KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mengantisipasi potensi gangguan keamanan menyusul rencana demonstrasi publik dengan memprioritaskan pendekatan terkoordinasi dan berbasis dialog. Langkah ini diambil sebagai respons atas sejumlah kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah belakangan ini.
Wali Kota Bekasi menyampaikan apresiasi dan pemahaman terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Dia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan penyampaian pendapat berlangsung secara kondusif.
“Tentu hari ini kita memahami betul apa harapan dan keinginan rakyat Indonesia. Tentu, dalam konteks menyampaikan aspirasi dan mengungkapkan keinginan, harus dilakukan dengan sebaik dan sekondusif mungkin,” ujarnya pada Sabtu sore.
Dia juga menyoroti pentingnya perbaikan internal di tubuh institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menangani demonstrasi. Dia menekankan penegakan hukum tidak hanya berlaku secara eksternal, tetapi juga terhadap oknum yang melanggar kode etik dalam penanganan pengunjuk rasa.
“Tentu ada hal-hal yang harus diperbaiki juga terkait institusi Polri, dan terkait tidak hanya menegakkan hukum secara eksternal, tapi juga internal, kalau memang ada pelanggaran terkait kode etik, terkait pola penanganan yang dilakukan oleh saudara-saudara kita yang berdemo, sehingga mudah-mudahan ada perbaikan dan bisa diterima oleh masyarakat,” jelasnya.
Secara khusus, Wali Kota mengungkap langkah antisipasi yang telah dimulai sejak pagi, salah satunya adalah menggelar doa bersama dengan para ulama.
“Antisipasi sudah mulai pagi tadi; kita bersama para ulama melantunkan doa-doa agar bangsa ini segera pulih, bangsa ini segera bangkit. Saya yakin betul ujian ini akan terlewati dalam konteks Indonesia maju, Indonesia gemilang, Indonesia jaya,” ucapnya.