Berhasil diselesaikan satu per satu rangkaian acara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah berbagai lomba olahraga memeriahkan peringatan HUT ke-80 RI, disusul peresmian perubahan nama Lapangan Sosial menjadi Lapangan Sawarga, acara Khitanan Massal pun berhasil digelar.
Khitanan Massal ini mengusung tema ‘Bukti Bakti 10.08.12 Bersinergi dengan RW 13’.

“Khitanan Massal ini merupakan kegiatan pertama di komplek ini dan semoga bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ujar Ketua RW 13 yang juga merupakan Ketua 10.08.12 Rayon Cimaung.
Menurutnya, Khitanan Massal di komplek ini melibatkan sponsor dan sumbangan dari warga komplek.
“Alhamdulillah dana berasal dari warga komplek dan bisa membantu warga lainnya. Khitanan Massal diikuti enam anak dan ditangani oleh dr. Hendra Heri Santoso yang juga merupakan pengurus 10.08.12 Rayon Cimaung,” jelasnya.
“Khitanan Massal juga dimeriahkan pertunjukan Lengser, Pencak Silat Pagar Nusa, dan ditutup dengan Tausiyah dari Ketua DKM Al Muhajirin, H. Eman Sulaeman. Terima kasih kepada semua unsur masyarakat, termasuk Karang Taruna, ibu-ibu PKK, dan semua pihak,” tutupnya.

Upacara Gabungan TNI, Polri dan Pemerintah Kabupaten Subang dalam persiapan pengamanan demonstrasi sekaligus penetapan Sistem Keamanan Markas Siaga 1 digelar di Markas Polres Subang.
Upacara gabungan dipimpin langsung oleh Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, dan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Subang, termasuk Bupati Subang Reynaldy Putra, Komandan Kodim 0605/Subang Letkol CZI Asep Saepudin, Kajari Subang Dr. Bambang Winarno, serta perwakilan dari Pangkalan Udara Suryadarma, Satpol PP dan instansi terkait lainnya.
Upacara siaga ini diikuti ratusan personel gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Militer Subang, Pangkalan Udara Suryadarma, Kodim 0605/Subang, Brimob, Polres Subang, Satuan Intelkam, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.
Kapolres Subang menekankan bahwa upacara siaga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Kita harus menunjukkan kesiapan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik kepada masyarakat. Tujuan upacara ini adalah untuk menyiapkan rencana kontingensi,