Ada kesempatan spesial untuk mengunjungi pratinjau pra-pembukaan di lantai pertama ‘Yodobashi Station One’ di Kita 3-chome, Higashi, Chuo-ku, Osaka!

‘Yodoyaba’ adalah tempat makanan tanpa uang tunai dengan layanan penuh di mana staf menangani segalanya mulai dari tempat duduk hingga penyajian. Tempat ini memiliki empat toko penyewa: ‘Kushikatsu and Wine Agehachi’, ‘Charcoal-grilled Yakitori Torigorou’, ‘Cured Ham, Raw Oysters, and Draft Beer BAKKANO’, dan ‘Seafood Standing Bar Shirasukujira’.

Dapur terletak di tengah toko, dikelilingi oleh kursi counter.
Tersedia juga banyak tempat duduk meja.
Tempat duduk meja yang lebih besar juga tersedia di sini.
Selain itu, ada tempat duduk teras di luar toko.

Di ‘Kushikatsu and Wine Agehachi’, Anda dapat menikmati hidangan goreng dengan tekstur ringan dan mengembang, dibuat menggunakan campuran minyak yang dipilih dengan cermat dan tepung roti asli.

Di ‘Charcoal-grilled Yakitori Torigorou’, Anda dapat menikmati yakitori dan berbagai hidangan ayam yang dibuat dengan ‘ayam Oyama’ yang berair dan beraroma.
Di ‘Cured Ham, Raw Oysters, and Draft Beer BAKKANO’, Anda dapat menikmati menu Italia kasual yang menampilkan ham yang diawetkan yang diiris tipis dan hidangan tiram yang bersumber dari seluruh Jepang.

Di ‘Seafood Standing Bar Shirasukujira’, Anda dapat menikmati berbagai macam hidangan ikan seperti sashimi, tempura, dan sushi yang dibuat dengan makanan laut musiman yang melimpah.

Sistem pemesanan melibatkan pemindaian kode QR di tempat duduk Anda dengan smartphone untuk melakukan pemesanan, dan pembayaran juga dilakukan secara non-tunai melalui smartphone.
Kali ini, ‘Paket Nasi Paha Ayam Panggang Arang’ dari ‘Charcoal-grilled Yakitori Torigorou’ dipesan.

Yodobashi Station One

“Yodobashi Station One” bukanlah situs budaya bersejarah, melainkan kompleks department store dan elektronik modern yang besar yang terletak di dekat Stasiun Shinjuku di Tokyo, Jepang. Ini adalah bagian dari jaringan Yodobashi Camera, yang berasal dari tahun 1960 sebagai toko kamera kecil. Lokasi Shinjuku terkenal karena ukurannya yang sangat besar dan banyaknya pilihan barang konsumen, yang mewakili budaya ritel kontemporer Jepang yang menonjol.

Kushikatsu and Wine Agehachi

“Kushikatsu and Wine Agehachi” adalah restoran populer di Osaka, Jepang, yang mengkhususkan diri pada *kushikatsu*—makanan jalanan lokal berupa daging dan sayuran yang ditusuk dan digoreng. Sementara sejarah spesifik dari restoran ini tidak banyak didokumentasikan, restoran ini mewakili evolusi modern dari budaya *kushikatsu* ikonik Osaka, secara unik memadukan hidangan tradisional kasual dengan pilihan anggur yang dikurasi.

Charcoal-grilled Yakitori Torigorou

“Charcoal-grilled Yakitori Torigorou” adalah restoran yakitori terkenal di Tokyo, Jepang, yang dipuji karena keahliannya dalam membakar tusuk ayam di atas arang binchōtan tradisional. Meskipun sejarah pendirian spesifiknya tidak banyak didokumentasikan, restoran ini mencontohkan evolusi yakitori pasca-perang dari makanan jalanan kasual menjadi bentuk seni kuliner yang halus di restoran khusus. Restoran ini terkenal karena tekniknya yang presisi dan bahan-bahan berkualitas tinggi, menawarkan cita rasa khas dari tradisi makan Jepang yang berakar kuat ini.

Cured Ham, Raw Oysters, and Draft Beer BAKKANO

BAKKANO adalah bar berdiri dan izakaya populer yang terletak di distrik pasar Ameyoko yang ramai di Tokyo, Jepang. Tempat ini terkenal karena paduan sederhana dan berkualitas tinggi dari **ham yang diawetkan (prosciutto), tiram mentah, dan bir draft**, menawarkan pengalaman bersantap yang unik dan meriah. Sementara tempat itu sendiri adalah tempat modern, lokasinya di area pasar gelap bersejarah pasca-perang di Ueno menghubungkannya dengan budaya makanan jalanan Tokyo yang dinamis dan terus berkembang.

Seafood Standing Bar Shirasukujira

“Seafood Standing Bar Shirasukujira” adalah bar sushi dan makanan laut bergaya berdiri populer yang terletak di area Pasar Luar Tsukiji di Tokyo, Jepang. Tempat ini dikenal menyajikan seafood yang sangat segar dan terjangkau—sering kali bersumber dari bekas Pasar Grosir Tsukiji di dekatnya—dalam suasana kasual dan ramai yang khas dari kios makanan pasar tersebut. Meskipun bar itu sendiri adalah tempat modern yang melayani wisatawan dan penduduk lokal, sejarah dan identitasnya sangat terhubung dengan budaya Pasar Tsukiji yang telah berusia puluhan tahun, yang merupakan pasar ikan terbesar di dunia hingga relokasinya pada tahun 2018.