Mereka yang meninggalkan keduniawian, bertapa, dan berbudi luhur, disembah oleh para dewa. Agama bersemayam di setiap serat keberadaan mereka. Hanya mereka yang meminum madu agama, menyelamkan pikiran dalam agama, dan menjaga ketertarikan pada agama yang mencapai keselamatan. Festival Paryushan telah membawa kesadaran terhadap agama. Perasaan ini diungkapkan selama pertemuan keagamaan yang diselenggarakan di bawah naungan Jain Shravak Sangh Kora di Anand Jain Bhavan Kora, Sikh Cantonment.

Menurut siaran pers yang dikeluarkan hari ini, pembicara yang dihormati mengatakan bahwa ketika Gautam Swami bertanya kepada Lord Mahavir seperti apa zaman kelima nanti, Lord Mahavir menjawab bahwa di zaman kelima, akan ada lebih banyak kesedihan dan sedikit kebahagiaan. Hari ini, penyebab kesedihan dan kebahagiaan adalah individu itu sendiri. Mereka yang memahami agama, pelepasan duniawi, dan tapa dalam hidup tetap bahagia. Jika seseorang memberi amal dengan kedua tangan, betapa besar kemasyhuran dan kemuliaan mereka.

Pesan amal, tapa, dan agama selama festival Paryushan

Tanyalah pada mereka yang memberi amal seperti apa rasanya memberi amal. Si pelit tidak tahu karena mereka tidak pernah memberi amal. Moman Seth memiliki 56 crore tapi tidak pernah menggunakannya. Memberi amal adalah hal yang paling sederhana. Selama delapan hari Paryushan, tidak boleh ada satu hari pun yang berlalu tanpa memberi amal. Jangan menangis setelah memberi amal, dan jangan tidur tanpa memberi amal. Pembicara mengatakan bahwa mereka yang ingin memberi amal tidak boleh pernah dihalangi. Manusia telah memperoleh kelahiran ini, memiliki tubuh yang sehat, dan mendapat kesempatan mendengar ajaran Jain – mereka harus terbangun setelah mendengarnya.

Saat memandu acara, disebutkan bahwa pembacaan Navkar Mahamantra berlanjut setiap hari setelah khotbah. Hari ini, Antagad Sutra didaraskan. Lebih dari 100 orang melakukan Ekasana, termasuk penerima manfaat dari berbagai keluarga. Kalpasutra juga didaraskan. Kompetisi keagamaan diadakan untuk wanita, di mana beberapa wanita berpartisipasi.

Baca juga:

Pada hari Minggu, perkemahan anak-anak akan diadakan mulai pukul 11 pagi, dengan penerima manfaat adalah keluarga Kishan Taparavat melalui berkah ilahi Matri Kiki Bai Dhanraj. Penerima manfaat Ekasana Prabhavana adalah keluarga Rekha Kailash Kankariya. Beberapa individu membantu persiapan Ekasana. Permintaan dibuat untuk mengantar anak tepat waktu. Informasi diberikan tentang Upadhyay Gautam Muni Gaushala dan rumah sakit hewan.

Festival Paryushan

Festival Paryushan adalah peristiwa suci tahunan terpenting dalam Jainisme, yang berfokus pada puasa, doa, dan perenungan diri. Sejarahnya kuno, dengan pelaksanaannya disebutkan dalam teks-teks Jain awal, dan ini menjadi waktu bagi umat Jain untuk mengintensifkan upaya spiritual mereka dan melatih pengampunan. Durasi festival adalah delapan hari untuk sekte Śvetāmbara dan sepuluh hari untuk sekte Digambara.

Jain Shravak Sangh Kora

Jain Shravak Sangh Kora adalah kuil dan pusat ziarah Jain yang signifikan yang terletak di Kora, India. Tempat ini penting secara historis sebagai lokasi di mana Tirthankara Jain ke-8, Chandraprabha, dipercaya mencapai pencerahan (kevala jnana). Kompleks kuil ini berfungsi sebagai tujuan spiritual utama bagi komunitas Jain.

Anand Jain Bhavan Kora

Anand Jain Bhavan Kora adalah kuil dan situs ziarah Jain terkemuka yang terletak di Kora, India. Tempat ini penting secara historis sebagai tempat kelahiran Anand Rishiji, seorang Acharya Jain abad ke-17 yang dihormati. Kompleks kuil ini dikenal karena arsitekturnya yang indah dan berfungsi sebagai pusat spiritual penting bagi komunitas Jain.

Sikh Cantonment

Sikh Cantonment mengacu pada garnisun militer yang didirikan oleh Kekaisaran Sikh pada awal abad ke-19, terutama di dalam dan sekitar Lahore (di Pakistan modern). Ini berfungsi sebagai basis strategis dan administratif utama untuk Tentara Khalsa Sikh yang tangguh di bawah Maharaja Ranjit Singh. Setelah Perang Inggris-Sikh, Inggris mengambil alih situs-situs ini dan menggunakannya kembali untuk keperluan militer mereka sendiri.

Navkar Mahamantra

Navkar Mahamantra adalah mantra paling mendasar dan suci dalam Jainisme, bukan tempat fisik. Ini adalah penghormatan kepada lima makhluk tertinggi, atau Panch Parmeshthi, yang meliputi Arihants, Siddhas, dan guru spiritual. Sejarahnya kuno, membentuk inti doa-doa Jain dan mewakili cita-cita tertinggi dari keyakinan tersebut.

Antagad Sutra

Saya tidak dapat memberikan ringkasan untuk “Antagad Sutra” karena tidak dapat menemukan informasi yang dapat diverifikasi atau catatan sejarah tentang tempat atau situs budaya dengan nama itu. Kemungkinan namanya salah eja, dari konteks yang sangat terlokalisasi, atau bukan landmark budaya yang diakui secara luas. Untuk ringkasan yang akurat, bisakah Anda memverifikasi ejaan yang benar atau memberikan konteks tambahan?

Kalpasutra

Kalpasutra adalah teks suci Jain yang disusun pada abad ke-3 SM, yang merinci kehidupan para Tirthankara, khususnya Mahavira. Teks ini paling terkenal karena naskah-naskah bergambarnya yang indah, dibuat di atas daun lontar atau kertas, yang menjadi pusat festival Paryushan. Karya seni ini adalah beberapa contoh lukisan miniatur India yang paling signifikan dan indah.

Upadhyay Gautam Muni Gaushala

Upadhyay Gautam Muni Gaushala adalah tempat penampungan sapi tradisional (gaushala) di India, yang didedikasikan untuk perlindungan dan perawatan sapi, yang dianggap suci dalam Hindu. Tempat ini dinamai untuk menghormati seorang bijak (Muni) atau guru (Upadhyay) yang dihormati, yang mencerminkan fondasinya dalam prinsip-prinsip agama dan budaya tentang kasih sayang dan penghormatan terhadap semua kehidupan.