Penumpang Bandros Capai Rekor Tertinggi Saat HUT RI ke-80
Bandung –
Dinas Perhubungan Kota Bandung mencatat rekor penumpang Bandung Tour On the Bus (Bandros) selama perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Indonesia. Armada wisata ikonis di Kota Bandung itu melayani hingga 1.962 penumpang tepat pada tanggal 17 Agustus 2025.
Dalam rangka HUT ke-80 RI, Bandros menggelar promosi besar-besaran bagi penumpang. Wisatawan hanya perlu membayar Rp 80 untuk berkeliling dan menikmati suasana Kota Kembang.
“Jadi pada 17 Agustus, penumpang Bandros mencapai 1.962. Ini adalah rekor karena angka tahun sebelumnya jauh di bawah itu,”
Jumlah penumpang Bandros itu memecahkan rekor tertinggi karena pada 2024 hanya mencapai 714 orang dan pada 2023 mencapai 378 orang. Rekor ini bahkan melampaui jumlah penumpang Bandros setiap akhir pekan yang biasanya mencapai 1.000-1.200 orang.
“Antusiasme masyarakat luar biasa, karena ini momen libur. Faktor penting lainnya adalah jalanan sepi, sehingga volume kendaraan bergerak lebih cepat. Biasanya 45 menit bisa jadi satu jam, tapi kemarin bisa di bawah 30 menit untuk menyelesaikan satu putaran karena jalanan sepi sejak pagi,”
Promosi besar-besaran ini digelar oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) bertepatan dengan Pekan QRIS Nasional 2025. Rute yang dilayani Bandros berjalan dari Alun-alun Bandung – Asia Afrika – Banceuy – Viaduct – Wastukencana – Dago – Diponegoro – Cilaki – Tamblong – Asia Afrika.
“Kami bekerja sama dengan BI, ini hanya berlaku pada 17 Agustus. Ini diterapkan di dua titik halte Bandros: di Alun-alun dan di Jalan Diponegoro,”
Bandung Tour On the Bus (Bandros)
Bandung Tour on the Bus (Bandros) adalah layanan bus wisata bertingkat dua tanpa atap yang populer untuk melihat-lihat landmark kota. Diluncurkan pada 2015 oleh pemerintah kota Bandung untuk memberikan cara mudah dan terjangkau bagi wisatawan menjelajahi arsitektur era kolonial, distrik belanja modern, dan pemandangan indah kota. Nama layanan ini adalah gabungan dari “Bandung” dan “Tour on the Bus.”
Alun-alun Bandung
Alun-alun Bandung adalah alun-alun pusat kota dan pusat sosial utama di Bandung, Indonesia. Secara historis, ini adalah inti dari desain asli kota era kolonial, didirikan pada awal abad ke-19 oleh pemerintah Hindia Belanda. Kini, ini adalah ruang publik yang dinamis dikelilingi oleh masjid, kantor pemerintah, dan pasar, berfungsi sebagai tempat berkumpul populer bagi warga lokal dan turis.
Asia Afrika
Kawasan Asia Afrika merujuk pada Konferensi Bandung bersejarah tahun 1955, di mana para pemimpin dari negara-negara Asia dan Afrika berkumpul di Bandung, Indonesia. Pertemuan ini adalah peristiwa penting abad ke-20 yang mempromosikan kerja sama dan solidaritas di antara negara-negara yang pernah dijajah melawan kolonialisme. Nama ini sekarang juga merujuk pada jalan utama (Jalan Asia Afrika) di kota, yang menjadi lokasi tempat bersejarah konferensi, Gedung Merdeka.
Banceuy
Banceuy adalah penjara bersejarah di Bandung, Indonesia, dikenal karena perannya dalam perjuangan kemerdekaan negara. Tempat ini terkenal karena pernah menahan tokoh-tokoh nasionalis terkemuka, termasuk Sukarno, selama era kolonial Belanda. Kini, lokasinya telah dibangun kembali, meskipun satu blok sel yang dilestarikan tetap ada sebagai monumen masa lalunya.
Viaduct
Viaduct adalah struktur jembatan layang yang membawa lalu lintas jalan atau rel melintasi lembah, ngarai, atau rintangan lainnya. Secara historis, viaduct adalah keajaiban teknik abad ke-19, sering dibangun dari bata atau batu selama ekspansi perkeretaapian. Contoh terkenal termasuk Landwasser Viaduct di Swiss dan Glenfinnan Viaduct di Skotlandia, yang tetap menjadi landmark ikonis.
Wastukencana
Saya tidak dapat menemukan informasi tentang tempat atau situs budaya bernama “Wastukencana.” Kemungkinan nama tersebut salah eja atau merujuk pada lokasi yang sangat lokal atau kurang dikenal. Bisakah Anda memverifikasi ejaannya atau memberikan konteks tambahan?
Dago
Dago adalah distrik bersejarah di Bandung, Indonesia, dikenal dengan arsitektur era kolonialnya dan sebagai bekas kawasan elit bagi pemilik perkebunan Belanda. Sejarahnya berasal dari abad ke-19, dan menjadi rumah bagi Dago Tea House yang ikonis. Kini, ini adalah kawasan yang dinamis populer dengan kafe, restoran, dan atmosfer seninya.
Diponegoro
Diponegoro adalah pangeran Jawa yang memimpin pemberontakan besar melawan pemerintahan kolonial Belanda dari 1825 hingga 1830, dikenal sebagai Perang Jawa. Dia adalah pahlawan nasional yang dihormati di Indonesia, melambangkan perjuangan kemerdekaan. Warisannya dikenang dalam monumen dan nama jalan utama di Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, yang sebelumnya dinamai menurut namanya.