TANGERANG – Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, telah meminta kepada panel juri Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-20 untuk turut berkontribusi dalam pengembangan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di tingkat kecamatan.

Harapan ini disampaikan oleh Arief setelah melantik 125 juri untuk MTQ ke-20 tingkat Kota Tangerang, yang akan diselenggarakan di Kecamatan Pinang pada 16 hingga 19 Oktober.

“Tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat agar menghidupkan kembali dan mendukung inisiatif ‘Maghrib Mengaji’. Ini juga menjadi dasar untuk memperluas peran LPTQ di masyarakat,” kata Arief setelah melantik para juri di gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang.

Setelah pelantikan juri MTQ, Arief menambahkan bahwa ia juga akan melantik perwakilan LPTQ di 104 kelurahan se-Kota Tangerang. Dalam kesempatan ini, ia menjelaskan alasan para juri dilantik lebih awal dari biasanya.

“Biasanya, pelantikan bertepatan dengan upacara pembukaan. Namun, kami sengaja memajukannya agar pada hari acara, defile pengantar dan pembukaan MTQ dapat berlangsung lancar tanpa hambatan,” jelas Arief.

Ia menyampaikan harapannya agar MTQ ke-20 Kota Tangerang dapat berjalan tertib dan sukses. Ia juga mengimbau kepada panel juri untuk menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi.

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), atau Lomba Membaca Al-Quran, adalah acara Islam bergengsi di Indonesia yang merayakan seni membaca, menghafal, dan menafsirkan Al-Quran. Berawal dari tahun 1940-an, acara ini resmi didirikan pada tahun 1968 untuk mempromosikan literasi Al-Quran dan melestarikan gaya bacaan tradisional. Saat ini, MTQ adalah kompetisi nasional dan internasional yang mendorong pengabdian agama dan persatuan budaya di kalangan umat Islam.

Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ)

Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) adalah lembaga Indonesia yang didedikasikan untuk mempromosikan pembacaan, pembelajaran, dan pelestarian Al-Quran. Dibentuk untuk meningkatkan literasi dan seni Al-Quran, LPTQ menyelenggarakan kompetisi, program pelatihan, dan inisiatif pendidikan untuk melahirkan pembaca Al-Quran (qari dan qariah) yang berkualitas. Lembaga ini memainkan peran kunci dalam melestarikan warisan budaya Islam dan menumbuhkan pengabdian agama di Indonesia.

Kecamatan Pinang

Kecamatan Pinang, yang terletak di Penang (Malaysia), adalah kawasan yang dinamis dan dikenal karena warisan budaya dan sejarahnya yang kaya. Kawasan ini meliputi George Town, Situs Warisan Dunia UNESCO, yang terkenal dengan arsitektur kolonialnya yang terawat baik, komunitas yang beragam, dan seni jalanan. Kecamatan ini mencerminkan pengaruh multikultural Melayu, Tionghoa, India, dan Inggris yang berlangsung selama berabad-abad sejak didirikan sebagai pelabuhan dagang utama pada akhir abad ke-18.

Maghrib Mengaji

“Maghrib Mengaji” adalah tradisi keagamaan dan budaya di Indonesia, khususnya di komunitas Muslim, di mana orang berkumpul untuk membaca dan mempelajari Al-Quran selama salat Maghrib (waktu senja). Praktik ini menekankan pembelajaran bersama dan refleksi spiritual, yang melibatkan anak-anak dan orang dewasa. Hal ini mencerminkan nilai-nilai Islam yang mengakar dalam masyarakat Indonesia dan bertujuan untuk memperkuat pendidikan agama serta ikatan komunitas.

Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang didirikan pada tahun 1975, adalah lembaga ulama tertinggi di Indonesia yang berfungsi sebagai lembaga penasihat bagi pemerintah dan masyarakat Muslim dalam masalah keagamaan. MUI mengeluarkan fatwa (ketetapan agama) tentang sertifikasi halal, masalah sosial dan politik, yang membimbing umat Islam sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Meskipun berpengaruh, fatwa-fatwanya tidak mengikat dan terkadang menimbulkan kontroversi, terutama terkait dengan kaum minoritas dan interpretasi Islam yang liberal.