Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam inisiatif Gotong Royong Gerak Cepat Jaga Jakarta.
Rano menyatakan bahwa gotong royong membersihkan fasilitas umum yang terdampak aksi unjuk rasa tidak akan cukup jika hanya melibatkan aparaturnya. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat diharapkan.
“Tentu saja, semua tenaga kerja sangat terbatas. Artinya kita butuh partisipasi masyarakat,” ujarnya usai memimpin aksi Gotong Royong Gerak Cepat Jaga Jakarta di kawasan Senen.
Rano menjelaskan, aksi gotong royong hari ini untuk membersihkan Halte Transjakarta Sentral Senen dan Halte Transjakarta Toyota Rangga melibatkan 215 peserta, termasuk pelajar, komunitas ojol, pedagang pasar, dan alumni.
Menyangkut potensi unjuk rasa lanjutan, Rano menegaskan bahwa dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tidak pernah melarang. Mereka mengizinkan masyarakat menyampaikan aspirasi dan tuntutan secara damai tanpa merusak fasilitas umum seperti halte Transjakarta.
Rano menjelaskan, merusak fasilitas umum akan menimbulkan efek beruntun yang berujung pada kegagalan sistem dan berdampak pada layanan secara keseluruhan.
Selain mengganggu layanan, merusak fasilitas umum juga akan memengaruhi citra Jakarta dan Indonesia di mata dunia.
Rano menambahkan, akhir pekan lalu Gubernur Pramono Anung menginstruksikan agar kegiatan Car Free Day (CFD) tetap berjalan sebagai bentuk penegasan bahwa Jakarta tidak lumpuh dan tetap terkendali.
“Mari bersama-sama bergotong royong menjaga Jakarta, menjaga lingkungan kita. Jangan sampai kerja keras kita selama ini sia-sia,” tegasnya.