TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), bergerak cepat untuk menormalisasi saluran drainase di sepanjang Jalan Iskandar Muda Neglasari yang belakangan ini tidak berfungsi.
Upaya normalisasi ini terus digencarkan sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi genangan banjir yang dapat mempercepat kerusakan permukaan jalan selama musim hujan.
“Kami sedang mengeruk sampah yang menumpuk, endapan, dan bangunan yang menghalangi drainase di Jalan Iskandar Muda. Tindakan normalisasi ini juga merupakan bagian dari langkah responsif dalam menanggapi keluhan masyarakat sekitar,” demikian pernyataan yang disampaikan.
Ditambahkan bahwa upaya normalisasi dilakukan untuk membersihkan tumpukan sampah, sedimentasi, serta rumah tinggal dan toko yang menghalangi jalur saluran drainase di sepanjang Jalan Iskandar Muda Neglasari.
“Kami telah melakukan pengerukan dan membuka kembali saluran drainase yang tertutup atau hilang, sehingga fungsi aliran air dapat kembali optimal, dan kerusakan jalan tidak terus berulang,” jelasnya.
Dilaporkan, Pemerintah Kota Tangerang juga melakukan perbaikan di beberapa ruas jalan lainnya, seperti di Jalan Poris Indah Cipondoh, Jalan Husein Sastranegara Benda, Jalan Ahmad Dahlan Ciledug, Jalan Aria Santika Karawaci, Jalan Pajajaran Jatiuwung, Jalan Bayur Periuk Utama, Jalan Kali Pasir Tangerang, Jalan Kaveleri Pemda Tangerang, dan Jalan Halim Perdanakusuma Batuceper.
TANGERANG – Realisasi investasi di Kota Tangerang sepanjang tahun 2025 menunjukkan kinerja yang sangat positif. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), total capaian investasi tahun 2025 mencapai Rp22,54 triliun, setara dengan 149 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp15,11 triliun.
Dijelaskan bahwa capaian ini merupakan akumulasi realisasi investasi dari Triwulan (TW) I hingga TW IV tahun 2025. Pada TW I, realisasi investasi tercatat sebesar Rp4,43 triliun, TW II sebesar Rp8,21 triliun, TW III sebesar Rp5,47 triliun, dan TW IV sebesar Rp4,47 triliun.
“Secara keseluruhan, realisasi investasi tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan bahwa iklim investasi di Kota Tangerang tetap kondusif dan menarik bagi dunia usaha,” ujar seorang pejabat.
Dijelaskan bahwa pada triwulan keempat tahun 2025, capaian investasi sebesar Rp4,47 triliun terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,96 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,5 triliun.
Meskipun terjadi penurunan dibandingkan TW III, hal ini dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah proyek yang tercatat, dari sekitar 10 ribu proyek pada TW III menjadi 7.570 proyek pada TW IV.
Selalu Mengalami Peningkatan
“Dari tahun ke tahun, investasi Kota Tangerang juga meningkat dari tahun 2024 ke tahun 2025. Pada tahun 2024, realisasi investasi tercatat sebesar Rp2,94 triliun, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp4,47 triliun, atau naik sekitar 51–52 persen,” jelasnya.
Pemerintah Kota Tangerang optimis tren positif investasi ini akan berlanjut hingga tahun 2026. Target investasi tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp15,15 triliun. Untuk mempertahankan dan meningkatkan realisasi investasi, Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan berinovasi dalam pelayanan perizinan.
Jalan Iskandar Muda Neglasari
Jalan Iskandar Muda Neglasari adalah jalan utama di kota Bandung, Indonesia. Nama jalan ini diambil dari nama Sultan Iskandar Muda, penguasa Kesultanan Aceh pada abad ke-17, dan Kecamatan Neglasari, yang mencerminkan identitas lokal daerah tersebut. Jalan ini berfungsi sebagai arteri komersial dan transportasi utama dalam perkembangan kota.
