Pemerintah di salah satu kota di Indonesia punya rencana unik untuk mengurangi kecanduan anak-anak pada ponsel pintar — dengan memberikan mereka anak ayam berbulu halus untuk dipelihara.

Sekitar 2.000 anak ayam berumur empat hari akan dibagikan kepada siswa sekolah dasar dan menengah pertama di Bandung dalam beberapa minggu ke depan, sebagai upaya mengalihkan perhatian anak-anak dari gawai mereka.

Siswa harus memberi makan hewan peliharaan baru mereka sebelum dan sesudah sekolah, dan boleh memeliharanya di rumah atau di area sekolah jika tidak memiliki cukup lahan di halaman.

Pemerintah kota yang terletak sekitar 150 kilometer di tenggara ibu kota Jakarta ini menyebut proyek tak biasa tersebut dengan istilah “ayamisasi”.

Dalam acara peresmian pada Kamis, selusin anak ayam dalam kandang dibagikan dengan tanda yang bertuliskan: “Tolong rawat aku dengan baik”.

“Ada aspek disiplin di sini,” ujar wali kota.

Namun, proyek ini bukan hanya tentang membatasi kebiasaan bermain ponsel anak sekolah, katanya — ini juga bagian dari rencana nasional untuk memperluas wawasan pendidikan siswa.

Proyek anak ayam ini pertama kali diumumkan bulan lalu, tetapi kota membutuhkan waktu untuk mengatur logistik dengan peternakan ayam lokal.

Seorang ibu menyambut baik rencana ‘anak ayam, bukan ponsel’ ini, dan bahkan berharap ini bisa mendorong putranya untuk menjadi peternak unggas.

“Lebih bermanfaat bagi mereka merawat anak ayam daripada bermain ponsel pintar,” ujarnya.

Tapi anak remajanya kurang antusias.

“Lebih seru main ponsel pintar,” katanya.

Bandung

Bandung adalah ibu kota Jawa Barat, Indonesia, terkenal dengan sebutan “Paris van Java” karena arsitektur bergaya Eropa dan scene seni serta fesyennya yang dinamis. Secara historis, kota ini menjadi tempat Konferensi Asia-Afrika 1955, sebuah peristiwa bersejarah yang menyatukan negara-negara berkembang selama Perang Dingin.

Jakarta

Jakarta adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di Indonesia, terletak di pesisir barat laut Pulau Jawa. Secara historis dikenal sebagai Sunda Kelapa dan kemudian Batavia di bawah pemerintahan kolonial Belanda, kota ini menjadi pusat imperium perdagangan Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) pada abad ke-17. Kini, Jakarta adalah metropolis besar yang ramai dan berfungsi sebagai pusat politik dan ekonomi negara.