Survei Potret Daerah Kota Bandung menunjukkan masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung dan kepemimpinannya setelah satu tahun menjabat.

Survei yang dilakukan pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026 dengan 400 responden melalui wawancara tatap muka ini mengukur berbagai aspek, mulai dari persepsi kepemimpinan, evaluasi kinerja pemerintah daerah, hingga kepuasan terhadap layanan publik.

Hasilnya menunjukkan tingkat optimisme masyarakat terhadap arah pembangunan Kota Bandung mencapai 81,4 persen, sementara 65,9 persen responden menyatakan puas dengan kinerja wali kota.

Disampaikan bahwa Survei Persepsi Publik yang dilakukan sebagai evaluasi tahun pertama pemerintahan Kota Bandung ini telah menunjukkan upaya konsolidasi dan penguatan arah pembangunan di Kota Bandung.

“Meskipun dengan beberapa catatan di sektor ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang masih dinilai belum optimal, hasil ini menunjukkan apresiasi nyata masyarakat terhadap kerja konkret yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Penilaian positif masyarakat juga tercermin pada kinerja pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandung. Survei mencatat tingkat kepuasan yang tinggi terhadap beberapa layanan kunci, termasuk sektor kesehatan sebesar 85,9 persen, administrasi kependudukan sebesar 84,3 persen, dan sektor pendidikan sebesar 83,8 persen.

Selanjutnya, sektor infrastruktur kota memperoleh tingkat kepuasan sebesar 80,8 persen, dan transportasi 77,9 persen, yang menunjukkan bahwa sebagian besar layanan publik dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di sisi lain, hasil survei juga memberikan arahan bagi penguatan pemerintah kota ke depan, khususnya dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi dan perbaikan tata kelola pemerintahan.

Di sektor ekonomi, kepuasan publik tercatat sebesar 53,5 persen, yang menunjukkan pentingnya percepatan program terkait penciptaan lapangan kerja, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan pemberdayaan UMKM.

Sejalan dengan itu, aspek tata kelola pemerintahan juga terus menjadi fokus penguatan, terutama dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.

Survei yang sama juga menunjukkan bahwa masyarakat menilai kondisi Kota Bandung dalam setahun terakhir telah membaik, terutama dalam hal inklusivitas sosial dan pembangunan infrastruktur kota.

Mayoritas responden menilai bahwa Kota Bandung menjadi lebih baik dalam hal toleransi, ketertiban umum, dan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat.

Menanggapi hasil survei, Wali Kota Bandung menyampaikan rasa syukur melihat tingkat optimisme masyarakat terhadap arah pembangunan Kota Bandung yang mencapai lebih dari 81 persen.

“Kepercayaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus menghadirkan kerja nyata yang lebih terukur dan berdampak. Survei ini menunjukkan bahwa perbaikan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan, telah dirasakan oleh masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperkuat pemberdayaan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan percepatan pembangunan infrastruktur kota agar lebih baik dan merata, sehingga setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bandung menegaskan akan terus memperkuat berbagai program pembangunan secara berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel.

Kota Bandung

Bandung adalah ibu kota Jawa Barat, Indonesia, yang terkenal sebagai “Paris van Java” karena arsitektur art deco peninggalan kolonialnya dan suasana kreatif yang semarak. Secara historis, kota ini dikenal sebagai kota peristirahatan di pegunungan yang direncanakan oleh Belanda pada abad ke-19 dan menjadi lokasi Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang bersejarah, memperkuat perannya di era pasca-kolonial. Saat ini, Bandung merupakan pusat pendidikan, teknologi, dan budaya utama, terkenal akan universitas-universitasnya, kulinernya, dan iklim dataran tinggi yang sejuk.