Tangerang Selatan Siap Jadi Tuan Rumah PON Provinsi Banten 2026
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan (tengah), pada Pembukaan Pemetaan dan Pembinaan Cabang Olahraga Porprov 2026 di Serpong, Rabu (27/08).
TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan menegaskan kesiapannya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VII 2026. Persiapan telah rampung, mulai dari pemetaan venue pertandingan hingga dukungan pendanaan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, saat menghadiri Pembukaan Pemetaan dan Pembinaan Cabang Olahraga Atlet Porprov 2026 di Serpong, pada Rabu (27/08).
“Insya Allah, Kota Tangerang Selatan siap. Kami telah menyiapkan berbagai venue, baik milik pemkot, masyarakat, perusahaan, maupun sekolah,” kata Pilar. “Semangat mereka terlibat sangat tinggi, jadi kami membangun sinergi untuk kesuksesan bersama.”
Sinergi dan Kesiapan Venue Porprov 2026
Pilar menambahkan, antusiasme dari berbagai pihak membuktikan Porprov Banten 2026 adalah agenda bersama. Berbagai venue telah dipetakan, termasuk fasilitas milik perguruan tinggi dan instansi TNI/Polri.
“Pastinya kami menyiapkan venue sesuai standar. Ada yang kami perbaiki, ada yang kami tata ulang. KONI yang akan menentukan mana yang paling layak,” jelasnya.
Dukungan Anggaran dan Target Juara Umum
Soal pendanaan, Pemkot Tangerang Selatan telah mengalokasikan dana hibah sebesar Rp25 miliar pada 2025 untuk mendukung pembinaan atlet. Sementara anggaran operasional venue akan disinergikan dengan Pemerintah Provinsi Banten melalui APBD 2026.
“Anggaran akan kami sesuaikan, mana yang ranah provinsi dan mana yang bisa ditangani Pemkot Tangerang Selatan. Prinsipnya, kami siap mendukung agar pelaksanaan bisa berjalan lancar,” tegas Pilar.
Selain sukses sebagai tuan rumah, Tangerang Selatan juga menargetkan pencapaian tinggi sebagai juara umum. Pilar menekankan pentingnya persiapan maksimal bagi atlet dan cabang olahraga (cabor).
“Harapannya, Tangerang Selatan sukses tidak hanya sebagai tuan rumah, tapi juga prestasi. Apalagi kita tuan rumah, persiapannya harus lebih intensif,” tutupnya.
Kota Tangerang Selatan
Kota Tangerang Selatan adalah kota administratif yang relatif baru di Indonesia, resmi berdiri pada 2008 setelah dimekarkan dari Kabupaten Tangerang yang lebih luas. Secara historis merupakan bagian dari Kesultanan Banten, kawasan ini dengan cepat bertransformasi dari wilayah pedesaan dan lahan pertanian menjadi pusat hunian dan komersial modern utama di pinggiran selatan Jakarta.
Banten
Banten adalah kota pelabuhan bersejarah dan bekas kesultanan di pesisir barat laut Jawa, Indonesia, yang pernah menjadi pusat perdagangan lada dan kerajaan Islam yang kuat pada abad ke-16 dan 17. Situs budayanya yang paling terkenal adalah Masjid Agung Banten, dibangun pada abad ke-16, yang menampilkan menara unik bertingkat seperti pagoda dengan pengaruh gaya arsitektur Tionghoa. Reruntuhan Benteng Speelwijk Belanda juga menjadi bukti pentingnya kawasan ini pada era kolonial.
Serpong
Serpong adalah distrik suburban yang berkembang pesat di Tangerang Selatan, Indonesia, terutama dikenal sebagai kawasan permukiman kota modern dan pusat teknologi. Secara historis merupakan daerah pedesaan, sejarah modernnya dimulai dengan pembangunan besar-besaran pada akhir 1980-an dan 1990-an, mengubahnya menjadi kota satelit utama bagi Jakarta. Kini Serpong menjadi bagian penting dari wilayah metropolitan Jabodetabek, menjadi lokasi pengembangan Kota BSD serta banyak taman pendidikan dan industri.
TNI
Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “TNI” karena ini bukan tempat atau situs budaya yang diakui. Akronim TNI paling umum merujuk pada Tentara Nasional Indonesia. Jika Anda memikirkan lokasi atau situs budaya tertentu yang berbeda, silakan berikan nama lengkapnya untuk ringkasan yang akurat.
Polri
Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “Polri” karena ini tidak merujuk pada tempat atau situs budaya yang dikenal. Di Indonesia, POLRI (Kepolisian Negara Republik Indonesia) adalah lembaga kepolisian nasional, bukan lokasi fisik untuk pariwisata.
KONI
Saya tidak familiar dengan tempat atau situs budaya penting yang secara spesifik dikenal sebagai “KONI.” Kemungkinan ini merujuk pada lokasi lokal atau kurang dikenal, atau namanya mungkin salah eja. Bisakah Anda memberikan lebih banyak konteks atau memperjelas namanya?
APBD
Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “APBD” karena ini tidak merujuk pada tempat atau situs budaya yang dikenal. Akronim APBD paling umum merupakan singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Ini adalah istilah perencanaan keuangan, bukan lokasi geografis atau budaya.
Porprov
Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “Porprov” karena ini tampaknya bukan tempat, situs budaya, atau istilah historis umum yang diakui. Kemungkinan namanya salah eja atau merujuk pada lokasi yang sangat lokal atau tidak jelas yang tidak ada dalam basis pengetahuan umum.