Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan, telah menerapkan perubahan regulasi (deregulasi) untuk melonggarkan proses dan legalisasi impor untuk 482 kode sistem harmonisasi (HS) sebagai respons terhadap dinamika perdagangan global dan perubahan geopolitik.
Deregulasi ini disampaikan dalam acara Sosialisasi dan Klinik Bimbingan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Sumatera Utara bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan.
Acara yang dihadiri puluhan pelaku usaha, khususnya importir dan asosiasi bisnis dari Sumatera Utara, bersama pejabat dari Kementerian Perdagangan Pusat serta Dinas Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral Sumatera Utara, digelar di Hotel JW Marriott Medan.
Disebutkan bahwa deregulasi dilakukan melalui penerbitan sembilan Peraturan Menteri Perdagangan. Kesembilan aturan tersebut terdiri dari Permendag No. 16 Tahun 2025, No. 17 Tahun 2025, No. 18 Tahun 2025, No. 19 Tahun 2025, No. 20 Tahun 2025, No. 21 Tahun 2025, No. 22 Tahun 2025, No. 23 Tahun 2025, dan No. 24 Tahun 2025.
Berlaku efektif mulai 29 Agustus 2025, kesembilan aturan ini melonggarkan proses legitimasi impor untuk 482 kode HS.
Pelonggaran proses legitimasi impor berarti, jika sebelumnya seluruh 482 kode HS memerlukan proses Persetujuan Impor (PI) dan Laporan Surveyor (LS), setelah pelonggaran, proses impor hanya membutuhkan laporan surveyor yang ditunjuk Kementerian Perdagangan.
Pada kesempatan itu, dipaparkan gambaran masing-masing Permendag yang mencakup proses impor, tata cara pelaporan impor, serta sanksi yang akan dikenakan kepada importir yang tidak mematuhi ketentuan yang berlaku.
Diharapkan importir dapat mempelajari dan mematuhi ketentuan baru ini dengan saksama agar terhindar dari sanksi.
Disebutkan, acara digelar untuk membantu importir di Sumatera Utara memahami regulasi terbaru di bidang impor.
Hadir juga dalam acara tersebut para ketua berbagai asosiasi usaha.
JW Marriott Hotel
JW Marriott Hotel adalah merek hotel mewah yang didirikan oleh Marriott International, dengan properti pertamanya dibuka di Washington, D.C. pada 1984. Dinamai dari pendiri perusahaan, J. Willard Marriott, merek ini dirancang untuk menawarkan pengalaman yang lebih elegan dan tenang dibanding merek saudaranya, dengan fokus pada kesejahteraan pribadi dan keramahan yang penuh perhatian.
Kementerian Perdagangan
Kementerian Perdagangan adalah departemen pemerintah yang bertanggung jawab mengatur perdagangan, industri, dan hubungan dagang internasional suatu negara. Secara historis, kementerian semacam ini dibentuk seiring industrialisasi negara untuk mengembangkan dan melindungi perekonomian melalui kebijakan seperti tarif dan perjanjian dagang. Sejarah dan tanggal pendirian spesifiknya bervariasi di tiap negara.
Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI)
Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) adalah organisasi dagang kunci yang didirikan untuk mewakili dan mendukung kepentingan bisnis importir di Indonesia. Organisasi ini dibentuk untuk memfasilitasi perdagangan, mengadvokasi kebijakan impor yang menguntungkan, serta membantu integrasi bisnis Indonesia ke dalam ekonomi global.
Dinas Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral
Dinas Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral adalah dinas pemerintah di tingkat daerah (dalam konteks ini Sumatera Utara) yang bertugas mengembangkan dan mengatur sektor industri serta pertambangan dan energi di wilayahnya. Tugasnya mencakup implementasi kebijakan pusat di daerah, pengawasan industri, serta pemanfaatan sumber daya mineral dan energi secara berkelanjutan.
Sumatera Utara
Sumatera Utara adalah provinsi Indonesia di pulau Sumatra, paling terkenal sebagai rumah Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia yang terbentuk dari letusan gunung berapi super lebih dari 74.000 tahun lalu. Kawasan ini adalah pusat budaya masyarakat Batak, yang tradisi khas, arsitektur unik, dan kerajaan sejarahnya telah membentuk identitasnya selama berabad-abad.
Medan
Medan adalah ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, dan pusat ekonomi utama di pulau Sumatra. Secara historis, pertumbuhannya didorong oleh industri perkebunan kolonial Belanda abad ke-19, khususnya tembakau, yang menyebabkan dibangunnya gedung-gedung kolonial megah seperti Mansion Tjong A Fie. Kota ini juga merupakan gerbang menuju keajaiban alam Sumatra dan dikenal dengan kuliner beragamnya, yang mencerminkan pengaruh budaya Melayu, Batak, Tionghoa, dan India.