Pada 23 Agustus, Kedutaan Besar Tiongkok di Maladewa mengeluarkan pemberitahuan yang mengingatkan wisatawan Tiongkok yang bepergian ke Maladewa untuk memperkuat kewaspadaan keselamatan air. Isi lengkapnya sebagai berikut:

Belakangan ini, telah terjadi kasus-kasus yang menyedihkan di mana wisatawan Tiongkok tenggelam di Maladewa, yang sangat memilukan. Kedutaan Besar dengan sungguh-sungguh mengingatkan wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Maladewa untuk menghargai hidup dan mengutamakan keselamatan. Hormati lingkungan perairan alam dan unik di negara asing, selalu utamakan keselamatan pribadi, dan pilih aktivitas air yang sesuai dengan kondisi fisik dan usia Anda.

Selalu waspada. Maladewa terletak di Samudra Hindia, di mana kondisi laut sering kali meliputi angin kencang, arus kuat, dan arus bawah tersembunyi yang mungkin tidak mudah terlihat. Bagi wisatawan yang tidak akrab dengan laut atau kurang pengalaman, risikonya lebih tinggi. Pengunjung harus berkonsultasi dengan staf hotel atau akomodasi untuk mengidentifikasi area berenang yang aman dan menghindari masuk ke arus kuat secara tidak sengaja. Berenang di laut memiliki risiko yang jauh lebih tinggi dibandingkan berenang di kolam. Dianjurkan untuk berhati-hati, mengenakan alat pelampung atau jaket keselamatan, dan menghindari berenang atau bermain air di luar zona aman yang ditentukan.

Selalu perhatikan perubahan cuaca. Rencanakan jadwal perjalanan dan aktivitas laut dengan bijak. Saat ini, cuaca sulit diprediksi dan kondisi laut tidak stabil. Jangan pergi ke laut atau berpartisipasi dalam aktivitas air selama kondisi cuaca buruk seperti angin kencang, ombak tinggi, atau jarak pandang yang buruk.

Selalu jaga baik-baik keluarga dan teman seperjalanan Anda. Tidak semua area resor dan akomodasi di Maladewa dijaga oleh penjaga pantai, dan ketersediaannya dapat bervariasi. Untuk lansia, anak-anak, dan mereka yang tidak mahir berenang, selalu temani dan awasi mereka untuk mencegah kecelakaan.

Selalu lindungi dokumen perjalanan dan barang berharga. Simpan uang tunai dan barang berharga lainnya pada diri Anda atau disimpan dengan aman. Pastikan bagasi terkunci untuk menghindari kehilangan dan ketidaknyamanan. Ikuti “Empat Harus” dan “Empat Jangan”:

[“Empat Harus”] 1. Selalu kenakan jaket keselamatan; 2. Selalu bepergian dengan teman; 3. Selalu mahir menggunakan peralatan snorkeling; 4. Selalu berpartisipasi di bawah bimbingan instruktur profesional berlisensi.

[“Empat Jangan”] 1. Jangan pergi ke laut dalam kondisi angin atau hujan yang parah; 2. Jangan pergi ke laut jika kapal tidak memiliki peralatan keselamatan yang tepat atau kru tidak memenuhi syarat; 3. Individu dengan kondisi kronis seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau asma harus menghindari aktivitas air; 4. Jangan masuk ke air setelah mengonsumsi alkohol.

Selain itu, Kedutaan dengan tulus merekomendasikan agar wisatawan memahami dan membeli asuransi kesehatan serta kecelakaan yang mencakup aktivitas air sebelum bepergian, karena hal ini dapat menjadi perlindungan penting untuk hak-hak Anda dalam keadaan darurat.

Kedutaan dengan tulus berharap setiap wisatawan akan meningkatkan kesadaran keselamatan, meningkatkan kemampuan pencegahan risiko, menikmati perjalanan mereka, dan kembali dengan selamat.

Dalam keadaan darurat, silakan hubungi nomor berikut untuk bantuan:

Polisi Maladewa: 119

Penanggulangan Darurat Maladewa: 911

Hotline Darurat Perlindungan dan Bantuan Konsuler KBRI Tiongkok di Maladewa: 00960-3010639

Alamat Kedutaan: Nookurikeela, Boduthakurufaanu Magu, Henveiru, Malé (dekat Artificial Beach Square)

Pusat Panggilan Darurat Layanan dan Perlindungan Konsuler Global Kementerian Luar Negeri: +86-10-12308 atau +86-10-65612308

Pengguna WeChat juga dapat mencari bantuan melalui mini-program “外交部12308” (Kementerian Luar Negeri 12308).

Samudra Hindia

Samudra Hindia adalah samudra terbesar ketiga di dunia, dibatasi oleh Afrika, Asia, Australia, dan Samudra Selatan. Selama ribuan tahun, wilayah ini telah menjadi kawasan penting untuk perdagangan dan pertukaran budaya, secara historis menghubungkan peradaban melalui rute-rute yang digerakkan oleh angin muson. Jaringan maritim ini, sering disebut “Jalur Sutra Maritim,” memfasilitasi penyebaran barang, agama, dan ide-ide antara kekaisaran kuno dari Afrika Timur hingga Asia Tenggara.

Artificial Beach Square

Artificial Beach Square adalah ruang publik modern dan area rekreasi populer yang terletak di sepanjang garis pantai Malé, ibu kota Maladewa. Tempat ini dikembangkan untuk menyediakan area khusus bagi penduduk dan pengunjung untuk bersantai dan berkumpul sosial, karena pantai alami kota terbatas. Alun-alun ini menampilkan pantai buatan, jalan setapak, dan area tempat duduk, dan telah menjadi pusat kegiatan untuk acara komunitas dan aktivitas tepi laut.