Senyum lega mengembang di wajah Rohman (52), seorang pedagang kecil di Desa Patramanggala, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah reyot, kini ia bisa beristirahat di tempat tinggal yang lebih layak.
Rumah Rohman dan keluarganya yang dulu bisa roboh kapan saja, kini telah direnovasi dan menjadi lebih layak huni.
“Dulu kalau hujan deras, kami sering kerja sama menampung air pakai ember. Sekarang atapnya sudah kuat, ada kasur baru, meja dan kursi, semuanya terasa lebih manusiawi. Saya merasa hidup saya benar-benar mulai lagi,” ujar Rohman.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan beberapa warga lain yang berkesempatan mendapatkan renovasi rumah melalui program perbaikan rumah.
Rumah-rumah yang sebelumnya sempit dan rawan bocor, kini berdiri lebih kokoh dengan fasilitas sederhana namun fungsional.
Renovasi ini diinisiasi melalui kolaborasi dengan PIK2, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, menggandeng tenant di Indonesia Design District (IDD) seperti BIKA Living, Sleep & Co, Juno Home, TOTO, serta kepedulian dari Escalier Interior.
Rumah yang dulu sempit dan tak layak huni, kini berdiri lebih kuat, dilengkapi perabotan yang menambah kenyamanan.
Mereka mendonasikan furnitur dan perlengkapan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Business Development Director menekankan, upaya renovasi rumah ini tidak hanya membawa perubahan pada bangunan fisik.
“Setiap rumah yang berdiri kembali menanam benih kebahagiaan baru, menyediakan hunian yang tidak hanya layak, tetapi juga penuh makna melalui serangkaian proses renovasi rumah CSR PIK2,” tutupnya.