KOTA BEKASI – Angga Karidwansyah (24), warga Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, yang menjadi korban perdagangan orang (TPPO) di Kamboja, akhirnya tiba dengan selamat di Indonesia. Kepulangannya ke pelukan orang tua disambut hangat.

Sebuah kunjungan dilakukan ke rumah Angga Karidwansyah (24) di Kecamatan Bantargebang. Kunjungan ini dilakukan untuk mendengar kesaksian korban secara langsung dan mendorong langkah konkret pemerintah agar kasus serupa tidak terulang.

“Hari ini saya mendapat kesempatan mengunjungi Bapak Angga, warga Bantargebang, yang baru dipulangkan dari Kamboja setelah menjadi korban praktik pekerja migran ilegal,” demikian disampaikan.

Kelelahan masih terpancar dari wajahnya. Namun, ada juga kelegaan karena akhirnya bisa berkumpul kembali dengan keluarganya di tanah air. Bapak Angga menceritakan, ia berangkat dengan niat baik untuk memperbaiki kondisi ekonomi, tetapi malah terjebak dalam penipuan dan eksploitasi.

“Terima kasih kepada pemerintah yang bertindak cepat memulangkan Bapak Angga. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perlindungan bagi pekerja migran harus diperkuat. Aparat perlu tegas memberantas sindikat perekrutan ilegal, dan pemerintah daerah harus memberikan edukasi serta pendampingan sejak dini,” dikatakan.

Angga sebelumnya diketahui bekerja di sebuah restoran di Jakarta dan bisa pulang ke Bekasi seminggu sekali, sehingga orang tuanya tidak tahu bahwa ia kemudian pergi bekerja sebagai pekerja migran ilegal di Kamboja, tergiur janji gaji tinggi.

“Kami semakin khawatir dengan kasus-kasus yang hanya menyisakan nama, sementara orangnya meninggal,” disampaikan usai kunjungan ke kediaman Angga.

Dua pesan penting disampaikan kepada masyarakat. Pertama, warga yang ingin bekerja ke luar negeri didesak untuk lebih selektif mencari informasi tentang perusahaan penempatan dan memastikan semua prosedur legal serta melalui lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah.

“Kedua, yang tak kalah penting, kami meminta peran pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Kota Bekasi, untuk lebih waspada dan memiliki langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” ditegaskan.

Beberapa langkah yang didorong antara lain membuat skema edukasi tentang bekerja ke luar negeri di setiap kecamatan, mendirikan posko informasi dan pengaduan bagi pekerja migran di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta yang paling utama, membuka lapangan kerja yang lebih luas dan menciptakan iklim UMKM yang kondusif.

Pentingnya pelatihan ketenagakerjaan yang sesuai kebutuhan pasar juga ditekankan, tidak hanya fokus pada bidang seperti servis AC atau las. Dorongan diberikan agar Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi meningkatkan kinerjanya.

“Disnaker jangan hanya menjalankan program, tapi juga harus naik kelas, tidak stagnan di peringkat C. Karena persoalan mendasar memimpin sektor untuk mengurangi pengangguran ada di dinas tersebut,” disimpulkan.

Kecamatan Bantargebang

Bantargebang adalah sebuah kecamatan di Bekasi, Indonesia, yang paling dikenal sebagai lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, salah satu tempat pembuangan akhir terbesar di Asia Tenggara. TPST ini mulai beroperasi pada tahun 1980-an dan sejak itu menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang krusial, namun penuh tantangan lingkungan, untuk wilayah metropolitan Jakarta.

Kota Bekasi

Kota Bekasi adalah kawasan industri dan permukiman yang berkembang pesat di Jawa Barat, Indonesia, tepat di sebelah timur Jakarta. Secara historis, daerah ini merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara dan Sunda, dengan namanya berasal dari kata dalam bahasa Sanskerta untuk “sapi” dan “pasir”. Saat ini, Bekasi adalah bagian utama dari wilayah metropolitan Jakarta, dikenal dengan sektor manufakturnya yang besar dan pertumbuhan populasi yang masif.

Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, dengan sejarah kaya yang dibentuk oleh kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha yang kuat, penyebaran Islam, dan kolonialisasi Eropa, terutama oleh Belanda. Indonesia adalah bangsa yang beragam secara budaya, terkenal dengan candi-candi kuno seperti Borobudur, seni yang hidup, dan sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Kamboja

Kamboja adalah negara di Asia Tenggara dengan sejarah budaya yang kaya, paling terkenal sebagai rumah dari Kerajaan Khmer. Puncak kejayaan kerajaan ini dilambangkan oleh kompleks candi megah Angkor Wat yang dibangun pada abad ke-12. Sejarah lebih baru negara ini mencakup rezim Khmer Merah yang menghancurkan pada tahun 1970-an.

Jakarta

Jakarta adalah ibu kota dan kota terbesar Indonesia, terletak di pesisir barat laut Pulau Jawa. Didirikan sebagai Sunda Kelapa pada abad ke-4, kota ini kemudian menjadi ibu kota kolonial Belanda dengan nama Batavia pada abad ke-17 sebelum diganti menjadi Jakarta setelah kemerdekaan Indonesia. Saat ini, Jakarta adalah metropolis yang ramai dan luas yang berfungsi sebagai pusat politik dan ekonomi negara.

Pemerintah Kota Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi mengelola Bekasi, pusat industri dan permukiman utama di Jawa Barat, Indonesia. Kawasan ini memiliki sejarah panjang, awalnya merupakan bagian dari kerajaan Tarumanagara kuno, sebelum secara resmi berdiri sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Bekasi yang lebih luas pada tahun 1997.

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker)

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) adalah instansi pemerintah di Indonesia yang bertanggung jawab atas layanan ketenagakerjaan, informasi pasar kerja, dan perlindungan pekerja. Disnaker dibentuk untuk melaksanakan kebijakan ketenagakerjaan nasional, memfasilitasi penempatan kerja, dan membantu mengatur hubungan industrial. Sejarahnya terkait dengan upaya Indonesia mengembangkan tenaga kerja dan mengurus permasalahan ketenagakerjaan sejak kemerdekaan negara.

Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi

Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi adalah instansi pemerintah daerah di Bekasi, Indonesia, yang bertanggung jawab melaksanakan kebijakan dan program ketenagakerjaan nasional di tingkat kota. Dinas ini dibentuk untuk melayani tenaga kerja industri besar kota, yang berkembang pesat seiring dengan perkembangan Bekasi sebagai pusat manufaktur utama pada akhir abad ke-20. Fungsi utamanya meliputi penempatan tenaga kerja, penyelesaian perselisihan perburuhan, dan pengawasan pengembangan program pelatihan vokasi.