Di balik kelembutannya, seorang wanita menyimpan kekuatan besar untuk menumbuhkan dan memberdayakan orang-orang di sekitarnya. Ungkapan ini sangat tepat menggambarkan sosok Sri Malasarin, seorang petugas pemasaran mikro, yang biasa disebut Mantri BRI, yang bertugas di Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Bagi wanita yang akrab disapa Mala ini, perannya bukan sekadar pekerjaan. Lebih dari itu, ia adalah bagian dari roda penggerak ekonomi masyarakat desa. Ketekunan dan kegigihannya selama bertahun-tahun telah membantu banyak wirausaha mikro, terutama petani, untuk mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan dalam mengembangkan usaha mereka.

Mala berbagi cerita tentang awal perjalanan karirnya menjadi seorang Mantri BRI seperti sekarang. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya di Agribisnis Pertanian, ia sempat bekerja di sektor keuangan sebelum akhirnya bergabung sebagai frontliner di BRI pada tahun 2012.

Dua tahun kemudian, tepatnya di tahun 2014, Mala mengikuti rekrutmen internal di bidang pemasaran dan berhasil terpilih menjadi Mantri BRI. Peran baru ini membuka banyak pengalaman baru serta tantangan dalam melayani masyarakat secara langsung.

Sebagai seorang Mantri BRI, Mala menyadari bahwa kunci utama dalam menjalankan tugasnya adalah membangun hubungan baik dengan nasabah. Setiap hari ia berhadapan dengan berbagai macam orang dengan karakter yang berbeda.

“Pendekatan kepada nasabah adalah yang utama, karena kita bertemu dengan orang-orang yang berbeda karakternya. Ada yang mungkin lembut, atau memiliki karakter yang keras, kita harus bisa menghadapinya dengan pendekatan yang baik. Lalu mungkin juga ada orang yang belum paham, jadi kita harus mengedukasi mereka secara perlahan,” ujar Mala.

Saat ini, Mala membina nasabah di sekitar tiga desa di wilayah Mujur, Praya Timur. Mayoritas nasabah ini adalah petani yang membutuhkan dukungan modal untuk menjalankan usaha pertanian mereka.

Melalui perannya, Mala membantu mereka mendapatkan akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha mereka. Tidak hanya memberikan pinjaman, ia juga memberikan arahan agar pengelolaan keuangan mereka tetap sehat.

“Kita harus membimbing sesuai dengan kebutuhan nasabah. Di sini umumnya untuk pupuk, pestisida, dan lahan, baik yang disewa maupun tambahan. Kami menganalisis jumlah pinjaman dan memastikannya tetap dalam koridor. Setelah panen, kami mengarahkan mereka untuk investasi. Jadi, meskipun utamanya pinjaman, kami juga menawarkan produk lain yang sesuai dengan kebutuhan nasabah,” lanjutnya.

Menariknya, peran Mala tidak berhenti pada akses keuangan saja. Ia juga sering bertindak sebagai penghubung antara petani dengan pelaku usaha lain yang dapat membantu dalam proses produksi hingga pemasaran hasil panen.

“Selain itu, jika ada nasabah petani yang panen, saya juga yang menghubungkan mereka dengan nasabah lain yang mungkin memiliki fasilitas penggilingan, atau dengan tengkulak, sehingga membantu produksi dan pemasaran. Ada juga Agen BRILink di sini yang menjual pupuk dan pestisida, saya bantu distribusikan ke petani yang membutuhkan. Jadi, bisa juga membantu roda perekonomian masyarakat,” jelas Mala.

Selama lebih dari 11 tahun dalam perannya sebagai Mantri BRI, Mala mengaku bangga dengan profesi yang dijalaninya. Baginya, kebahagiaan terbesar datang tidak hanya dari kesejahteraannya sebagai karyawan, tetapi juga dari melihat kemajuan nasabah yang dibinanya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah kedekatan emosional dengan nasabah, yang membuatnya merasa dicintai. Hal ini terlihat ketika nasabah merasa kehilangan saat ia akan dipindahtugaskan, sekaligus menegaskan pandangannya bahwa peran Mantri BRI sebagai ujung tombak ekonomi mikro sangat penting dalam mengedukasi dan membimbing masyarakat agar tujuan keuangan tercapai dan roda ekonomi terus berputar.

