Kata Pembuka
Seni adalah proyek yang membentuk jiwa, dan yang membentuk jiwa seni adalah semangat Tiongkok.
Pada 15 Desember 1940, “Kantata Sungai Kuning” dipentaskan secara publik di Chongqing, menggunakan melodi sebagai pedang dan nyanyian sebagai api untuk membakar semangat juang rakyat Tiongkok.
Untuk memperingati 80 tahun kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia, kami menghadirkan fitur khusus—”Gema Kemenangan.” Mari kita ikuti melodi klasik yang membawa semangat pantang menyerah bangsa Tiongkok, telusuri kembali suara perkasa yang bergema sejalan dengan zaman dan rakyat di tahun-tahun penuh peperangan, dan ambil kekuatan dari lagu-lagu abadi ini.
Fitur ini memberi penghormatan kepada era yang tak kenal takut itu, membiarkan gema sejarah bergema di hati setiap orang Tiongkok!
Kantata Sungai Kuning
“Kantata Sungai Kuning” adalah oratorio patriotik Tiongkok terkenal yang digubah pada 1939 selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua. Karya ini diciptakan oleh Xian Xinghai dengan lirik oleh Guang Weiran, terinspirasi dari kekuatan simbolis Sungai Kuning, tempat lahirnya peradaban Tiongkok. Karya ini berfungsi untuk menyatukan perlawanan nasional dan meningkatkan moral, menjadi salah satu karya musik paling ikonik dalam sejarah Tiongkok modern.
Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang
Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang mengacu pada konflik militer berkepanjangan Tiongkok melawan Jepang, yang dimulai dengan invasi Manchuria 1931 dan meningkat menjadi perang skala penuh pada 1937. Ini merupakan teater utama Perang Dunia II dan berakhir dengan menyerahnya Jepang pada 1945. Konflik ini dikenang di Tiongkok karena pengorbanan nasionalnya yang sangat besar dan sebagai momen penting dalam sejarah modern negara itu.
Perang Anti-Fasis Dunia
Perang Anti-Fasis Dunia mengacu pada konflik global Perang Dunia II (1939-1945), yang diperangi antara Sekutu dan rezim fasis Poros. Ini adalah perjuangan monumental untuk kebebasan melawan ideologi ekspansionis dan totaliter, yang terutama dipimpin oleh Jerman Nazi, Italia Fasis, dan Kekaisaran Jepang. Berakhirnya perang dengan kekalahan fasisme membentuk kembali tatanan global dan mengarah pada pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa.