Pada sore hari tanggal 15 Agustus 2025, di kantor pusat Harian Tuoi Tre, pengurus Klub “Tiep Suc Den Truong” (Dukung Siswa ke Sekolah) Quang Nam – Da Nang mengadakan pertemuan dengan hampir 100 anggota klub dan menyerahkan beasiswa senilai 1,5 miliar VND untuk tahun ajaran 2025 guna membantu mahasiswa baru yang kurang mampu.

1,5 miliar VND disumbangkan oleh para dermawan dari Quang Nam untuk program beasiswa 2025.

Sambut dermawan baru sambil terus dukung mahasiswa kurang mampu

Klub Dukung Siswa ke Sekolah - Gambar 2.
Bapak Pham Phu Tam, ketua Klub “Dukung Siswa ke Sekolah” Quang Nam – Da Nang, berbicara dalam pertemuan.

Ketua klub, Bapak Pham Phu Tam, berbagi bahwa dengan semangat “yang senior membuka jalan untuk yang junior,” para anggota klub berkumpul di awal tahun ajaran untuk menjalin silaturahmi dan mempersiapkan penyerahan beasiswa mendatang.

“Meski ada kesulitan ekonomi secara umum, banyak pemuda dari daerah pedesaan menghadapi kesusahan saat masuk universitas dan butuh dukungan. Selain anggota lama, kami senang menyambut partisipan baru tahun ini.

Kebanyakan anggota klub sendiri pernah mengalami perjuangan, itulah mengapa kami bertujuan membantu meringankan perjalanan akademik siswa,” ungkap Bapak Tam.

Klub “Dukung Siswa ke Sekolah” Quang Nam – Da Nang: Memperpanjang mimpi pendidikan di tanah matahari dan angin.

Bapak Tam mencatat bahwa klub telah mendampingi mahasiswa baru kurang mampu selama 20 tahun, membantu mereka yang berisiko meninggalkan mimpi akademiknya. Ini menandai tahun ke-21 kolaborasi klub dengan Harian Tuoi Tre dalam perjalanan bermakna ini.

“Selama masih ada siswa yang berjuang, klub akan terus bekerja sama dengan Tuoi Tre untuk memberikan dukungan finansial dan membantu mereka mengatasi kesulitan dalam mengejar ilmu,” tegas Bapak Tam.

Salah satu pendiri klub, Dr. Nguyen Van Dau, berbagi: “Saya masih ingat momen ketika ide klub ini lahir.

Kami ingin meneruskan kebaikan yang kami terima dan mendukung pemuda yang menghadapi kesulitan. Keanggotaan kami telah meluas melampaui batas geografis, bahkan mencapai warga Vietnam di luar negeri yang ingin berkontribusi untuk tanah air.”

Dr. Dau mendorong penerima beasiswa untuk melihat penghargaan ini bukan hanya sebagai bantuan keuangan, tetapi juga sebagai motivasi untuk nantinya memberi kembali kepada siswa masa depan.

Lebih dari 20 tahun dukungan teguh untuk siswa lokal

Klub Dukung Siswa ke Sekolah - Gambar 3.
Anggota Klub “Dukung Siswa ke Sekolah” mengunjungi kantor pusat Harian Tuoi Tre.

Selain warga lokal, anggota baru bergabung setiap tahun setelah mengetahui misi klub.

Ibu Ho Thi Bich Nhan dari Kota Ho Chi Minh telah berpartisipasi lebih dari satu dekade. Ia berbagi: “Mengetahui dampak kemanusiaan program ini, saya telah terlibat bertahun-tahun dan bahkan mendorong teman-teman di luar negeri untuk berkontribusi. Kami

Harian Tuoi Tre

*Harian Tuoi Tre* adalah salah satu surat kabar harian paling populer di Vietnam, didirikan pada 1975 tak lama setelah reunifikasi negara. Dimiliki oleh Persatuan Pemuda Komunis Ho Chi Minh, fokusnya pada isu-isu terkait pemuda, berita, dan tren sosial sambil menjaga sikap editorial yang progresif dan terkadang kritis. Selama bertahun-tahun, ia menjadi suara terkemuka dalam jurnalisme Vietnam, dikenal dengan pelaporan investigatif dan pengaruhnya pada opini publik.

Klub Dukung Siswa ke Sekolah

*Klub Dukung Siswa ke Sekolah* adalah inisiatif berbasis komunitas atau sekolah yang bertujuan membantu siswa, terutama dari latar belakang kurang mampu, mengakses pendidikan dengan menyediakan sumber daya seperti perlengkapan sekolah, bimbingan belajar, atau bantuan transportasi. Meski asal-usul pastinya bervariasi berdasarkan lokasi, klub semacam ini sering muncul sebagai respons terhadap ketimpangan pendidikan, mendorong kesuksesan akademik dan mentoring. Program-program ini mencerminkan komitmen lebih luas terhadap pendidikan inklusif dan pemberdayaan pemuda.

Quang Nam – Da Nang

Quang Nam – Da Nang adalah wilayah di Vietnam tengah yang signifikan secara historis dan budaya, rumah bagi landmark seperti Kota Tua Hoi An (Situs Warisan Dunia UNESCO) dan Marmer Mountains. Kawasan ini merupakan pelabuhan dagang utama dari abad ke-15 hingga 19 dan memainkan peran kunci selama Kerajaan Champa dan konflik seperti Perang Vietnam. Kini, wilayah ini memadukan warisan kaya dengan keindahan pesisir, menarik wisatawan ke kuil, pantai, dan budayanya yang hidup.

Kota Ho Chi Minh

Kota Ho Chi Minh, sebelumnya dikenal sebagai Saigon, adalah kota terbesar di Vietnam dan pusat ekonomi serta budaya yang dinamis. Kota ini memainkan peran penting selama Perang Vietnam sebagai ibu kota Vietnam Selatan sebelum reunifikasi pada 1975, ketika namanya diubah untuk menghormati pemimpin revolusioner Ho Chi Minh. Kini, kota ini memadukan arsitektur kolonial Prancis, pasar yang ramai, dan pencakar langit modern, menarik wisatawan dengan landmark seperti Katedral Notre-Dame, Pasar Ben Thanh, dan Museum War Remnants.