Seorang mantan polisi berinisial SP bersama empat tersangka lainnya yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba ditangkap oleh Polsek Tigalingga di sebuah pondok pertanian di Dusun Namo Buah, Desa Sarintonu, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara.

“Para tersangka ditangkap pada Selasa, 28 Juli 2025,” ujar Kapolres Dairi dalam konferensi pers di Markas Polres Dairi, Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang.

Para tersangka yang diamankan karena penyalahgunaan narkoba adalah:

  1. Inisial SP (46), mantan polisi Sidikalang; diamankan 200 gram sabu dan tes urine positif menggunakan narkoba.
  2. Inisial ES (36), warga Sumbul Karo, Tigalingga; tes urine positif sabu.
  3. Inisial AS (19), warga Kedeberek, Palding Jaya Sumbul, Tigalingga; tes urine positif sabu.
  4. Inisial H (40), warga Sumbul Karo, Tigalingga; tes urine positif sabu.
  5. Inisial RM (39), warga Sumbul Karo, Tigalingga; tes urine positif sabu.

“Kelima tersangka ditangkap di sebuah pondok pertanian Namo Buah, Sarintonu,” tegas Kapolres.

Penangkapan ini menyusul laporan warga tentang peredaran narkoba di Sarintonu. Setelah penyelidikan, ditemukan pondok yang digunakan untuk transaksi dan konsumsi narkoba.

“Dalam operasi tersebut, Kapolsek Tigalingga bersama anggota mengamankan lima tersangka dan menyita sabu dari SP,” tambahnya.

Para tersangka kemudian dibawa dari Mapolsek Tigalingga ke Mapolres Dairi untuk proses hukum lebih lanjut.

“Selain narkoba, kami juga menyita uang tunai sebesar Rp1.320.000, alat hisap narkoba, timbangan digital, empat ponsel, dan satu mobil Mitsubishi Xpander putih milik SP,” jelasnya.

SP dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Kapolsek Tigalingga yang baru menegaskan komitmennya dalam memberantas narkoba di wilayah hukumnya: “Kami akan memberantas narkoba dari Tigalingga.”

Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, akan digencarkan sosialisasi di sekolah-sekolah dan tempat ibadah seperti masjid dan gereja.

Warga Sarintonu mengapresiasi Polri yang telah membongkar jaringan ini: “Kami sangat berterima kasih,” ujar Kepala Dusun Namo Buah.

Rilis ini disaksikan oleh Sekretaris Kecamatan Tigalingga dan para saksi dari desa setempat.

Markas Polres Dairi

Fasilitas kepolisian utama di Sumatra Utara, Indonesia, yang secara historis bertanggung jawab atas keamanan regional. Didirikan pada era kolonial Belanda, kini menjadi pusat modern yang mengoordinasikan operasi kepolisian dan program kemasyarakatan.

Jalan Sisingamangaraja

Jalan penting di Jakarta, dinamai untuk menghormati pahlawan nasional Sisingamangaraja XII, pemimpin perlawanan Batak terhadap kolonialisme Belanda. Saat ini menjadi pusat perdagangan yang ramai dengan toko-toko dan perkantoran.

Sidikalang

Kota di Sumatra Utara yang dikenal dengan udaranya yang sejuk, perkebunan kopi (kopi Sidikalang), dan warisan budaya Batak. Kota ini strategis pada masa kolonial Belanda karena potensi pertaniannya.

Polsek Tigalingga

Fasilitas kepolisian di Kecamatan Tigalingga, Sumatra Utara, yang berfungsi sebagai pusat keamanan publik di wilayah pedesaan, sejalan dengan mandat kepolisian nasional Indonesia.

Dusun Namo Buah

Dusun tradisional di Sumatra Utara yang masih melestarikan arsitektur Karo Batak (rumah adat) dan adat istiadat pertanian leluhur, mencerminkan nilai-nilai komunitas adat setempat.

Desa Sarintonu

Pemukiman pedesaan di Sumatra Utara dengan arsitektur tradisional dan lingkungan alam. Secara historis merupakan daerah pertanian sejak era kolonial, kini menarik pengunjung karena keaslian budayanya.

Kecamatan Tigalingga

Wilayah di Sumatra Utara yang dihuni oleh suku Karo Batak, dikenal dengan pemandangan alamnya, rumah adat, dan pertaniannya, memadukan tradisi dengan perdagangan lokal.

Kabupaten Dairi

Daerah pegunungan di Sumatra Utara, rumah bagi etnis Pakpak dan Toba Batak. Terkenal dengan produksi kopi, kakao, dan warisan budaya yang telah terpengaruh agama Kristen dengan akar kepercayaan animisme.