Gubernur Jakarta menyoroti masalah ego yang berlebihan di kalangan pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ia menilai hal ini menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya komunikasi.
Hal ini disampaikan dalam Forum Pemimpin BUMD di Ancol, Jakarta Utara. Ia menegaskan bahwa masalah ego seringkali menghambat kolaborasi yang seharusnya dapat memberikan manfaat signifikan bagi kota.
“Masalah utama kita seringkali adalah ego di antara pejabat, termasuk pejabat BUMD, yang terlalu besar. Komunikasi tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia mencontohkan sinergi yang kurang optimal antara kawasan Ancol dan Jakarta International Stadium (JIS), padahal keduanya berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi.
Menurutnya, selama bertahun-tahun kedua aset ini belum terhubung secara maksimal karena komunikasi yang lemah. Padahal, jika disinergikan, manfaatnya bisa dirasakan oleh perusahaan dan masyarakat.
“Padahal Ancol mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Provinsi, di sebelahnya ada JIS, juga milik Pemerintah Provinsi. Keduanya sudah lama tidak disinergikan,” katanya.
Sekarang, Pemerintah Provinsi mulai mengintegrasikan kedua kawasan tersebut, salah satu caranya dengan membangun jembatan penghubung sepanjang kurang lebih 350 meter. Ia mengatakan langkah ini mampu menjawab berbagai masalah klasik, seperti kemacetan lalu lintas saat ada acara di JIS.
Ia bahkan mengaku pernah mengalami kemacetan parah saat menghadiri sebuah acara di stadion tersebut. “Saat itu saya datang dengan Presiden, ingin menonton konser. Mobil Presiden tidak bisa keluar selama lebih dari dua jam,” ungkapnya.
Ke depannya, ia meminta seluruh jajaran BUMD untuk menurunkan ego sektoral dan mengutamakan komunikasi yang terbuka. Ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja kolaboratif agar berbagai masalah dapat diselesaikan dengan lebih cepat.
“Jika komunikasi berjalan dengan baik, terbuka, transparan, masalah bisa dengan mudah dikonsultasikan dan diputuskan,” ujarnya.
Ancol
Ancol adalah kawasan resor dan rekreasi pesisir populer yang terletak di Jakarta Utara, Indonesia. Secara historis, daerah ini merupakan hutan bakau dan lokasi pertahanan pesisir yang strategis pada masa kolonial Belanda. Saat ini, tempat ini terkenal dengan taman temanya (Dunia Fantasi), pantai, lapangan golf, dan kawasan hiburan modern Ancol Dreamland.
Jakarta International Stadium (JIS)
Jakarta International Stadium (JIS) adalah stadion multifungsi modern yang terletak di Jakarta Utara, Indonesia, yang resmi dibuka pada tahun 2022. Stadion ini dibangun untuk menggantikan Stadion Gelora Bung Karno yang sudah tua sebagai tempat utama untuk acara olahraga besar dan konser di ibu kota. Pembangunannya merupakan bagian dari proyek revitalisasi perkotaan yang lebih luas untuk kawasan sekitarnya.
Pemerintah Provinsi
Pemerintah Provinsi adalah otoritas administratif yang mengatur ibu kota Indonesia, Jakarta. Ia beroperasi di bawah status khusus sebagai provinsi sekaligus ibu kota negara, mengelola tantangan tata kelola dan perkotaan yang kompleks. Sejarahnya terkait erat dengan evolusi Jakarta dari pelabuhan kolonial Batavia menjadi kota metropolitan modern seperti saat ini.
Forum Pemimpin BUMD
“Forum Pemimpin BUMD” adalah acara profesional yang mempertemukan para pemimpin perusahaan milik daerah di Indonesia untuk membahas tata kelola, inovasi, dan pembangunan ekonomi daerah.
Ancol
Ancol adalah kawasan rekreasi pesisir besar yang terletak di Jakarta Utara, Indonesia, yang secara historis dikenal sebagai hutan bakau dan taman pribadi bagi pejabat kolonial Belanda pada abad ke-17. Saat ini, tempat ini menjadi destinasi utama yang menampilkan taman tema Dunia Fantasi yang populer, pantai, lapangan golf, dan hotel, mewakili transformasi signifikan dari kawasan alami menjadi pusat hiburan modern.
Jakarta International Stadium (JIS)
Jakarta International Stadium (JIS) adalah stadion sepak bola modern dengan atap yang bisa dibuka-tutup yang terletak di Jakarta Utara, Indonesia. Stadion ini diresmikan pada tahun 2022 untuk menjadi markas baru bagi tim nasional sepak bola Indonesia dan klub lokal Persija Jakarta, menggantikan Stadion Gelora Bung Karno yang sudah tua untuk acara-acara besar. Pembangunannya merupakan bagian dari proyek revitalisasi perkotaan yang lebih besar untuk kawasan pesisir Pluit.