Belakangan ini, Maxin Red Wine Town di Distrik Fuling, Chongqing, memasuki periode frekuensi tinggi fenomena kabut adveksi. Kabut seperti mimpi yang menyatu dengan pemandangan alam menarik banyak wisatawan dan fotografer untuk berkunjung, menjadikannya daya tarik wisata unik di sepanjang area Waduk Tiga Ngarai.
Di pagi hari, uap air naik dari permukaan Sungai Lixiang, dan kabut adveksi perlahan menyebar ke arah kota, secara bertahap “membungkus” bangunan bergaya Eropa, kereta gantung warna-warni, dan fasilitas hiburan. Bianglala tampak samar-samar, menciptakan suasana puitis; wisatawan naik kereta gantung menembus awan dan kabut, dengan Sungai Yangtze yang berkabut dan kota yang tertata rapi di bawah kaki mereka, larut dalam perasaan menakjubkan “berjalan di dalam lukisan.”

Mengapa kabut adveksi sering muncul di sini? Diketahui bahwa pembentukan kabut adveksi memerlukan beberapa faktor yang bekerja sama: permukaan dasar yang dingin, perbedaan suhu yang sesuai, kecepatan dan arah angin, kelembapan yang cukup, serta lapisan inversi suhu di ketinggian rendah. Kawasan wisata ini terletak di area Waduk Tiga Ngarai, di mana permukaan air luas, kelembapan melimpah, serta pertemuan udara hangat dan dingin yang sering terjadi, menyediakan kondisi alami untuk pembentukan kabut adveksi. Periode April hingga Juli setiap tahunnya adalah musim frekuensi tinggi kabut adveksi lokal, dan belakangan ini, seiring naiknya suhu, frekuensi fenomena ini semakin meningkat.

Perlu dicatat, dalam beberapa tahun terakhir, lingkungan ekologi area Waduk Tiga Ngarai terus membaik, pemandangan alam kota-kota di sepanjang sungai semakin indah, dan kemunculan kabut adveksi meningkat signifikan. Selain Maxin Red Wine Town, fenomena seperti ini juga sering muncul di kota-kota lain di sepanjang sungai. Keindahan ekologi yang unik ini telah menyuntikkan vitalitas baru bagi pengembangan budaya dan pariwisata lokal.
