Pada tanggal 5, Kantor Umum Dewan Negara menerbitkan “Panduan tentang Penerapan Bertahap Pendidikan Prasekolah Gratis.” Mulai semester musim gugur 2025, biaya SPP untuk tahun terakhir pendidikan taman kanak-kanak (TK) negeri akan dihapuskan. Detail

Apa manfaat penghapusan SPP untuk tahun terakhir TK negeri? Siapa yang langsung diuntungkan oleh kebijakan ini? Mari kita simak↓

Siapa yang diuntungkan? Berapa besarnya?

Contoh: Mulai semester gugur ini, Xiao Bao akan memasuki tahun terakhir TK.

Jika biaya SPP TK negeri setempat adalah 600 yuan per bulan, dengan kebijakan baru, orang tua tidak perlu lagi membayar jumlah tersebut.

Untuk TK swasta di wilayah yang sama, pengurangan 600 yuan per bulan juga berlaku, disesuaikan dengan standar TK negeri.

Perlu dicatat bahwa, baik negeri maupun swasta, biaya tambahan seperti alas tidur dan makan tetap berlaku dan tidak tercakup dalam kebijakan ini.

Mengapa hanya tahun terakhir yang digratiskan?

Para ahli menjelaskan bahwa penerima manfaat terbesar adalah orang tua dari anak-anak di tahun terakhir TK, karena penghapusan langsung biaya SPP mengurangi biaya pengasuhan anak rumah tangga.

Kebijakan pendidikan prasekolah gratis memerlukan waktu dan kondisi untuk implementasi, dan harus diperkenalkan secara bertahap berdasarkan tingkat perkembangan dan kondisi praktis.

Bagi keluarga, jumlah yang dihapus bervariasi menurut daerah. Secara nasional, perkiraan awal menunjukkan biaya tahunan sebesar 30 hingga 40 miliar yuan. Memulai dengan tahun terakhir memastikan peluncuran yang lebih lancar dan berkelanjutan.

Ahli: Kebijakan Pendidikan Prasekolah Gratis

Adalah Investasi Kunci dalam Modal Manusia

Para ahli mencatat bahwa penghapusan SPP untuk tahun terakhir TK, meskipun tampaknya langkah kecil, memiliki implikasi luas bagi keluarga dan pembangunan masyarakat.

Secara ekonomi, penelitian menunjukkan bahwa pendidikan usia dini menawarkan pengembalian investasi tertinggi, dengan akumulasi modal manusia dini menghasilkan pengembalian sosial berlipat ganda. Kebijakan ini membantu meningkatkan modal manusia nasional dan mempersiapkan tenaga kerja berkualitas tinggi.

Dalam hal pemerataan, kebijakan ini membantu mempersempit kesenjangan sumber daya prasekolah antara perkotaan dan pedesaan, memastikan akses pendidikan dini bagi kelompok kurang mampu seperti anak migran dan penyandang disabilitas, sekaligus mengarahkan sumber daya berkualitas ke daerah kurang berkembang.

Secara internasional, Agenda PBB 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan menyerukan “setidaknya satu tahun pendidikan prasekolah gratis, wajib, dan berkualitas.” Dengan menerapkan pendidikan prasekolah gratis tahun ini, China memenuhi komitmen ini lebih cepat dari jadwal.

Laporan kerja pemerintah tahun ini menekankan prioritas kesejahteraan rakyat dalam kebijakan makro dan mengarahkan lebih banyak sumber daya ke pembangunan manusia. Kebijakan pendidikan prasekolah gratis merupakan perwujudan pendekatan ini. Kebijakan ini menangani keprihatinan utama seperti biaya pengasuhan anak yang tinggi dan kesenjangan pendidikan, sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang melalui reformasi kelembagaan dan optimalisasi alokasi sumber daya.