Tersisa satu minggu menuju Tahun Baru Imlek, jumlah warga yang berbelanja kebutuhan tahun baru semakin meningkat, menyebabkan arus penumpang terkonsentrasi di beberapa kawasan komersial besar di Beijing. Dinas pengatur lalu lintas telah menambah pos lalu lintas di sekitar mal tertentu, serta mengerahkan petugas secara dinamis untuk pengaturan guna memastikan perjalanan warga aman dan lancar.
Tak lama setelah pukul 9 pagi, area depan Bairong World Trade Mall di Jalan Yongdingmenwai, Distrik Dongcheng, sudah ramai. Warga yang membawa tas belanja datang silih berganti, bisa mendapatkan semua kebutuhan dalam satu tempat—mulai dari gantungan pintu Imlek, camilan, hingga dekorasi tahun baru. Mal yang sudah lama berdiri ini, dikenal sebagai “Yiwu Kecil Beijing”, terletak di inti kawasan komersial Muxiyuan. Kemudahan akses langsung bus dan kereta bawah tanah menjadikannya pilihan populer warga Beijing untuk membeli kebutuhan tahun baru. Namun, lonjakan arus pengunjung liburan juga membawa tantangan bagi pengaturan lalu lintas.
Di pintu masuk mal, sesekali terlihat sepeda listrik melawan arus atau naik ke trotoar, sementara bus yang baru tiba diparkir tak jauh dari pintu masuk, menciptakan pemandangan silang yang berpotensi bahaya.
Di pintu masuk area parkir gerbang utara, kendaraan melaju perlahan masuk. “Pintu masuk ini relatif sempit. Jika palang pembatas terbuka agak lambat, antrean kendaraan bisa langsung memanjang hingga ke jalan servis,” jelas perwakilan tim pengatur lalu lintas. Sebelum Imlek, arus pengunjung mal jauh lebih tinggi dari biasanya, dengan puncak lalu lintas terjadi setiap hari dari pukul 11 pagi hingga sekitar pukul 3 atau 4 sore, menyebabkan antrean di pintu masuk dan keluar area parkir.
Menanggapi tekanan lalu lintas jelang liburan, polisi lalu lintas Dongcheng telah berkolaborasi dengan pengelola mal untuk menerapkan serangkaian langkah penjaminan. Untuk kendaraan bermotor, mal telah membuka lahan untuk menambah tempat parkir sementara, menambah staf pengelola parkir untuk mengatur ketertiban di dalam area, membuka sepenuhnya semua bilik pembayaran, serta menambah dua jalur akses baru di sisi selatan untuk mencegah kemacetan akibat proses pembayaran atau mencari parkir. Untuk pengelolaan kendaraan non-motor, area parkir khusus telah ditetapkan di sekitar mal. Polisi berkoordinasi dengan operator sepeda bersama untuk segera memindahkan kendaraan yang parkir tidak tertib dan menyesuaikan distribusi kendaraan secara dinamis, memastikan ruang parkir yang cukup.
Selain itu, polisi lalu lintas telah mendirikan pos di ujung utara dan selatan jalan di sekitar mal untuk segera menegur pelanggaran seperti kendaraan non-motor yang melawan arus. Pusat komando juga melakukan patroli video untuk mengerahkan petugas secara dinamis guna menangani kemacetan mendadak.
“Langkah-langkah ini adalah penjaminan khusus untuk periode jelang Imlek dan juga prosedur standar kami dalam menangani acara besar di kawasan komersial,” jelas perwakilan tersebut. Menanggapi kegiatan promosi terkonsentrasi dan arus pengunjung sebelum liburan, polisi telah membentuk mekanisme koordinasi dengan pengelola mal sejak awal. Pengelola mal bertanggung jawab atas ketertiban di dalam, sementara polisi lalu lintas fokus pada pengaturan di luar, menciptakan keterkaitan internal-eksternal untuk memastikan kelancaran.
Dilaporkan, model penjaminan ini juga akan diterapkan di lokasi-lokasi penting perayaan Imlek lainnya di Distrik Dongcheng, seperti Pekan Raya Kuil Longtan dan kegiatan Tahun Baru di Taman Tiantan. Polisi telah melakukan penelitian awal mengenai kondisi jalan dan parkir di sekitarnya, serta menambah fasilitas pengarah lalu lintas.
Selama periode Tahun Baru Imlek, dinas pengatur lalu lintas Dongcheng akan mengaktifkan rencana penjaminan yang ditingkatkan. Untuk area kunci seperti Qianmen dan Danau Longtan, langkah pengendalian lalu lintas sementara atau rute satu arah di beberapa ruas jalan mungkin diterapkan sesuai kebutuhan. Bersamaan dengan itu, sebagian dari beberapa jalan akan ditutup untuk dijadikan tempat parkir sementara, guna mengatasi sepenuhnya lonjakan arus wisatawan dan memastikan kelancaran operasional lalu lintas selama liburan.
Dinas pengatur lalu lintas juga mengingatkan masyarakat bahwa tekanan lalu lintas di area dengan kepadatan tinggi seperti kawasan komersial dan objek wisata akan signifikan selama Imlek, dan sumber daya parkir perkotaan terbatas. Disarankan agar warga sebisa mungkin memilih metode perjalanan hijau seperti bus atau kereta bawah tanah dan melakukan perjalanan pada jam sepi untuk berbelanja atau mengunjungi taman.