Sejumlah ruas jalan di Kota Medan terlihat sepi dan lengang. Tidak terlihat kepadatan atau kemacetan lalu lintas.

Pantauan di sepanjang Jalan Diponegoro, Jalan Raden Saleh, Jalan Imam Bonjol, Jalan Perdana, dan Jalan Zainul Arifin hanya menunjukkan satu atau dua kendaraan yang lewat.

Sepinya kendaraan yang melintas di ruas-ruas jalan tersebut diperkirakan akibat informasi yang beredar mengenai rencana demonstrasi pada 1-2 September 2025 di Kota Medan.

Di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Lapangan Benteng, terlihat dua truk militer TNI berjaga. Sementara itu, di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara, terlihat petugas kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjaga.

Sementara itu, spanduk-spanduk berisi seruan aksi damai terlihat bertebaran di sepanjang ruas jalan tersebut.

Spanduk-spanduk itu tampaknya diterbitkan atas nama lembaga keagamaan. Misalnya, sebuah spanduk yang terpasang di Jalan Imam Bonjol berisi seruan aksi damai, dengan nama Pengajian Sakinah Bandar Selamat tercantum di bawahnya.

Jalan Diponegoro

Jalan Diponegoro adalah jalan utama di Jakarta, Indonesia, yang dinamai dari Pangeran Diponegoro, pahlawan nasional yang memimpin perlawanan terkenal terhadap penjajahan Belanda dalam Perang Jawa (1825-1830). Saat ini, jalan ini merupakan jalan penting di kawasan Menteng, dikenal karena lokasinya yang sentral dan nilai sejarahnya.

Jalan Raden Saleh

Jalan Raden Saleh adalah jalan utama di Jakarta Pusat, Indonesia, yang dinamai untuk menghormati pelukis romantik Jawa dan pahlawan nasional abad ke-19, Raden Saleh. Secara historis, kawasan ini merupakan bagian dari distrik Weltevreden yang makmur, dikembangkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-18. Saat ini, jalan ini menjadi pusat komersial dan pemerintahan yang penting, menjadi lokasi bangunan-bangunan vital seperti Mahkamah Agung Indonesia.

Jalan Imam Bonjol

Jalan Imam Bonjol adalah jalan utama di Jakarta, Indonesia, yang dinamai dari Tuanku Imam Bonjol, pahlawan nasional yang memimpin Perang Padri (1803–1837) melawan penjajahan Belanda di Sumatra Barat. Jalan ini memiliki nilai sejarah penting karena dikembangkan pada era kolonial Belanda dan menjadi lokasi sejumlah landmark penting, termasuk bundaran Hotel Indonesia yang ikonik. Saat ini, jalan ini tetap menjadi urat nadi komersial dan administratif yang vital di jantung kota.

Jalan Perdana

Jalan Perdana adalah jalan utama di Kuala Lumpur, Malaysia, yang bersejarah sebagai salah satu jalan tertua di kota itu. Jalan ini awalnya dibangun oleh administrasi kolonial Inggris dan melintasi landmark penting seperti Dataran Merdeka dan Bangunan Sultan Abdul Samad, kawasan yang sentral bagi administrasi dan kemerdekaan Malaysia.

Jalan Zainul Arifin

Jalan Zainul Arifin adalah jalan utama di Jakarta, Indonesia, yang dinamai dari Zainul Arifin, seorang pahlawan nasional dan mantan wakil perdana menteri. Jalan ini memiliki signifikansi sejarah karena arsitektur era kolonialnya dan peran sentralnya dalam kehidupan administratif dan komersial kota.

Lapangan Benteng

Lapangan Benteng adalah venue olahraga bersejarah yang terletak di Tangerang, Indonesia. Awalnya dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1930-an dan berfungsi sebagai lapangan olahraga militer. Saat ini, stadion serba guna ini digunakan untuk pertandingan sepak bola dan acara-acara lokal lainnya.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (DPRD Sumut) adalah badan legislatif tingkat provinsi untuk provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Lembaga ini dibentuk untuk mewakili masyarakat daerah dan bertanggung jawab membuat peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan pemerintah. Sejarahnya terkait dengan desentralisasi dan demokratisasi Indonesia yang lebih luas setelah jatuhnya rezim Orde Baru pada tahun 1998.

Pengajian Sakinah Bandar Selamat

“Pengajian Sakinah Bandar Selamat” adalah kelompok pengajian atau pertemuan keagamaan Islam kontemporer di Indonesia, yang fokus pada penciptaan komunitas yang damai dan saleh (“Sakinah” berarti ketenangan). Meskipun sejarah pendiriannya secara spesifik tidak terdokumentasi luas, kelompok seperti ini merupakan ciri khas modern yang umum dan penting dalam kehidupan Islam Indonesia, menyediakan pendidikan agama rutin dan memperkuat ikatan komunitas di antara umat Muslim setempat.