Pada 31 Agustus, diketahui bahwa “Tata Cara Pengelolaan Kredit Pengawasan Dana Asuransi Kesehatan Chongqing” (selanjutnya disebut “Tata Cara”) akan resmi diberlakukan pada 1 September. Departemen administrasi asuransi kesehatan akan menerapkan sistem pengawasan bertingkat berbasis kredit terhadap entitas pengguna dana asuransi kesehatan di Chongqing. Rumah sakit, apotek, dan peserta asuransi masing-masing akan memiliki arsip kredit pengawasan dana asuransi kesehatan.
Penerbitan “Tata Cara” ini bertujuan untuk mengelola dan memanfaatkan dana publik untuk kesehatan dan penyelamatan jiwa dengan lebih baik. Subjek kredit yang berlaku merujuk pada orang perseorangan, badan hukum, dan organisasi non-badan hukum dengan kapasitas perdata penuh, yang memenuhi kewajiban hukum, kewajiban berdasarkan peraturan, atau kewajiban perjanjian dalam penggunaan dana asuransi kesehatan. Ini terutama dibagi menjadi kategori kelembagaan dan individu. Kategori kelembagaan terutama mencakup lembaga kesehatan dan apotek ritel yang ditunjuk untuk asuransi kesehatan. Kategori individu terutama mencakup peserta asuransi serta tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker, dan teknisi yang terlibat dalam penggunaan dana asuransi kesehatan.
Setiap subjek kredit akan memiliki arsip kredit pengawasan dana asuransi kesehatan, yang meliputi informasi dasar, informasi terpercaya, informasi tidak terpercaya, hasil evaluasi kredit, dan riwayat informasi kredit. Berdasarkan informasi ini, departemen asuransi kesehatan akan melakukan evaluasi dinamis dan menentukan peringkat kredit untuk pengawasan dana asuransi kesehatan sesuai hasil evaluasi.
Apa tujuan peringkat kredit ini? Menurut “Tata Cara,” evaluasi kredit untuk lembaga kesehatan dan farmasi yang ditunjuk menggunakan sistem poin dengan skor maksimal 100 poin, dasar 0 poin, dan siklus tahunan dari 1 Januari hingga 31 Desember. Peringkat kredit dibagi menjadi lima tingkat: Tingkat A untuk skor 90 poin ke atas, Tingkat B untuk 80–90 poin (termasuk 80), Tingkat C untuk 70–80 poin (termasuk 70), Tingkat D untuk 60–70 poin (termasuk 60), dan Tingkat E untuk di bawah 60 poin.
Tingkat E adalah tingkat terendah, dan “Tata Cara” juga menetapkan kondisi yang secara langsung mengakibatkan diklasifikasikan sebagai Tingkat E. Ini mencakup tujuh situasi seperti pengakhiran perjanjian layanan terpilih karena pelanggaran, ditangguhkan selama dua tahun berturut-turut, menolak untuk memperbaiki atau melaksanakan keputusan penanganan dan hukuman setelah dijatuhi sanksi, menghalangi atau menolak kerja sama dengan pengawasan dan pemeriksaan, serta memalsukan informasi dalam evaluasi peringkat kredit.
Subjek kredit akan dikenakan insentif atau sanksi dalam kerja sama dengan departemen terkait. Misalnya, lembaga kesehatan dan farmasi terpilih yang dinilai Tingkat A akan mendapatkan pengurangan frekuensi inspeksi rutin di lokasi dan prioritas dalam piloting kebijakan asuransi kesehatan baru dalam kondisi setara. Lembahaga kesehatan dan farmasi terpilih yang dinilai Tingkat E akan menghadapi sanksi seperti peningkatan frekuensi pemeriksaan acak dan penahanan pembayaran di muka.
Untuk peserta asuransi yang tidak terpercaya (失信) dinilai Tingkat D, sanksi akan mencakup pelaksanaan pendidikan hukum asuransi kesehatan, pemeriksaan ulang riwayat pemanfaatan manfaat, status penyelesaian, dan kelayakan manfaat, serta pengungkapan publik informasi pelanggaran hukum dan ketidakpercayaan dalam batas hukum.