KOTA BEKASI – Direktur Utama PT Mitra Patriot (PTMP) menjelaskan bahwa pelaku usaha UMKM yang akan menyewa kontainer di kawasan wisata air Kalimalang akan mendapatkan berbagai subsidi. Pedagang UMKM diperkirakan hanya perlu membayar sekitar Rp30 juta per tahun.

Harga sewa dasar sebuah kontainer untuk UMKM ditetapkan sebesar Rp50 juta per tahun. PTMP sebagai pengelola akan memberikan diskon Rp10 juta, sehingga biaya sewanya turun menjadi Rp40 juta.

“Untuk UMKM, kami berikan subsidi Rp10 juta sehingga harga sewanya menjadi Rp40 juta,” ujarnya.

Selanjutnya, Pemerintah Kota Bekasi akan menambah subsidi sebesar Rp5 juta, menjadikan biaya sewa turun menjadi Rp35 juta per tahun. Bahkan ada kemungkinan tambahan dukungan dari sponsor minuman yang ingin memasarkan produknya di lokasi wisata tersebut.

“Ada sponsor minuman yang bersedia melakukan branding di kontainer dan memberikan subsidi tambahan sekitar Rp5–10 juta,” tambahnya.

Dengan skema subsidi berlapis ini, dia memperkirakan UMKM hanya perlu membayar sekitar Rp30 juta per tahun, atau Rp2,5 juta per bulan. Dihitung per hari, biaya sewanya kurang dari Rp100 ribu.

“Kurang dari Rp100 ribu per hari. Saya rasa ini cukup terjangkau, apalagi untuk berjualan di kawasan wisata,” jelasnya.

Dia optimistis pendapatan UMKM di lokasi wisata kuliner Kalimalang akan lebih besar dibanding berjualan di pinggir jalan yang sering dibebani pungutan liar hingga Rp75 ribu–Rp100 ribu per hari.

“Kalau resmi dan biayanya kurang dari Rp100 ribu per hari, saya rasa sudah sepadan. Apalagi pendapatan resmi ini juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” katanya.

Namun, dia menekankan bahwa nilai sewa masih dalam tahap pembahasan dengan Pemerintah Kota Bekasi dan belum final.

“Mengenai nilai sewa, ini masih belum mengikat karena masih dibahas bersama Pemerintah Kota Bekasi,” tegasnya.

Selain harga, PTMP juga menyiapkan sistem pengawasan komprehensif untuk memastikan semua usaha kuliner di kawasan tersebut mengikuti standar mutu, keamanan pangan, dan kepatuhan regulasi. Pemantauan berkala, pelatihan keamanan pangan, dan pedoman operasional standar akan diterapkan.

PTMP juga menyiapkan program kolaborasi dan pendampingan, seperti workshop, kemitraan dengan merek lokal, dan pengembangan produk khusus.

“Kami tidak hanya menyediakan ruang usaha, tapi juga berkomitmen meningkatkan kapasitas para pelaku usaha,” paparnya.

“Melalui kerja sama yang erat, wisata kuliner kontainer Kalimalang diharapkan bisa menjadi contoh pengembangan kawasan bisnis yang menguntungkan semua pihak dan berkontribusi positif bagi kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.

Kawasan wisata air Kalimalang

Kalimalang adalah kanal buatan di Bekasi, Jawa Barat, yang awalnya dibangun pada tahun 1960-an untuk menyalurkan air dari Sungai Citarum ke Jakarta untuk irigasi dan air minum. Kini, tempat ini dikembangkan menjadi area rekreasi populer yang menampilkan taman tepi air, warung makan, dan aktivitas ramah keluarga seperti bersampan di sepanjang tepiannya.

Kota Bekasi

Bekasi adalah kota di Jawa Barat, Indonesia, yang terletak di perbatasan timur ibu kota Jakarta. Secara historis, kota ini merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanagara abad ke-5, dengan temuan arkeologi seperti **Prasasti Bekasi** (Ciaruteun) yang membuktikan signifikansi sejarahnya. Kini, Bekasi terutama dikenal sebagai pusat industri utama dan kota penyangga metropolitan Jakarta yang padat penduduk.

Kawasan wisata kuliner Kalimalang

Kawasan wisata kuliner Kalimalang adalah destinasi kuliner populer yang terletak di sepanjang Banjir Kanal Timur (Kali Malang) di Bekasi, Jawa Barat. Tempat ini bukan monumen bersejarah, melainkan pengembangan modern yang muncul pada awal tahun 2000-an, mengubah bantaran sungai yang sebelumnya terbengkalai menjadi deretan restoran terbuka dan warung makan yang hidup. Kini, tempat ini terkenal dengan atmosfernya yang meriah dan beragam hidangan lokal Indonesia, khususnya ikan bakar dan masakan Sunda.

Wisata kuliner kontainer Kalimalang

Kalimalang adalah kawasan wisata kuliner di Bekasi, Indonesia, yang berpusat pada serangkaian kontainer bekas kapal yang dimanfaatkan ulang. Tempat ini dikembangkan untuk merevitalisasi ruang di sepanjang Banjir Kanal Timur (Kali Malang) dan telah menjadi destinasi lokal populer yang dikenal dengan atmosfernya yang hidup serta beragam penawaran street food.