Jakarta –
Empat siswa yang terlibat dalam serangan terhadap seorang siswa sekolah kejuruan di Jakarta Utara telah ditetapkan sebagai tersangka. Semua ditahan untuk proses hukum.
“Keempat siswa yang ditahan kini menjadi tersangka dan telah ditahan,” kata Kepala Kepolisian Metropolitan Jakarta Utara.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tersangka sudah dewasa (di atas 17 tahun), sementara tiga lainnya masih di bawah umur.
“Satu tersangka dewasa, tiga masih di bawah umur. Kami telah berkoordinasi dengan kantor pembebasan bersyarat, bahkan selama interogasi kemarin,” ujarnya.
Kepala polisi menambahkan bahwa korban serangan asam masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
“Korban masih dirawat di rumah sakit. Kondisinya: satu mata stabil sementara mata lainnya masih dalam perawatan,” katanya.
Mengumpulkan uang untuk membeli asam
Polisi mengungkapkan bahwa keempat siswa membeli asam tersebut secara patungan. Bahan kimia itu dibeli untuk digunakan dalam perkelahian jalanan.
“Mereka patungan uang untuk membelinya, dengan niat menggunakannya dalam tawuran,” ujar kepala polisi.
Penyelidikan menunjukkan bahwa serangan itu telah direncanakan. Mereka secara aktif mencari lawan, tetapi karena tidak menemukannya, mereka menyerang korban yang lewat di sana.
Korban dan para penyerang tidak saling kenal. Korban menderita luka di wajah yang memerlukan rawat inap setelah disiram asam.
“Korban AP menderita luka di wajah yang mengenai mata,” tambahnya.
Insiden itu terjadi pada hari Jumat. Keempat tersangka, yang juga merupakan siswa, telah ditangkap dan sedang diperiksa di kantor polisi Jakarta Utara.