Belakangan ini, Maxin Red Wine Town di Distrik Fuling, Chongqing, memasuki periode frekuensi tinggi fenomena kabut adveksi. Kabut seperti mimpi yang menyatu dengan pemandangan alam menarik banyak wisatawan dan fotografer untuk berkunjung, menjadikannya daya tarik wisata unik di sepanjang area Waduk Tiga Ngarai.

Di pagi hari, uap air naik dari permukaan Sungai Lixiang, dan kabut adveksi perlahan menyebar ke arah kota, secara bertahap “membungkus” bangunan bergaya Eropa, kereta gantung warna-warni, dan fasilitas hiburan. Bianglala tampak samar-samar, menciptakan suasana puitis; wisatawan naik kereta gantung menembus awan dan kabut, dengan Sungai Yangtze yang berkabut dan kota yang tertata rapi di bawah kaki mereka, larut dalam perasaan menakjubkan “berjalan di dalam lukisan.”

Kabut adveksi muncul di area Waduk Tiga Ngarai, Chongqing.

Mengapa kabut adveksi sering muncul di sini? Diketahui bahwa pembentukan kabut adveksi memerlukan beberapa faktor yang bekerja sama: permukaan dasar yang dingin, perbedaan suhu yang sesuai, kecepatan dan arah angin, kelembapan yang cukup, serta lapisan inversi suhu di ketinggian rendah. Kawasan wisata ini terletak di area Waduk Tiga Ngarai, di mana permukaan air luas, kelembapan melimpah, serta pertemuan udara hangat dan dingin yang sering terjadi, menyediakan kondisi alami untuk pembentukan kabut adveksi. Periode April hingga Juli setiap tahunnya adalah musim frekuensi tinggi kabut adveksi lokal, dan belakangan ini, seiring naiknya suhu, frekuensi fenomena ini semakin meningkat.

Kabut adveksi menyelimuti seluruh area wisata.
Kabut adveksi menyelimuti seluruh area wisata.

Perlu dicatat, dalam beberapa tahun terakhir, lingkungan ekologi area Waduk Tiga Ngarai terus membaik, pemandangan alam kota-kota di sepanjang sungai semakin indah, dan kemunculan kabut adveksi meningkat signifikan. Selain Maxin Red Wine Town, fenomena seperti ini juga sering muncul di kota-kota lain di sepanjang sungai. Keindahan ekologi yang unik ini telah menyuntikkan vitalitas baru bagi pengembangan budaya dan pariwisata lokal.

Bianglala yang samar-samar terlihat dalam kabut adveksi.
Bianglala yang samar-samar terlihat dalam kabut adveksi.

Waduk Tiga Ngarai

Waduk Tiga Ngarai adalah danau buatan besar di Sungai Yangtze, Tiongkok, yang terbentuk dari pembangunan Bendungan Tiga Ngarai. Sejarahnya ditandai oleh proyek teknik kontroversial dan sangat besar, yang beroperasi penuh pada 2012 dan memerlukan relokasi lebih dari satu juta orang. Waduk ini dibentuk untuk pengendalian banjir, pembangkit listrik tenaga air, dan peningkatan navigasi sungai.

Maxin Red Wine Town

Maxin Red Wine Town adalah destinasi wisata anggur modern di Provinsi Yunnan, Tiongkok, dikembangkan untuk mempromosikan industri anggur lokal. Didirikan pada awal abad ke-21, terinspirasi dari kawasan anggur Eropa untuk menciptakan pengalaman bertema seputar budidaya anggur dan mencicipi wine. Kota ini menawarkan tur kebun anggur yang indah, fasilitas produksi wine, dan acara budaya yang merayakan budaya anggur daerah yang sedang berkembang.

Sungai Lixiang

Sungai Lixiang adalah jalur air indah yang terletak di kota kuno Lijiang, Situs Warisan Dunia UNESCO di Provinsi Yunnan, Tiongkok. Secara historis, sungai ini merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat Naxi lokal dan sistem pasokan air kuno kota yang telah ada sejak lebih dari 800 tahun lalu. Kini, sungai ini terkenal dengan airnya yang jernih, jembatan batu tradisional, dan bangunan tua yang menawan di sepanjang tepiannya.

Sungai Yangtze

Sungai Yangtze adalah sungai terpanjang di Asia dan tempat lahirnya peradaban Tiongkok, dengan sejarah hunian manusia dan irigasi yang telah ada sejak ribuan tahun. Sungai ini berfungsi sebagai jalur transportasi vital dan urat nadi ekonomi bagi banyak dinasti sepanjang sejarah Tiongkok. Kini, sungai ini tetap penting untuk pasokan air, transportasi, dan tenaga, yang paling terkenal melalui proyek besar Bendungan Tiga Ngarai.