Sebanyak 150 pedagang pasar tradisional di Medan mengikuti pelatihan penjualan daring. Pelatihan ini bertujuan membantu pedagang meningkatkan keterampilan agar paham cara berdagang secara online.
Pelatihan yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kota Medan dan PT Gojek Indonesia ini dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Gedung PKK Kota Medan.
Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan pentingnya transformasi digital di dunia perdagangan saat ini. Artinya, kemajuan teknologi tidak terelakkan dan mengubah pola pikir dalam berdagang.
“Kita tidak punya pilihan selain berubah, tidak hanya jualan secara konvensional tapi juga harus jualan online. Kita harus paham pasar kita,” kata Rico Waas.
Dengan kemajuan teknologi ini, Rico Waas menyatakan pedagang dituntut memahami pola perdagangan online. Karena itu, Rico Waas menilai pelatihan ini sangat penting untuk membantu pedagang memahami cara berjualan online agar bisa memasarkan produknya lebih luas.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan pedagang pasar tradisional bisa meningkatkan kemampuan dalam jualan online dan memperluas pasarnya,” tambah Rico Waas.
Namun, Rico Waas mencatat yang tak kalah penting untuk diperhatikan pedagang adalah bagaimana menjaga kualitas produk dan pelabelan produk yang baik. Sebab produk berkualitas itulah yang bisa menjadi tolok ukur dan bertahan ke depannya.
“Penting juga bagaimana kita bisa meyakinkan masyarakat untuk membeli produk kita. Untuk itu, kita perlu mengkurasi produk-produk yang berkualitas,” ujar Rico Waas.
Sementara itu, Kepala Public Policy Government Relations PT Gojek Indonesia menyatakan Gojek berkomitmen meningkatkan potensi Kota Medan, salah satunya lewat digitalisasi pedagang pasar.
“Lewat kerja sama ini, kami berharap bisa membantu pertumbuhan ekonomi di Medan mulai dari sektor terkecil,” ujarnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur PUD Pasar Medan menjelaskan dalam laporannya bahwa peserta pelatihan berjumlah 150 orang dari tiga pasar tradisional di Medan, yakni Pasar Petisah, Pasar Sentral, dan Pasar Pringgan.
“Tujuan pelatihan ini untuk membantu membuka akses pasar yang lebih luas bagi pedagang dengan berjualan online serta meningkatkan kemampuan pedagang dalam berjualan online,” tambahnya.
Pemerintah Kota Medan
Pemerintah Kota Medan adalah badan administratif yang mengelola Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini sendiri didirikan pada abad ke-16 dan berkembang menjadi pusat ekonomi utama pada era kolonial Belanda, terutama karena industri perkebunannya. Saat ini, pemerintah kota beroperasi dari kantornya, mengelola salah satu wilayah metropolitan terbesar dan paling beragam budayanya di Indonesia.
PT Gojek Indonesia
PT Gojek Indonesia adalah perusahaan teknologi dan platform digital perintis asal Indonesia, didirikan pada 2010, yang awalnya berawal dari pusat panggilan untuk layanan transportasi ojek. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi super-app, menawarkan beragam layanan on-demand termasuk pembayaran, pengiriman makanan, dan belanja, yang berdampak besar pada kehidupan sehari-hari dan ekonomi digital Asia Tenggara.
Gedung PKK Kota Medan
Gedung PKK Kota Medan adalah fasilitas pemerintah di Medan, Indonesia, yang berfungsi sebagai markas cabang lokal PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), organisasi perempuan nasional yang berfokus pada kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan masyarakat. Secara historis, gedung ini menjadi pusat koordinasi program-program terkait kesehatan, pendidikan, dan inisiatif ekonomi untuk keluarga sejak organisasi ini didirikan pada tahun 1970-an.
Pasar Petisah
Pasar Petisah adalah pasar tradisional bersejarah yang terletak di Medan, Indonesia, berasal dari era kolonial Belanda. Pasar ini terkenal dengan atmosfernya yang hidup dan beragam barang dagangan, terutama hasil bumi, rempah lokal, serta makanan tradisional Batak dan Melayu. Pasar ini tetap menjadi pusat kehidupan sehari-hari dan perdagangan yang vital, mencerminkan warisan budaya kota yang kaya.
Pasar Sentral
Pasar Sentral adalah pasar umum bersejarah yang biasanya berasal dari abad ke-19 atau awal abad ke-20, berfungsi sebagai pusat utama untuk hasil bumi, daging, dan barang-barang lokal. Banyak pasar semacam ini dibangun selama periode ekspansi urban yang cepat dan dirancang dengan fitur arsitektur megah seperti rangka besi dan jendela kaca besar. Pasar ini tetap menjadi pusat budaya yang hidup yang menampilkan tradisi kuliner dan kerajinan tangan lokal suatu kota.
Pasar Pringgan
Pasar Pringgan adalah pasar tradisional yang terletak di Yogyakarta, Indonesia, dikenal dengan atmosfernya yang hidup dan beragam barang lokal. Secara historis, pasar ini telah menjadi pusat perdagangan bagi masyarakat selama beberapa dekade, menawarkan segala sesuatu mulai dari hasil bumi hingga kerajinan tangan. Pasar ini tetap menjadi destinasi populer baik bagi warga lokal maupun turis yang mencari pengalaman berbelanja budaya yang autentik.