“Rasanya senang dan sangat bangga melihat perubahan mereka. Dari nasabah yang mungkin omsetnya kecil, perlahan menjadi besar. Dari yang asetnya sedikit, menjadi memiliki mobil, memiliki rumah. Kami sebagai Mantri sangat senang melihat keberhasilan seperti itu,” tambah Mala.

Peran Mantri BRI yang ditunjukkan oleh Mala adalah bukti nyata bahwa di BRI, perempuan memiliki kapasitas dan kontribusi yang besar dalam menggerakkan perekonomian rakyat.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan oleh Mantri BRI di lapangan. Kisah ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi masyarakat. BRI percaya bahwa kesetaraan kesempatan adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.”

<img alt="Mendorong UMKM

Mujur

Mujur adalah sebuah desa yang terletak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia, yang dikenal terutama karena **Candi Mujur**. Kompleks candi Hindu ini berasal dari abad ke-8 hingga ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno dan merupakan salah satu candi tertua di daerah tersebut, dibangun dari batu andesit dengan gaya yang mirip dengan candi-candi Jawa Tengah awal lainnya. Saat ini, candi ini berdiri sebagai situs arkeologi yang signifikan namun jarang dikunjungi, menawarkan wawasan tentang penyebaran awal budaya Hindu di Jawa.

Kecamatan Praya Timur

Kecamatan Praya Timur adalah sebuah kawasan tepi pantai bersejarah di ibu kota Mataram di pulau Lombok, Indonesia. Kawasan ini awalnya dikembangkan pada akhir abad ke-19 selama masa kolonial Belanda, menampilkan jalan tepi pantai yang panjang dan gedung-gedung administrasi. Saat ini, tempat ini berfungsi sebagai tempat berkumpul warga setempat yang populer dan menawarkan pemandangan melintasi Selat Lombok menuju Bali.

Kabupaten Lombok Tengah

Kabupaten Lombok Tengah adalah sebuah wilayah administratif di pulau Lombok, Indonesia, yang dikenal dengan budaya Sasak tradisionalnya dan pemandangan alam yang menakjubkan seperti Gunung Rinjani. Secara historis, wilayah ini adalah bagian dari Kerajaan Selaparang, kerajaan Hindu-Buddha dan kemudian Islam yang memerintah Lombok sebelum penjajahan Belanda. Saat ini, wilayah ini tetap menjadi pusat kehidupan desa Sasak asli, kerajinan tangan, dan pertanian.

Provinsi Nusa Tenggara Barat

Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah sebuah wilayah Indonesia yang mencakup pulau Lombok dan Sumbawa, yang dikenal dengan pantainya yang indah dan Gunung Rinjani. Secara historis, wilayah ini dipengaruhi oleh kerajaan Hindu-Buddha sebelum datangnya Islam, dan kemudian berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Saat ini, wilayah ini merupakan kawasan budaya yang khas di Indonesia, dengan masyarakat adat Sasak di Lombok dan masyarakat Sumbawa yang melestarikan tradisi unik di samping mayoritas penduduk Muslim.

BRI

“BRI” paling sering merujuk pada Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative) Tiongkok, sebuah strategi pengembangan infrastruktur global yang diluncurkan pada tahun 2013. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas regional dan integrasi ekonomi dengan berinvestasi dalam proyek-proyek di Asia, Afrika, dan Eropa, menghidupkan kembali konsep sejarah jalur perdagangan Jalur Sutra kuno. Ini bukanlah satu situs fisik tunggal, melainkan sebuah kerangka kerja geopolitik dan ekonomi besar yang melibatkan lebih dari 150 negara.

Agen BRILink

“Agen BRILink” bukanlah tempat bersejarah atau situs budaya yang diakui. Istilah ini tampaknya merupakan istilah bisnis modern, kemungkinan merujuk pada agen atau perwakilan yang terkait dengan sebuah perusahaan atau layanan bernama “BRILink. Oleh karena itu, istilah ini tidak memiliki latar belakang sejarah atau budaya untuk dirangkum.