Jakarta –
Sejumlah wilayah telah menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyusul situasi terkini. Berdasarkan penelusuran, setidaknya ada enam wilayah yang sekolahnya menerapkan PJJ per 1 September 2025.
Seperti diketahui, berbagai elemen masyarakat telah turun ke jalan menuntut penghapusan tunjangan anggota dewan dan pemborosan anggaran negara. Kerumunan aksi protes terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa, dan pelajar.
Eskalasi protes terjadi menyusul tewasnya seorang pengemudi ojek online akibat kendaraan polisi. Hal ini memicu gelombang demonstrasi lagi yang berlanjut hingga Minggu, 31 Agustus 2025.
Menyusul situasi terkini, beberapa wilayah telah menerapkan kebijakan PJJ demi keamanan peserta didik dan tenaga kependidikan, daftarnya sebagai berikut.
Daftar Wilayah dengan Sekolah yang Menerapkan PJJ per 1 September 2025
1. Jakarta
Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 8660/PK.00.00, memutuskan proses pembelajaran tetap berjalan baik di sekolah maupun di rumah. Ketentuan pembelajaran di Jakarta adalah sebagai berikut:
1. Untuk satuan pendidikan yang berlokasi dekat lokasi aksi atau mengalami kendala akses, atau atas permintaan orang tua/wali, sekolah diizinkan melaksanakan pembelajaran dari rumah.
2. Sekolah yang tidak dekat lokasi aksi atau tanpa kendala akses dapat memilih melaksanakan proses pembelajaran secara langsung di sekolah maupun dari rumah setelah komunikasi intensif dengan orang tua/wali dan warga sekolah melalui komite sekolah.
3. Kepala sekolah memberikan pembinaan dan memantau pelaksanaan proses pembelajaran serta memberikan alternatif jika terjadi kendala dalam pelaksanaannya, berkoordinasi dengan Suku Dinas Pendidikan dan/atau Dinas Pendidikan.
“Pemberitahuan ini berlaku efektif mulai Senin, 1 September 2025, sampai pemberitahuan lebih lanjut,” demikian penutupan pengumuman tersebut.
2. Bandung
Sejumlah sekolah di Kota Bandung menerapkan pembelajaran daring mulai Senin, 1 September 2025. Salah satu sekolah yang menerapkan PJJ adalah SMAN 24 Bandung.
Hal ini dilakukan agar siswa dapat terpantau dan tidak ikut serta dalam aksi massa. Guru diminta tetap mengajar secara virtual dari sekolah.
“Untuk pembelajaran daring besok, Senin, 1 September 2025, mengikuti arahan Dinas Pendidikan Daerah dan Kepala Sekolah, diharapkan Bapak/Ibu Guru melaksanakan pembelajaran secara virtual dari sekolah via Zoom atau Google Meet, agar Siswa dapat terpantau,” bunyi pemberitahuan yang beredar pada Senin (1/9/2025).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa sekolah diminta menerapkan pembelajaran daring pada 1-4 September 2025. Sekolah yang menerapkan pembelajaran daring akan dilaksanakan berdasarkan situasi dan kondisi lokasi sekolah.
“Betul, sesuai kondisi setempat dan keterlibatan orang tua. Ya, kita akan ada pembelajaran daring di daerah-daerah berdasarkan analisis dan koordinasi antara masing-masing Dinas Pendidikan Daerah dengan pimpinan daerah dan masing-masing kepala satuan pendidikan,” jelasnya.
Namun, setelah rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jawa Barat di Gedung Sate pada Minggu sore, Purwanto menyatakan aturan tersebut diubah. Sekolah, katanya, akan melanjutkan pembelajaran seperti biasa secara tatap muka.
“Berdasarkan rekordinasi, sekolah akan melanjutkan pembelajaran seperti biasa,” kata Purwanto.
3. Yogyakarta
Wilayah berikutnya dengan sekolah yang menerapkan PJJ adalah sekolah di bawah naungan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Non-Formal Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam unggahan Instagram Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Non-Formal DIY, diputuskan:
1. Pembelajaran berjalan seperti biasa dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap meningkatnya risiko situasi politik. Sekolah/madrasah didorong untuk mendidik peserta didik agar tidak mudah terprovokasi dan menghindari partisipasi dalam kegiatan demonstrasi yang mengarah pada tindakan anarkis.
2. Untuk sekolah/madrasah yang berlokasi di area berisiko tinggi pada Senin, 1 September 2025, dapat diterapkan pembelajaran daring terpandu.
3. Seluruh pihak didorong untuk menjaga komunikasi positif dengan berbagai pemangku kepentingan.