tanpa kesedihan seperti ini lagi.”

Gambar untuk kamishibai ini digambar oleh seniman yang berinteraksi dengan penghuni sanatorium dengan nama kelompok “Petro and Joseph”. Dari karya mereka, terpilih 34 gambar yang kemudian disusun, dan naskahnya pun ditulis.

Fujisaki telah lama terlibat dalam kegiatan seperti kuliah untuk menghilangkan prasangka dan diskriminasi terhadap penyakit Hansen dan berharap dapat membuat kamishibai untuk digunakan dalam kegiatan penyadaran. Michiko Fujisaki (74), yang menikah dengan Fujisaki pada 2017, meneruskan keinginannya dan meminta produksi kamishibai ini. Michiko menjalankan kantin di dalam kawasan sanatorium dan telah memiliki interaksi dengan para pencipta karya.

Kamishibai ini selesai pada musim semi tahun ini. Dalam presentasinya, Michiko, yang bertugas membacakan, berharap: “Saya berharap dengan sebanyak mungkin orang menyaksikan kamishibai ini, mereka akan memikirkan masyarakat yang menghormati hak asasi manusia dan di mana semua orang dapat hidup dengan mudah.”

kamishibai

Kamishibai adalah bentuk tradisional bercerita jalanan dari Jepang yang menggunakan papan bergambar yang ditampilkan dalam panggung kayu kecil. Seni ini berkembang pesat pada tahun 1920-an hingga 1950-an, khususnya di era pasca-perang, di mana pemainnya berkeliling dengan sepeda untuk menghibur anak-anak dan menjual permen. Bentuk seni ini dianggap sebagai cikal bakal anime dan manga modern.

Dewan Nasional Penghuni Sanatorium Penyakit Hansen

Dewan Nasional Penghuni Sanatorium Penyakit Hansen adalah organisasi Jepang yang mewakili penyintas kebijakan isolasi wajib oleh pemerintah bagi penderita kusta (penyakit Hansen). Organisasi ini dibentuk untuk memperjuangkan hak dan martabat mantan pasien yang menderita diskriminasi parah dan sterilisasi paksa selama beberapa dekade. Aktivisme dewan ini berperan penting dalam mencapai putusan pengadilan bersejarah tahun 2001 yang menyatakan kebijakan pemerintah inkonstitusional dan mengarah pada permintaan maaf dan kompensasi resmi.

Undang-Undang Pencegahan Kusta

Undang-Undang Pencegahan Kusta adalah undang-undang Jepang tahun 1907 yang mewajibkan segregasi paksa individu penderita kusta di sanatorium. Undang-undang ini didasari keyakinan keliru bahwa penyakit tersebut sangat menular dan tetap berlaku hingga dicabut pada 1996. Kebijakan ini menyebabkan stigma sosial dan pelanggaran HAM yang mendalam terhadap pasien, yang akhirnya mengarah pada permintaan maaf dan kompensasi pemerintah bagi para penyintas.

Undang-Undang Perlindungan Eugenika

Undang-Undang Perlindungan Eugenika adalah undang-undang Jepang tahun 1948 yang melegalkan aborsi dan sterilisasi dalam kondisi tertentu, awalnya untuk mengatasi kekhawatiran ledakan penduduk pasca-perang. Undang-undang ini sangat dipengaruhi prinsip-prinsip eugenika, mengizinkan sterilisasi paksa bagi penyandang disabilitas dan kondisi keturunan hingga dicabut pada 1996. Undang-undang ini kemudian digantikan oleh Undang-Undang Perlindungan Tubuh Ibu, yang menghapus ketentuan eugenikanya.

Petro and Joseph

Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “Petro and Joseph” karena ini bukan merujuk pada tempat atau situs budaya yang diakui secara luas. Untuk membantu Anda, bisakah Anda memberikan lebih banyak konteks atau memperjelas namanya?

Penyakit Hansen

Penyakit Hansen, yang secara historis dikenal sebagai kusta, bukanlah sebuah tempat melainkan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri *Mycobacterium leprae*. Secara historis, penyakit ini menyebabkan pengucilan sosial penderitanya, yang sering diisolasi di koloni terpencil yang dikenal sebagai leprosarium. Pengobatan modern telah menjadikannya kondisi yang dapat disembuhkan, dan upaya terus dilakukan untuk memerangi stigma yang terkait dengan sejarahnya.

Cerita Hidupku

“Cerita Hidupku” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan judul otobiografi terkenal Helen Keller tahun 1903. Buku ini merinci kisah hidupnya yang luar biasa, dari kehilangan penglihatan dan pendengarannya saat balita hingga pendidikannya bersama guru Anne Sullivan dan kelulusannya dari Radcliffe College. Buku ini merupakan karya budaya yang signifikan yang memberikan kesaksian langsung yang kuat tentang mengatasi disabilitas yang mendalam.