Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 Kota Medan resmi dibuka di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal. Pembukaan ditandai dengan pemukulan rebana bersama Wakil Wali Kota, Ketua DPRD Kota Medan, anggota forum koordinasi pimpinan daerah, Ketua Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Medan, dan Sekretaris Daerah.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga momen untuk menyiarkan ajaran Islam dan memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ditegaskan bahwa MTQ merupakan kebanggaan Kota Medan, yang diharapkan dapat melahirkan generasi qari dan qariah berprestasi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Pentingnya penyelenggaraan MTQ yang lancar ditekankan, dengan sistem penilaian yang adil dan profesional untuk menghasilkan peserta terbaik yang dapat menjadi teladan di masyarakat.

Lebih lanjut, diapresiasi peningkatan kualitas penyelenggaraan MTQ tahun ini, baik dari segi penataan tempat maupun keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari seluruh kecamatan.

Pada kesempatan ini, juga disoroti pentingnya penggunaan teknologi dengan bijak, tanpa melupakan nilai-nilai agama yang terkandung dalam Al-Qur’an.

MTQ ke-59 Medan mengusung tema “Membangun Ketaatan Hakiki kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Menuju Medan Berkah,” yang terinspirasi dari Surah An-Nisa ayat 59 tentang ketaatan kepada Allah, Rasul, dan pemimpin.

Sementara itu, dilaporkan bahwa acara ini berlangsung dan diikuti oleh 692 kontestan dari 21 kecamatan serta madrasah aliyah negeri dan swasta.

MTQ dimulai dengan parade ‘ta’aruf’ yang melibatkan sekitar 11.000 peserta. Delapan cabang dilombakan, meliputi seni tilawah, qira’at, hafalan, tafsir, pemahaman, penjelasan, kaligrafi, dan penulisan karya ilmiah Al-Qur’an.

Selain perlombaan, acara juga menampilkan pameran dari organisasi perangkat daerah, partisipasi dari 21 kecamatan, serta bazar UMKM dengan 112 pelaku usaha yang difasilitasi Pemerintah Kota Medan.

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) adalah kompetisi nasional Indonesia yang bergengsi untuk pembacaan Al-Qur’an, didirikan untuk melestarikan dan mempromosikan seni *tajwid* (pelafalan dan intonasi yang benar). Pertama kali diselenggarakan secara resmi pada 1940, MTQ telah berkembang menjadi acara budaya dan keagamaan utama, dengan peserta berkompetisi di berbagai tingkat daerah sebelum maju ke final nasional. MTQ tidak hanya berfungsi sebagai platform untuk menunjukkan keterampilan tilawah, tetapi juga memperkuat nilai-nilai Islam dan mempererat persatuan di antara komunitas Muslim Indonesia yang beragam.

Medan

Medan adalah ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, dan pusat ekonomi utama di Pulau Sumatera. Secara historis, kota ini berkembang dari desa kecil menjadi pusat perdagangan yang signifikan pada akhir abad ke-19, terutama karena pembangunan perkebunan tembakau dan karet oleh kolonialis Belanda. Warisan multikultural kota ini tercermin dalam landmark seperti Istana Maimun, yang dibangun oleh Kesultanan Deli, serta arsitekturnya yang beragam dengan perpaduan pengaruh Melayu, Tionghoa, dan Eropa.

Jalan Jenderal Gatot Subroto

Jalan Jenderal Gatot Subroto adalah jalan utama di Jakarta, Indonesia, yang dinamai untuk menghormati Jenderal Gatot Soebroto, seorang pahlawan nasional dari masa Perang Kemerdekaan Indonesia. Secara historis, jalan ini berkembang sebagai bagian dari ekspansi dan modernisasi kota pasca-kemerdekaan pada pertengahan abad ke-20. Saat ini, jalan ini merupakan koridor bisnis dan pemerintahan pusat, yang dipenuhi gedung pencakar langit, kementerian, dan kantor pusat perusahaan.

Kecamatan Medan Sunggal

Medan Sunggal adalah sebuah kecamatan di Kota Medan, Indonesia, yang secara historis dikenal sebagai pusat penting bagi masyarakat Batak Karo. Namanya berasal dari kata Karo “sunggal,” yang berarti “berkumpul,” mencerminkan peran masa lalunya sebagai tempat pertemuan komunitas. Saat ini, Medan Sunggal merupakan kawasan perkotaan yang ramai yang tetap mempertahankan identitas budayanya sekaligus menjadi bagian dari lanskap komersial dan permukiman kota.

DPRD Kota Medan

DPRD Kota Medan adalah badan legislatif Kota Medan, Indonesia, yang dibentuk untuk mewakili warga kota dan mengawasi pemerintahan daerah. Struktur modernnya dibentuk setelah kemerdekaan Indonesia dan reformasi desentralisasi, berevolusi dari lembaga kotamadya era kolonial sebelumnya untuk membentuk kebijakan dan pembangunan ibu kota Sumatera Utara ini.

Gerakan PKK Kota Medan

Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Medan adalah organisasi berbasis komunitas di Medan, Indonesia, yang berfokus pada promosi kesejahteraan keluarga, kesehatan, dan pendidikan. Organisasi ini didirikan sebagai bagian dari program PKK nasional yang digagas pemerintah Indonesia pada tahun 1970-an untuk melibatkan perempuan dalam pembangunan komunitas dan kesejahteraan sosial di tingkat lokal. Kegiatan gerakan ini biasanya mencakup bimbingan keluarga berencana, pendidikan gizi, serta inisiatif untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dan sanitasi.

Surah An-Nisa

“Surah An-Nisa” bukanlah tempat fisik atau situs budaya, melainkan sebuah surah (keempat) dalam Al-Qur’an, teks keagamaan utama Islam. Ini adalah surah Madaniyah yang panjang yang diturunkan setelah berdirinya komunitas Muslim di Madinah, terutama membahas legislasi sosial, hukum keluarga, warisan, serta hak-hak perempuan dan anak yatim. Sejarahnya terkait dengan kebutuhan komunitas Muslim awal akan kerangka kerja sosial dan hukum yang komprehensif pada abad ke-7 Masehi.

Bazar UMKM

Bazar UMKM adalah pasar dan platform promosi yang dirancang untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor ekonomi vital di banyak negara seperti Indonesia. Istilah ini biasanya mengacu pada acara fisik atau digital terorganisir yang menghubungkan bisnis-bisnis ini dengan pelanggan dan investor, membantu mendorong kewirausahaan, produksi lokal, dan pertumbuhan ekonomi. Meskipun bukan situs sejarah tunggal, konsepnya telah mendapatkan momentum signifikan dalam beberapa dekade terakhir seiring pemerintah dan lembaga menyadari pentingnya pemberdayaan industri skala kecil.