Bandung

Pengemudi ojek online (ojol) di Bandung Raya memastikan tidak akan turun ke jalan untuk mengikuti aksi yang rencananya digelar sekelompok orang di Kota Bandung hari ini, Senin (1/9/2025).

“Tidak, kami driver online tidak berencana menggelar atau ikut demonstrasi apa pun,” kata perwakilan Himpunan Driver Bandung Raya (HDBR) saat dikonfirmasi.

“Kami dari komunitas driver ojol tidak ada rencana ikut aksi tersebut,” tambahnya.

Namun, perwakilan itu menegaskan, HDBR mendukung penuh aksi yang bertujuan menyampaikan aspirasi. Mereka mengingatkan, aksi apa pun harus dilakukan secara tertib dan tidak melanggar aturan.

“Jadi intinya, kami mendukung setiap demonstrasi selama untuk kebaikan bersama, tapi untuk saat ini yang mau jalan silakan, tapi kami minta tetap tertib, tidak anarkis, dan sebagainya,” ujarnya.

Mereka menyayangkan aksi akhir pekan lalu yang memicu kerusuhan di Kota Bandung dan beberapa daerah lain. Menurut mereka, hal itu justru mengaburkan tujuan utama menyampaikan aspirasi.

“Sangat disayangkan dan sangat disesalkan. Kami sangat mengecam aksi-aksi anarkis dan sejenisnya karena itu di luar tujuan kita menyuarakan keprihatinan kepada pemerintah,” jelas perwakilan tersebut.

Lebih lanjut, mereka mengingatkan dalam situasi ‘memanas’ ini semua pihak harus bersama-sama menjaga ketertiban. Menurut perwakilan itu, ada oknum-oknum yang memanfaatkan aksi massa untuk melakukan provokasi.

“Kalau dilakukan dengan tertib, sesuai aturan, maka kami dukung sepenuhnya. Tapi kami tahu kondisi negara kita sedang cukup panas, dan pasti ada pihak-pihak dan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin melihat bangsa kita terpecah belah,” tegasnya.

Untuk itu, para driver ojol di Bandung Raya saat ini sepakat untuk tidak turun aksi menyampaikan aspirasi untuk sementara waktu. Mereka juga mendukung aparat mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kerusuhan.

“Betul (khawatir dimanfaatkan). Makanya kami sepakat dengan tindakan tegas aparat terhadap kerumunan yang bertindak di luar aturan; kalau ada penjarahan, anarkis, atau perusakan, kami setuju dengan tindakan seperti itu,” tutup perwakilan tersebut.

Gedung DPRD Jawa Barat

Gedung DPRD Jawa Barat adalah kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) provinsi Jawa Barat, Indonesia. Dibangun pada tahun 1980-an, gedung ini menjadi pusat pemerintahan demokrasi dan pengambilan keputusan politik di wilayah tersebut. Bangunan ini melambangkan otoritas administratif dan pembangunan provinsi.

Kota Bandung

Bandung adalah ibu kota Provinsi Jawa Barat, Indonesia, yang terkenal dengan julukan “Paris van Java” karena arsitektur bergaya Eropa dan adat seni serta fesyennya yang dinamis. Secara historis, kota ini terkenal secara internasional sebagai tuan rumah Konferensi Asia-Afrika 1955, pertemuan penting negara-negara yang sebelumnya dijajah. Kota ini didirikan oleh Belanda pada awal abad ke-19 dan berkembang menjadi daerah perkebunan dan resort utama pada masa kolonial.

Bandung Raya

Bandung Raya adalah wilayah metropolitan di Jawa Barat, Indonesia, yang meliputi Kota Bandung dan kabupaten-kabupaten sekitarnya. Secara historis, wilayah ini dikembangkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-19 sebagai kota resort terencana karena iklim dataran tingginya yang sejuk. Saat ini, Bandung Raya menjadi pusat ekonomi, pendidikan, dan budaya utama, terkenal dengan arsitektur Art Deco, universitas, serta industri kreatifnya yang dinamis.