Proyek pembangunan tanggul Sungai Dalu-Dalu di Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam dari publik. Proyek senilai Rp11,6 miliar itu diduga tidak memenuhi standar, karena mulai retak bahkan ambrol saat banjir hanya beberapa bulan setelah selesai dibangun.
Pantauan di lokasi menunjukkan, tanggul sungai yang dibangun dengan metode pengecoran beton itu tampak retak dan patah akibat tekanan air saat debit sungai meningkat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga karena berpotensi memicu banjir dan mengancam permukiman di sekitarnya.
Seorang tokoh masyarakat Kabupaten Batu Bara menduga kerusakan tanggul disebabkan oleh kualitas konstruksi yang lemah dan kurangnya pengawasan selama pelaksanaan proyek. Mereka berargumen, struktur yang seharusnya melindungi warga justru tidak mampu bertahan bahkan dalam waktu singkat.
“Ini diduga karena konstruksi bangunan yang lemah dan pengawasan yang kurang optimal. Struktur yang baru selesai dibangun sudah rusak diterpa banjir,” ujar mereka.
Tokoh tersebut mendesak mitra pelaksana proyek untuk bertanggung jawab penuh dengan segera memperbaiki tanggul yang ambrol. Mereka menekankan, perbaikan harus dilakukan secara serius dan sesuai spesifikasi teknis agar fungsi tanggul sebagai pengendali banjir berjalan optimal.
“Mitra harus segera memperbaiki tanggul ini agar tidak berdampak buruk bagi warga, terlebih jika banjir besar terjadi lagi,” tegas mereka.
Lebih lanjut, tokoh itu juga meminta aparat penegak hukum turun tangan dan menyelidiki proyek tersebut. Mereka berharap penegak hukum menelusuri apakah pembangunan tanggul Sungai Dalu-Dalu dilakukan sesuai rencana anggaran biaya dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Penegak hukum perlu menyelidiki proyek dinding penahan Sungai Dalu-Dalu ini, untuk memperjelas apakah pengerjaannya sesuai aturan atau ada indikasi penyimpangan,” tutup mereka.
Ambrolnya proyek tanggul sungai di Batu Bara ini diharapkan mendapat perhatian serius dari semua pihak, mengingat proyek tersebut dibiayai oleh anggaran negara dan menyangkut keselamatan serta kenyamanan publik.
Tanggul Sungai Dalu-Dalu
Tanggul Sungai Dalu-Dalu adalah proyek infrastruktur dan pengendali banjir modern yang terletak di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Indonesia. Dibangun untuk melindungi komunitas sekitar dan lahan pertanian dari banjir musiman Sungai Dalu-Dalu, sebuah anak sungai dari Sungai Rokan. Meski bukan situs bersejarah, pembangunannya mencerminkan upaya berkelanjutan daerah dalam mengelola sumber daya air dan mengurangi risiko bencana alam di Sumatra.
Desa Sukaraja
Desa Sukaraja adalah sebuah desa tradisional Sunda yang terletak di Jawa Barat, Indonesia, dikenal karena mempertahankan adat istiadat dan arsitektur aslinya. Secara historis, desa ini berfungsi sebagai benteng budaya, menjaga praktik seperti festival panen Seren Taun dan konstruksi rumah tradisional dari kayu dan bambu secara turun-temurun. Saat ini, berfungsi baik sebagai komunitas hidup maupun situs wisata budaya, yang memberikan gambaran tentang cara hidup masyarakat Sunda.
Kecamatan Air Putih
Kecamatan Air Putih adalah sebuah kecamatan pesisir yang terletak di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, secara historis dikenal karena aktivitas pertambangan batu baranya yang signifikan. Namanya, yang diterjemahkan sebagai “Air Putih”, diyakini merujuk pada air sungai jernih di daerah tersebut. Saat ini, berfungsi sebagai kawasan permukiman dan komersial penting di dalam kota.
Kabupaten Batu Bara
Kabupaten Batu Bara adalah sebuah kabupaten yang terletak di pesisir timur laut Sumatra, Indonesia, dibentuk pada tahun 2007 setelah dimekarkan dari Kabupaten Asahan. Secara historis, namanya berasal dari kata dalam bahasa Melayu untuk “batu” dan “bara”, merujuk pada signifikansi daerah ini di masa lalu dalam penambangan batu bara, terutama selama era kolonial Belanda. Saat ini, dikenal karena pelabuhan industrinya, seperti Kuala Tanjung, dan peran ekonominya yang berkembang di samping warisan budaya Melayu pesisirnya.
Sumatera Utara
Sumatera Utara adalah sebuah provinsi Indonesia di pulau Sumatra, paling terkenal sebagai rumah bagi Danau Toba yang sangat luas—danau vulkanik terbesar di dunia, terbentuk oleh letusan super sekitar 74.000 tahun yang lalu. Wilayah ini adalah pusat budaya bagi masyarakat Batak, yang tradisi khas, arsitektur (terutama rumah adat berbentuk perahu), dan musiknya menjadi identitas utamanya. Secara historis, wilayah ini juga mengandung kerajaan-kerajaan penting seperti Sriwijaya dan kemudian Kesultanan Deli, yang berpusat di kota modern yang ramai, Medan.