Medan

Kota Medan memiliki banyak pasar tradisional legendaris. Salah satunya adalah Pasar Hongkong, yang telah ada sejak era kolonial Belanda dan dijuluki China Town-nya Medan.

Pasar Hongkong terletak di kawasan yang sama dengan bekas Hotel Soechi di Medan. Pasar ini berada di Jalan MT Haryono, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota.

Seperti yang terpantau, Pasar Hongkong di Medan saat ini tidak ada aktivitas jual beli, hanya beberapa pekerja yang terlihat masuk keluar pasar. Diketahui pasar tersebut tutup pada tahun 2024.

Suasana terkini Pasar Hongkong di Medan.

Penjaga parkir itu bercerita, Pasar Hongkong dulunya sangat ramai dan makmur dengan aktivitas perdagangan, terutama tekstil. Pasar tersebut terletak di lantai dasar bekas Hotel Soechi Medan.

Dia juga menyebut, nama “Pasar Hongkong” muncul karena banyak pembeli dari etnis Tionghoa yang berbelanja di sana.

“Dulu pasar ini ramai, banyak penjual dan pembeli orang Tionghoa. Orang belanja kain, elektronik, sayuran—semua ada. Pasar ini juga mendongkrak toko-toko di sekitarnya,” katanya.

Kenangan berbelanja di Pasar Hongkong juga dibagikan seorang warga Medan, yang ingat pergi ke sana bersama orang tuanya.

“Saya beberapa kali berbelanja ke Pasar Hongkong. Selalu penuh sesak dengan pedagang dan pembeli Tionghoa. Setelah belanja, pasti beli sate dari warung terkenal di depan pasar itu,” kenangnya.

“Harganya tidak bisa dibilang murah, tapi juga tidak terlalu mahal. Barangnya cukup lengkap, dan kami punya langganan tetap,” tambahnya.

Seorang sejarawan mencatat, Pasar Hongkong telah ada sejak 1905, setelah berdirinya Pasar Ikan Lama.

“Awalnya, Pasar Hongkong yang dibangun tahun 1905 itu untuk perdagangan sayur. Seiring banyaknya pedagang yang datang, mulai bermunculan berbagai barang, termasuk becak tenaga manusia yang disebut Becak Hongkong,” jelas sejarawan itu.

“Dengan perdagangan ini, masyarakat mulai menyebutnya Pasar Hongkong. Selain itu, banyak pedagang Tionghoa yang beroperasi di sana, menciptakan suasana Hongkong yang khas,” lanjutnya.

Sejarawan itu menambahkan, kehadiran Pasar Hongkong di era kolonial membuat kawasan itu mirip China Town, terlihat dari tingginya jumlah pedagang Tionghoa.

“Saat itu, China Town belum pindah ke Kesawan, yang juga belum semegah sekarang. Meski Tjong A Fie ada di sana, tidak semua pedagang di Kesawan adalah orang Tionghoa. Tapi di Pasar Hongkong, sebagian besar adalah orang Tionghoa,” ujarnya.

Tonton Video: “Kondisi Kandang Kebun Binatang Medan yang Viral Bikin Geram”

Pasar Hongkong

Pasar Hongkong adalah pasar tradisional yang ramai di Medan, Indonesia, dikenal dengan atmosfernya yang hidup dan beragam barang, mulai dari tekstil, elektronik, hingga sayuran. Didirikan pada era kolonial Belanda tahun 1905, pasar ini sempat menjadi pusat perdagangan penting dan dijuluki China Town-nya Medan. Saat ini, pasar tersebut telah ditutup untuk renovasi.

Hotel Soechi

Hotel Soechi adalah hotel bersejarah yang terletak di Medan, Indonesia. Berdiri sejak era kolonial, hotel ini merupakan landmark penting di kota Medan. Pasar Hongkong dulunya berada di lantai dasar bangunan bekas hotel ini. Namanya terkait erat dengan perkembangan perdagangan dan sejarah masyarakat Tionghoa di Medan.

Pasar Ikan Lama

Pasar Ikan Lama adalah salah satu pasar tradisional tertua di Medan, Indonesia. Berdiri sebelum tahun 1905, pasar ini menjadi cikal bakal perkembangan pusat perdagangan di kota Medan, termasuk area di sekitarnya yang kemudian menjadi lokasi berdirinya Pasar Hongkong. Keberadaannya menandai awal aktivitas ekonomi terorganisir di pusat kota Medan.

Kesawan

Kesawan adalah kawasan bersejarah di Medan, Indonesia, terkenal dengan arsitektur era kolonial yang terawat baik dan warisan budaya yang kaya. Pernah menjadi jantung komersial kota pada masa pemerintahan kolonial Belanda, kawasan ini menampilkan landmark seperti Rumah Tjong A Fie dan Gedung London Sumatra. Kini, Kesawan tetap menjadi distrik yang ramai, memadukan sejarahnya yang kaya dengan toko-toko dan kafe modern.

Tjong A Fie

Tjong A Fie adalah seorang pedagang dan filantropis Tionghoa-Indonesia terkemuka yang tinggal di Medan, Sumatra, pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Kediaman lamanya, Rumah Tjong A Fie, dibangun pada tahun 1900, merupakan situs bersejarah yang terawat baik yang memamerkan perpaduan arsitektur Tionghoa, Melayu, dan Eropa. Kini, rumah tersebut berfungsi sebagai museum yang mencerminkan warisan multikultural Medan dan peran penting Tjong A Fie dalam pembangunan ekonomi dan sosial wilayah tersebut.

Kebun Binatang Medan

Kebun Binatang Medan, terletak di Medan, Indonesia, adalah salah satu kebun binatang tertua di negara ini, didirikan pada era kolonial Belanda di awal abad ke-20. Tempat ini menampung berbagai spesies hewan lokal dan eksotis, meskipun telah menghadapi kritik selama bertahun-tahun karena fasilitas yang sudah ketinggalan zaman dan masalah kesejahteraan hewan. Meski menghadapi tantangan, kebun binatang ini tetap menjadi tempat rekreasi populer bagi warga lokal dan turis.