Dalam langkah regulasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, otoritas Arab Saudi telah menyetujui pemberian wewenang kepada Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial untuk menentukan biaya keuangan bagi pemberian kerja kepada tanggungan (pendamping pria dan wanita) dari pekerja ekspatriat di dalam perusahaan sektor swasta. Ini merupakan bagian dari arahan pemerintah yang bertujuan untuk mengintegrasikan kategori ini secara sistematis ke dalam pasar tenaga kerja sebagai alternatif legal untuk rekrutmen dari luar negeri.
Keputusan dan Otoritas Regulasi
Dinyatakan bahwa Dewan Menteri menyetujui regulasi baru yang menargetkan perluasan ruang lingkup partisipasi tanggungan (pendamping) dalam sejumlah kegiatan ekonomi dan profesi, dalam koordinasi dengan entitas pemerintah terkait. Biaya keuangan untuk pemberian kerja mereka ditentukan dalam kerja sama antara Kementerian Sumber Daya Manusia dan Kementerian Keuangan, dengan partisipasi Pusat Pengembangan Pendapatan Non-Minyak. Biaya tersebut setara dengan levy yang dikenakan pada tenaga kerja ekspatriat di sektor swasta, mencapai keadilan finansial dan menyatukan kerangka regulasi yang disetujui.
Kontrol untuk Mempekerjakan Tanggungan (Pendamping)
Keputusan ini memungkinkan pemberian kerja kepada tanggungan (pendamping) dalam profesi dan spesialisasi yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan praktis mereka, dengan tetap mematuhi kontrol berikut:
Kepatuhan terhadap persyaratan praktik profesional dan lulus tes kompetensi profesional yang disetujui.
Membatasi pemberian kerja kepada pasangan atau mahram (wali pria) untuk pekerja wanita.
Memverifikasi ketidaktersediaan tenaga kerja Saudi untuk mengisi posisi tersebut, sesuai dengan daftar yang disetujui di Kementerian Sumber Daya Manusia.
Pemberian kerja harus menjadi alternatif langsung untuk rekrutmen eksternal, dan aktivitas perusahaan harus selaras dengan kontrol program “Nitaqat”.
Tanggal Implementasi dan Dampak yang Diharapkan
Keputusan ini secara resmi telah mulai berlaku, di tengah harapan bahwa ini akan berkontribusi pada:
Meningkatkan kondisi hidup pekerja ekspatriat.
Menyediakan peluang kerja reguler bagi tanggungan (pendamping) mereka.
Mendukung efisiensi dan keberlanjutan pasar tenaga kerja Saudi, selaras dengan tujuan pembangunan ekonomi dan Visi Kerajaan.
Dewan Menteri
Dewan Menteri adalah badan eksekutif utama pemerintahan di banyak negara, yang paling terkenal secara historis di Uni Soviet dan saat ini di negara-negara seperti Rusia dan India. Sejarahnya sering dikaitkan dengan model Soviet yang didirikan setelah Revolusi 1917, di mana ia berfungsi sebagai otoritas pengambilan keputusan administratif dan ekonomi utama. Saat ini, biasanya terdiri dari para kepala departemen pemerintah dan bertanggung jawab untuk menerapkan undang-undang dan mengelola urusan negara di bawah pimpinan seorang perdana menteri atau pejabat serupa.
Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial
Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Sosial (KSMPS) adalah badan pemerintah kunci di Arab Saudi, yang dibentuk dalam bentuknya saat ini pada tahun 2020 melalui penggabungan Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial dengan Dana Pengembangan Sumber Daya Manusia. Peran utamanya adalah mengatur pasar tenaga kerja, mengembangkan tenaga kerja nasional, dan mengawasi program kesejahteraan sosial dan perlindungan keluarga, secara langsung mendukung tujuan Visi Saudi 2030 untuk diversifikasi ekonomi dan pembangunan sosial.
Kementerian Keuangan
Kementerian Keuangan adalah departemen pemerintah kunci yang bertanggung jawab untuk mengelola kebijakan ekonomi suatu negara, termasuk perpajakan, penganggaran, dan belanja publik. Sejarahnya terkait dengan perkembangan negara modern, dengan banyak negara mendirikan kementerian formal pada abad ke-18 dan ke-19 untuk memusatkan administrasi keuangan dan mendanai kegiatan negara. Misalnya, Departemen Keuangan Inggris berasal dari abad ke-12, sementara Departemen Keuangan AS didirikan pada tahun 1789.
Pusat Pengembangan Pendapatan Non-Minyak
Pusat Pengembangan Pendapatan Non-Minyak adalah institusi modern di Arab Saudi, yang didirikan sebagai bagian dari rencana reformasi ekonomi Visi 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi nasional dari ketergantungan historisnya pada minyak. Tujuan utamanya adalah untuk memupuk dan mendukung pertumbuhan sektor-sektor baru seperti pariwisata, hiburan, teknologi, dan usaha kecil dan menengah (UKM).
Program Nitaqat
Program Nitaqat adalah kebijakan ketenagakerjaan yang diperkenalkan oleh Arab Saudi pada tahun 2011 untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja warga Saudi di sektor swasta. Program ini mengklasifikasikan perusahaan ke dalam kuota (atau “zona”) berdasarkan persentase karyawan Saudi mereka, dengan insentif untuk kepatuhan dan sanksi untuk ketidakpatuhan. Program ini merupakan bagian sentral dari reformasi ekonomi “Saudisasi” yang lebih luas yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing.
Visi Saudi 2030
“Visi Saudi 2030” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan kerangka kerja strategis nasional yang diluncurkan pada tahun 2016 untuk mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi dan mengembangkan sektor publiknya. Visi ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan negara pada minyak dengan berinvestasi di industri baru, mempromosikan proyek budaya dan hiburan, serta meningkatkan kehidupan sosial, dengan tujuan yang ditetapkan untuk dicapai pada tahun 2030.