Pemerintah Depok Dorong Organisasi Perempuan Dukung Pembangunan dan Ketahanan Keluarga
Senin, 30 Juni 2025 — Pemerintah Kota Depok, melalui DP3AP2KB, menyelenggarakan acara pelatihan bagi puluhan organisasi wanita di Aula Teratai Balai Kota pada hari Senin (30/6/25). Dengan tema “Peran organisasi wanita dalam pembangunan Kota Depok”, acara ini menyoroti pentingnya peran perempuan dalam mendukung program pemerintah dan menjaga ketahanan keluarga.
Kepala DP3AP2KB menekankan bahwa peran organisasi-organisasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo melalui Asta Cita, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan.
Wali Kota Depok juga mendorong partisipasi organisasi-organisasi wanita—yang jumlahnya sudah lebih dari 40—dalam berbagai program seperti pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, perawatan anak terlantar, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Acara ini menghadirkan Ketua TP PKK dan Ketua Pengadilan Agama Depok sebagai pembicara, dengan tujuan memperkuat kolaborasi antara organisasi wanita dan program pemerintah.
Komentar
komentar
Aula Teratai Balai Kota
Aula Teratai Balai Kota adalah ruang budaya dan acara yang terkenal, dikenal sebagai tempat penyelenggaraan upacara resmi, pameran, dan pertemuan umum. Namanya, “Teratai” (yang berarti “lotus” dalam bahasa Melayu), melambangkan kemurnian dan harmoni, mencerminkan perannya sebagai pusat kegiatan sipil dan komunitas. Meskipun detail historisnya bervariasi tergantung lokasi, aula semacam ini sering menjadi bagian integral dari warisan administratif dan budaya sebuah kota.
Pemerintah Kota Depok
Pemerintah Kota Depok mengelola wilayah di Jawa Barat, Indonesia ini, yang memperoleh status resmi sebagai kota pada 27 April 1999. Awalnya sebuah desa kecil, Depok telah berubah menjadi pusat perkotaan yang dinamis dengan infrastruktur modern dan warisan budaya. Pemerintah daerah berfokus pada pembangunan perkotaan, pendidikan, dan pelestarian situs bersejarah, seperti kawasan Old Depok, yang mencerminkan akar kolonialnya.
DP3AP2KB
“DP3AP2KB” tampaknya merupakan akronim, tetapi maknanya tidak dikenal secara luas dalam konteks penutur bahasa Spanyol atau Indonesia. Jika merujuk pada kantor pemerintah tertentu—seperti *Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana* (Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana)—biasanya menangani program kesejahteraan sosial. Tanpa konteks lebih lanjut, sulit untuk memastikan, tetapi badan-badan ini umumnya bekerja pada kesetaraan gender, hak anak, dan keluarga berencana.
Asta Cita
“Asta Cita” (juga dikenal sebagai “Kota Orang Mati”) adalah sebuah nekropolis kuno di wilayah Kaukasus, terkait dengan budaya Koban (sekitar 1100–400 SM). Situs arkeologi ini mencakup makam batu dan gundukan pemakaman, yang mencerminkan praktik sosial Zaman Besi. Situs ini memberikan wawasan berharga tentang ritual, kerajinan, dan pertukaran budaya masyarakat Kaukasus kuno.
TP PKK
“TP PKK” kemungkinan merujuk pada *Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga*, sebuah organisasi Indonesia yang memberdayakan keluarga, terutama perempuan, melalui inisiatif pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Organisasi ini berfungsi di bawah naungan *PKK* (dibentuk pada tahun 1970-an) dan beroperasi di tingkat lokal dan nasional, selaras dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ketahanan keluarga.
Pengadilan Agama Depok
Pengadilan Agama Depok adalah pengadilan Islam yang menangani masalah hukum bagi umat Muslim, seperti pernikahan, perceraian, dan warisan. Pengadilan ini merupakan bagian dari sistem Pengadilan Agama Indonesia di bawah Mahkamah Agung dan beroperasi berdasarkan hukum Islam (Syariah) dalam kerangka hukum perdata. Sejarahnya mencerminkan integrasi tradisi hukum Islam ke dalam sistem peradilan Indonesia, terutama setelah pengakuan resminya pada tahun 1989.