Pusat Meteorologi Nasional terus mengeluarkan peringatan topan oranye:

Topan ke-13 tahun ini, “Kammuri,” telah menguat menjadi kekuatan topan dini hari tadi. Per pukul 05.00, pusatnya terletak di Laut China Selatan bagian barat, sekitar 255 kilometer tenggara Kota Sanya, Provinsi Hainan, pada 17,6 derajat Lintang Utara dan 111,8 derajat Bujur Timur. Kekuatan angin maksimum di dekat pusatnya mencapai skala 12 (35 meter per detik), dengan tekanan pusat minimum 970 hektopascal. Radius lingkaran angin skala 7 adalah 200-220 kilometer, lingkaran angin skala 10 adalah 50-80 kilometer, dan lingkaran angin skala 12 adalah 30 kilometer.

Diprakirakan “Kammuri” akan bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam, terus menguat. Diperkirakan akan mencapai kekuatan topan hebat (skala 14-15, 42-48 meter per detik) dan mendarat di sepanjang pesisir dari Lingshui hingga Ledong di Hainan antara sore dan malam hari (skala 13-14, 40-45 meter per detik, kekuatan topan atau topan hebat). Atau, mungkin melintas dekat pesisir selatan Pulau Hainan sebelum secara bertahap bergerak menuju pesisir tengah-utara Vietnam.

Prakiraan angin: Dari 08.00 tanggal 24 hingga 08.00 tanggal 25, sebagian besar Laut China Selatan, perairan sekitar Kepulauan Xisha dan Zhongsha, Teluk Beibu, Selat Qiongzhou, Pulau Hainan dan pesisirnya, pesisir Guangxi, serta pesisir barat-tengah Guangdong akan mengalami angin skala 6-8. Area termasuk Laut China Selatan barat laut dan barat-tengah, bagian Kepulauan Xisha, Teluk Beibu bagian tengah dan selatan, serta pesisir Pulau Hainan akan mengalami angin skala 9-11. Kekuatan angin di area dekat jalur “Kammuri” bisa mencapai skala 12-14, dengan hembusan hingga skala 15-16.

Prakiraan curah hujan: Dari 08.00 tanggal 24 hingga 08.00 tanggal 25, bagian Pulau Hainan, pesisir barat daya Guangdong, dan pesisir selatan Guangxi akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Bagian tengah dan selatan Pulau Hainan akan mengalami hujan sangat lebat, dengan curah hujan ekstrem secara lokal (250-380 milimeter).

01 Saat topan datang, ke mana harus berlindung?

<img src="https://asiacity.news/wp-content/uploads/2025/08/31672530_26016872-6623-466d-a1b9

Laut China Selatan

Laut China Selatan adalah laut tepi utama di Samudra Pasifik barat, membentang dari Singapura hingga Selat Taiwan. Secara historis, laut ini telah menjadi rute perdagangan maritim penting selama berabad-abad, menghubungkan Asia Timur dengan Samudra Hindia dan sekitarnya. Pentingnya strategis dan ekonominya ditekankan oleh sengketa teritorial yang sedang berlangsung di antara beberapa negara mengenai kedaulatan atas pulau-pulau dan perairannya.

Kota Sanya

Kota Sanya adalah destinasi pesisir tropis populer di Pulau Hainan, Tiongkok, yang secara historis berfungsi sebagai pos perdagangan kunci. Saat ini, terkenal dengan resor mewah dan pantai indahnya, seperti di Yalong Bay, dan telah dikembangkan menjadi pusat pariwisata internasional.

Provinsi Hainan

Provinsi Hainan adalah provinsi paling selatan dan terkecil di Tiongkok, terdiri dari berbagai pulau di Laut China Selatan, dengan Pulau Hainan sebagai yang terbesar. Secara historis, sering digunakan sebagai tempat pembuangan bagi pejabat pada masa kekaisaran, tetapi sejak itu berkembang menjadi destinasi wisata utama dan zona ekonomi kunci. Terkenal dengan iklim tropis, pantai, dan budayanya yang khas, yang mencakup suku Li asli.

Kepulauan Xisha

Kepulauan Xisha, juga dikenal sebagai Kepulauan Paracel, adalah sekelompok pulau di Laut China Selatan yang berada di bawah administrasi Provinsi Hainan, Tiongkok. Secara historis, sumber-sumber Tiongkok mengklaim pulau-pulau tersebut telah berada di bawah kendali Tiongkok sejak zaman kuno, meskipun ini menjadi subjek sengketa regional, terutama dengan Vietnam. Saat ini, kepulauan ini dikenal karena pentingnya strategis militer dan ekosistem terumbu karangnya yang masih asli.

Kepulauan Zhongsha

Kepulauan Zhongsha adalah atol yang sebagian besar terendam di Laut China Selatan, dengan Macclesfield Bank sebagai intinya. Secara historis, mereka menjadi subjek klaim teritorial, terutama oleh Tiongkok, Taiwan, dan Filipina. Kawasan ini juga dikenal dengan perairan ikan yang kaya di sekitarnya.

Teluk Beibu

Teluk Beibu, secara historis dikenal sebagai Teluk Tonkin, adalah laut semi-tertutup yang berbatasan dengan Tiongkok selatan dan Vietnam utara. Teluk ini telah menjadi rute perdagangan maritim penting selama berabad-abad, menghubungkan Asia Timur dengan Asia Tenggara. Di zaman modern, ini adalah zona ekonomi vital, yang sentral dalam strategi pengembangan Kawasan Ekonomi Teluk Beibu antara Tiongkok dan Vietnam.

Selat Qiongzhou

Selat Qiongzhou adalah perairan yang memisahkan Semenanjung Leizhou di provinsi Guangdong dari pesisir utara Pulau Hainan. Secara historis, selat ini berfungsi sebagai koridor maritim vital untuk perdagangan dan transportasi, dan pentingnya strategis militernya ditunjukkan secara signifikan selama Kampanye Pulau Hainan 1950.

Pulau Hainan

Pulau Hainan adalah provinsi paling selatan Tiongkok, yang secara historis digunakan sebagai tempat pembuangan bagi pejabat selama dinasti kekaisaran seperti Tang dan Song. Saat ini, pulau ini adalah destinasi wisata utama yang terkenal dengan pantai tropisnya, hutan hujan lebat, dan statusnya sebagai zona ekonomi khusus terbesar di Tiongkok.