Jalan Poris Indah Cipondoh
Jalan Poris Indah Cipondoh adalah jalan utama komersial dan perumahan yang terletak di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Indonesia. Secara historis, kawasan ini merupakan bagian dari pengembangan Tangerang sebagai zona perluasan industri dan suburban utama untuk Jakarta, dengan jalan ini berkembang untuk melayani komunitas lokal yang terus bertambah. Saat ini, jalan ini dikenal dengan konsentrasi toko, restoran, dan kompleks perumahan yang padat, mencerminkan pertumbuhan perkotaan di daerah tersebut.
Jalan Husein Sastranegara Benda
Jalan Husein Sastranegara Benda adalah sebuah jalan di Bandung, Indonesia, yang dinamai sesuai dengan Husein Sastranegara, seorang pahlawan nasional dan perintis perwira TNI Angkatan Udara Indonesia. Jalan ini terletak di sekitar Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, yang awalnya merupakan lapangan terbang militer yang didirikan pada era kolonial Belanda dan kemudian dinamai untuk menghormati jasanya bagi penerbangan Indonesia. Saat ini, kawasan ini berfungsi sebagai hub transportasi utama bagi kota.
Jalan Ahmad Dahlan Ciledug
Jalan Ahmad Dahlan Ciledug adalah jalan utama di Tangerang, Indonesia, yang dinamai sesuai dengan K.H. Ahmad Dahlan, pendiri organisasi Islam Muhammadiyah. Jalan itu sendiri adalah arteri komersial dan perumahan modern, dan namanya menghormati warisan Dahlan di awal abad ke-20 dalam mempromosikan pendidikan Islam modern dan reformasi sosial di seluruh Nusantara.
Jalan Aria Santika Karawaci
Berdasarkan informasi yang tersedia, “Jalan Aria Santika Karawaci” bukanlah landmark sejarah atau budaya yang dikenal luas. Jalan ini tampaknya merupakan jalan komersial dan perumahan utama di kawasan Karawaci, Tangerang, Indonesia, kemungkinan dinamai berdasarkan pembangunan atau tokoh setempat. Kawasan itu sendiri merupakan bagian dari pembangunan modern Tangerang yang lebih besar sebagai kota satelit Jakarta.
Jalan Pajajaran Jatiuwung
“Jalan Pajajaran Jatiuwung” adalah jalan utama di kota Tangerang, Banten, Indonesia. Meskipun jalan itu sendiri adalah arteri transportasi modern, namanya merujuk pada Kerajaan Pajajaran yang bersejarah, sebuah kerajaan Hindu Sunda yang signifikan yang memerintah Jawa Barat dari abad ke-15 hingga ke-16. Nama ini berfungsi sebagai tautan budaya ke sejarah pra-Islam di wilayah tersebut, meskipun jalan ini terutama dikenal saat ini karena aktivitas komersial dan perkotaannya.
Jalan Raya Bayur Periuk
“Jalan Raya Bayur Periuk” bukanlah situs sejarah atau budaya yang dikenal luas di basis data global. Nama ini tampaknya merupakan nama jalan lokal, kemungkinan di Indonesia (mungkin di Sumatera Barat), di mana “Bayur” dan “Periuk” adalah nama tempat yang umum. Tanpa sumber terverifikasi yang spesifik, sejarah detailnya tidak dapat dikonfirmasi, tetapi jalan seperti ini biasanya berfungsi sebagai rute transportasi lokal yang penting untuk menghubungkan komunitas.
Jalan Kali Pasir Tangerang
Jalan Kali Pasir Tangerang adalah jalan utama di Tangerang, Indonesia, yang menghubungkan kota ini ke Jakarta. Secara historis, kawasan di sepanjang jalan ini penting selama era kolonial untuk perdagangan dan pemukiman komunitas *Cina Benteng*, yakni etnis Tionghoa yang telah tinggal di wilayah tersebut selama berabad-abad. Saat ini, jalan ini merupakan arteri komersial dan perumahan yang sibuk yang mencerminkan pesatnya pembangunan perkotaan Tangerang.