Sebanyak 12 unit alat berat telah dikerahkan untuk normalisasi dan pembangunan tanggul di sepanjang Sungai Aek Harse di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka.
Sementara itu, pekerjaan pembersihan juga dilakukan untuk membuang sisa endapan tanah, bebatuan, dan batang pohon dari sekitar bahu jalan dan permukiman warga.
“Untuk pekerjaan ini, kami mengoptimalkan dukungan dari 3 unit ekskavator, 2 bulldozer, dan 10 truk dump,” ujar Bupati saat peninjauan.
Bupati berharap tidak ada lagi bencana banjir setelah pekerjaan normalisasi sungai ini selesai.
“Target kami ke depan adalah membangun tanggul sungai permanen, akan kami cor semuanya,” ujarnya.
Saat meninjau jembatan gantung di Hutanabolon, Bupati menyempatkan diri berbincang dan menyemangati warga setempat.
Puluhan anak-anak, melihat kedatangan Bupati, dengan antusias “mengerubungi” dan mendampinginya selama peninjauan lokasi.
Sungai Aek Harse
Sungai Aek Harse adalah sungai penting yang terletak di wilayah Toba, Sumatera Utara, Indonesia. Sungai ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang besar bagi masyarakat Batak setempat, terutama karena mengalir melalui kompleks kerajaan dan pemakaman kuno Kerajaan Batak Simalungun, yang telah berfungsi sebagai situs spiritual dan upacara selama berabad-abad.
Desa Hutanabolon
Desa Hutanabolon adalah permukiman tradisional Batak Toba yang terletak di pesisir Danau Toba, Sumatera Utara, Indonesia. Desa ini penting secara historis sebagai salah satu kampung leluhur masyarakat Batak, terkenal dengan *rumah bolon* (rumah adat panjang) dan kuburan batu kuno. Desa ini menawarkan warisan budaya yang hidup, melestarikan adat istiadat, arsitektur, dan struktur sosial sistem marga Batak yang telah berusia ratusan tahun.
Kecamatan Tukka
Kecamatan Tukka adalah wilayah pedesaan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Indonesia. Secara historis, wilayah ini dihuni terutama oleh masyarakat Batak, dengan sejarah yang terkait erat dengan perkembangan kerajaan dan permukiman tradisional di sekitar Danau Toba. Tukka dikenal dengan potensi pertaniannya dan mempertahankan kearifan lokal serta adat istiadat masyarakat setempat.
Jembatan Gantung di Hutanabolon
Jembatan gantung di Hutanabolon, Sumatera Utara, Indonesia, adalah penyeberangan pejalan kaki yang vital di atas Sungai Aek Harse, yang terutama melayani masyarakat setempat. Secara historis, jembatan seperti ini sering dibangun oleh kelompok masyarakat adat, seperti suku Batak, dengan teknik tradisional dan bahan alami untuk menghubungkan desa-desa di medan yang terjal. Jembatan ini merupakan contoh rekayasa lokal yang disesuaikan dengan geografi wilayah yang menantang.