Sebanyak 120 rumah tidak layak huni di RW 12, Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, resmi diserahkan kepada warga. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Renovasi Rumah Gotong Royong Merah Putih 2025 yang digagas pemerintah pusat untuk mempercepat penyediaan hunian yang layak.
Penyerahan kunci rumah juga menjadi momen simbolis pelaksanaan program perumahan nasional di Kota Bandung.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menekankan bahwa sektor perumahan kini mendapat perhatian serius.
“Tahun ini, pemerintah mengalokasikan 350.000 rumah bersubsidi, jumlah terbesar dalam sejarah. Program ini tidak hanya menyediakan rumah layak huni tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Menteri di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.
Menurut Menteri, merenovasi rumah menjadi layak huni berdampak langsung pada terciptanya lapangan kerja baru, mendongkrak industri bahan bangunan, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat kecil.
“Bahkan, banyak warga yang sebelumnya buruh harian kini bisa berkembang menjadi pengusaha perumahan,” tambah Menteri.
Gubernur Provinsi menegaskan bahwa pemerintah provinsi menargetkan menghilangkan semua rumah kumuh di Jawa Barat dalam tiga tahun ke depan.
“Setiap rumah harus punya kamar mandi sendiri. Tidak boleh lagi warga buang air besar di sungai atau sawah. Kalau ada yang belum punya toilet, pemerintah akan turun membantu,” kata Gubernur.
Selain perbaikan perumahan, Pemerintah Provinsi juga menyiapkan perlindungan bagi pekerja informal melalui skema asuransi ketenagakerjaan.
“Kalau pekerja serabutan sakit atau meninggal, keluarganya tetap terlindungi,” jelas Gubernur.
Sementara itu, Wali Kota Bandung melaporkan progres renovasi rumah di wilayahnya. Dari target 500 unit yang didukung Yayasan Buddha Tzu Chi, 126 rumah telah selesai, 54 unit sedang dibangun, dan sisanya ditargetkan rampung sebelum Lebaran 2026.
“Insya Allah, menjelang Ramadan depan, seluruh warga penerima manfaat sudah bisa menempati rumah yang layak dan nyaman. Ini adalah bukti kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra sosial seperti Tzu Chi,” kata Wali Kota.
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia merupakan mitra strategis dalam Program Renovasi Rumah Merah Putih. Secara nasional, Tzu Chi berkomitmen merenovasi 4.000 rumah menjelang Lebaran 2026. Saat ini, 358 unit telah selesai, 3.417 unit sedang berjalan, dan sisanya akan segera dimulai. Di Jawa Barat, dari target 2.000 rumah, 131 unit telah selesai dan 89 unit masih dikerjakan.
“Ini adalah semangat kemanusiaan lintas agama dan sektor. Kehadiran Tzu Chi membuktikan bahwa kepedulian bisa menyatukan kita semua,” ujar Wali Kota.

Menteri Perumahan dan Permukiman langsung meninjau hasil renovasi rumah warga melalui Program Renovasi Rumah Gotong Royong Merah Putih di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.
Program ini merupakan kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi, Summarecon, Pemerintah Kota Bandung, dan Pemerintah Provinsi untuk mewujudkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri menekankan, merenovasi rumah tidak layak huni merupakan bagian penting dari target nasional Program 3 Juta Rumah. Program ini menerapkan konsep BSPS Swasta dan Sharing Economics, di mana pengusaha berbagi keuntungan melalui pembangunan rumah tanpa menggunakan anggaran negara.
“Masyarakat butuh solusi nyata untuk masalah perumahan, bukan sekadar diskusi di ruang rapat,” kata Menteri.
Menteri menyerahkan kunci rumah yang telah direnovasi bersama Gubernur Jawa Barat, Wakil Ketua Komisi V DPR, Kepala Staf Kepresidenan, Wali Kota Bandung, dan Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung.
Penyerahan kunci itu menjadi simbol nyata gotong royong lintas sektor untuk mengatasi backlog perumahan.
Gubernur menyampaikan target ambisius bahwa dalam tiga tahun ke depan, Jawa Barat akan bebas dari permukiman kumuh.