SMA Muhammadiyah I Depok, yang berlokasi di Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, hanya menerima empat siswa baru untuk tahun ajaran 2025/2026.

Menurut laporan, sekolah seharusnya dapat menampung hingga 29 siswa per kelas.

“Berdasarkan data, ada lima pemohon, tetapi hingga saat ini hanya empat siswa yang datang ke sekolah,” kata seorang perwakilan sekolah.

Situasi ini sangat berbeda dengan jumlah siswa di kelas XI dan XII.

“Kelas atas memiliki sekitar 20 siswa. Saat ini, kelas XI memiliki 29 siswa, setahu saya. Kelas XII memiliki sekitar 27 siswa,” tambah perwakilan tersebut.

Selama masa pendaftaran siswa baru, sekolah menerima lima berkas pendaftaran. Namun, satu siswa tidak pernah hadir ke kelas hingga hari ini.

Akibatnya, hanya empat siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas X.

Penurunan jumlah siswa kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan kebijakan pemerintah, terutama terkait kuota kelas di sekolah negeri.

“Perbedaan sekarang mungkin karena peraturan baru untuk pendaftaran di SMA negeri. Jadwalnya mundur dan kuota per kelas meningkat. Setahu saya, sekarang 50 siswa per kelas, sedangkan tahun lalu hanya 40,” jelas perwakilan tersebut.

Mereka berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengevaluasi sistem seleksi siswa baru (SPMB) yang diterapkan di sekolah negeri.

“Saya berharap ada solusi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait SPMB tahun ini, karena telah berdampak negatif pada sekolah swasta,” pungkas perwakilan tersebut.

SMA Muhammadiyah I Depok

SMA Muhammadiyah I Depok adalah sekolah menengah atas Islam swasta yang berlokasi di Depok, Indonesia, berafiliasi dengan organisasi Muhammadiyah, salah satu kelompok Muslim terbesar di negara ini. Didirikan sebagai bagian dari jaringan pendidikan Muhammadiyah, sekolah ini menekankan keunggulan akademik dan nilai-nilai Islam, mengikuti misi organisasi untuk mempromosikan pendidikan modern yang berlandaskan prinsip-prinsip agama. Sekolah ini telah berkontribusi pada pendidikan lokal dengan menawarkan alternatif bagi keluarga yang mencari kurikulum berbasis iman bersamaan dengan standar pendidikan nasional.