Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah dilaksanakan dengan satu agenda: mengubah struktur manajemen perusahaan.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi korporat untuk memperkuat tata kelola dan memastikan keberlanjutan kepemimpinan yang mendukung transformasi serta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Penyesuaian struktur ini mencerminkan komitmen untuk menjaga organisasi tetap adaptif terhadap dinamika sektor dan tantangan masa depan, selaras dengan kebijakan pembangunan ekonomi nasional.
“Perubahan ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi antarfungsi, dan mempercepat pengambilan keputusan strategis yang mendukung transformasi bisnis serta berkontribusi pada ekonomi yang berbasis pada rakyat,” ujar seorang perwakilan.
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui perubahan dalam dewan direksi. Dewan komisaris dan direksi baru dibentuk untuk memperkuat arah transformatif dan kepemimpinan strategis.
Komposisi baru dewan komisaris adalah:
Komisaris Utama/Independen: Kuswiyoto
Wakil Komisaris Utama/Independen: Zainudin Amali
Komisaris: Muhammad Yusuf Ateh
Komisaris: Luky Alfirman*
Komisaris: Yuliot*
Komisaris Independen: Mia Amiati*
Komisaris Independen: Zulkifli Zaini*
Dewan direksi baru terdiri dari:
Direktur Utama: Riduan*
Wakil Direktur Utama: Henry Panjaitan*
Direktur Operasional: Timothy Utama
Direktur Teknologi: Sunarto Xie*
Direktur Sumber Daya Manusia & Kepatuhan: Eka Fitria
Direktur Manajemen Risiko: Danis Subyantoro
Direktur Perbankan Komersial: Totok Priyambodo
Direktur Perbankan Korporasi: M. Rizaldi*
Direktur Perbankan Ritel: Saptari*
Direktur Jaringan & Dana Ritel: Jan Winston Tambunan*
Direktur Tresuri & Perbankan Internasional: Ari Rizaldi*
Direktur Keuangan & Strategi: Novita Widya Anggraini*
_*Efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan terkait uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper) serta kepatuhan regulasi._
“Kami sangat menghargai dedikasi dan kontribusi Bapak Darmawan Junaidi dan Bapak Toni E.B. Subari, yang telah membantu memposisikan perusahaan sebagai salah satu lembaga perbankan utama di Indonesia. Kami yakin keputusan ini akan memperkuat peran Bank Mandiri dalam mempercepat pertumbuhan nasional menuju Indonesia yang lebih maju,” tambah juru bicara.
Bank tersebut menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan terkemuka dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan melalui tata kelola yang lebih kuat dan profesional.
“Kami menyambut Bapak Zulkifli Zaini dan Bapak Henry Panjaitan ke dalam tim manajemen baru. Kami percaya komposisi ini akan menambah nilai bagi strategi bisnis jangka panjang dan memperkuat daya saing di sektor yang terus berkembang,” lanjut pernyataan tersebut.
Dalam kinerja keuangan, bank mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp13,2 triliun (pertumbuhan tahunan 3,9% pada Q1 2025), mencerminkan efektivitas transformasi digital dan strategi efisiensi operasional. Return on Equity (ROE) tetap berada di 20,8% (hanya bank).
Hal ini didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 16,5% tahunan (Rp1.672 triliun hingga Maret 2025), yang didorong oleh segmen grosir dan ritel. Segmen grosir tidak hanya mendorong kinerja kredit tetapi juga pertumbuhan ritel melalui ekosistemnya.
Dalam distribusi kredit, bank tetap fokus pada sektor-sektor tangguh seperti infrastruktur, energi, ekosistem pengolahan, serta makanan/minuman, menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan nasional dan ketenagakerjaan sambil memperkuat ekonomi kerakyatan.
Pertumbuhan kualitatif juga terlihat dari tingkat Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,01% (hanya bank) hingga Maret 2025. Biaya Kredit (CoC) membaik menjadi 0,71% dari 0,99% pada tahun sebelumnya.
“Dengan struktur manajemen yang lebih kuat, kami optimis dapat mempercepat kinerja kami dan berkontribusi positif terhadap pemulihan serta pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup pernyataan tersebut.

Beberapa sekolah dasar (SD) di Bandung mulai menyesuaikan diri dengan jam sekolah baru