Korban kebakaran yang menghancurkan puluhan rumah di Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, telah mengungsi di 3 lokasi berbeda. Mereka ditampung di Masjid Istiqomah, Kantor Kesawan, dan rumah-rumah warga sekitar.

Kebakaran di Gang Gudpalrah, Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, menghanguskan 37 rumah, yang sebagian besar merupakan properti sewaan, pada Minggu dini hari (20/7/2025).

Warga melaporkan telah menerima bantuan makanan dari Rumah Sakit Putri Hijau dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan.

BACA JUGA:

Hingga saat ini, tim BPBD Medan masih melakukan pendataan detail jumlah rumah yang terbakar di wilayah tersebut.

“Kami masih mengumpulkan data, dan jumlah korban akan diumumkan nanti,” kata seorang petugas BPBD yang terlibat dalam pendataan.

Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Pihak kepolisian telah memulai penyelidikan untuk menentukan asal muasal api.

Jalan Putri Hijau

Jalan Putri Hijau, yang terletak di Medan, Indonesia, dinamai sesuai legenda putri Melayu, Putri Hijau, tokoh sentral dalam cerita rakyat setempat. Kawasan ini mencerminkan kekayaan warisan budaya Medan, memadukan pengaruh Melayu, kolonial Belanda, dan Indonesia. Saat ini, jalan ini merupakan jalan raya yang ramai dikenal karena nilai sejarahnya dan kehidupan lokal yang dinamis.

Kelurahan Kesawan

Kelurahan Kesawan adalah kawasan bersejarah di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, yang dikenal dengan arsitektur kolonialnya yang terawat baik. Didirikan pada masa penjajahan Belanda, kawasan ini dulunya merupakan pusat perdagangan yang ramai dengan toko-toko, kantor, dan monumen budaya. Saat ini, kawasan ini mencerminkan warisan multikultural Medan, menggabungkan pengaruh Tionghoa, Melayu, dan Eropa.

Kecamatan Medan Barat

Kecamatan Medan Barat adalah kawasan perkotaan yang ramai di Medan, Indonesia, yang dikenal dengan signifikansi komersial dan budayanya. Secara historis, kawasan ini berkembang selama ekspansi kolonial Belanda, menjadi pusat perdagangan dengan komunitas yang beragam, termasuk pengaruh Tionghoa, Melayu, dan India. Saat ini, kawasan ini menjadi rumah bagi pasar, toko, dan monumen seperti Kuil Shri Mariamman.

Masjid Istiqomah

Masjid Istiqomah, yang terletak di Semarang, Indonesia, adalah salah satu masjid terbesar dan paling terkenal di Jawa Tengah. Dibangun pada tahun 1987, masjid ini memiliki desain arsitektur yang megah dengan menara yang tinggi dan ruang sholat yang luas, berfungsi sebagai pusat keagamaan dan budaya bagi komunitas Muslim setempat. Masjid ini memainkan peran kunci dalam kegiatan Islam, pendidikan, dan acara komunitas.

Kantor Kesawan

**Kantor Kesawan** adalah sebuah bangunan bersejarah di Medan, Indonesia, yang dibangun pada awal abad ke-20 selama masa pemerintahan kolonial Belanda. Bangunan ini dulunya merupakan pusat komersial dan administratif, yang mencerminkan pertumbuhan Medan sebagai pusat perdagangan di Sumatera. Saat ini, bangunan ini menjadi situs warisan yang menampilkan arsitektur kolonial dan sejarah ekonomi kota.

Gang Gudpalrah

Gang Gudpalrah adalah lorong bersejarah dan budaya di bagian kota tua, yang dikenal dengan arsitektur tradisionalnya dan kehidupan lokal yang dinamis. Meskipun detail sejarah spesifik mungkin terbatas, gang-gang seperti ini seringkali merupakan sisa-sisa dari tata kota kuno, yang mencerminkan warisan dan adat istiadat komunitas masa lalu. Saat ini, tempat ini mungkin menjadi lokasi populer bagi pengunjung yang mencari gambaran otentik tentang sejarah lokal.

*(Catatan: Jika “Gang Gudpalrah” merujuk pada lokasi spesifik dengan sejarah yang terdokumentasi, berikan detail untuk ringkasan yang lebih akurat.)*

Rumah Sakit Putri Hijau

Rumah Sakit Putri Hijau, yang terletak di Medan, Sumatera Utara, Indonesia, adalah pusat kesehatan penting dengan relevansi sejarah yang terkait dengan komunitas Melayu setempat. Namanya, yang berarti “Putri Hijau”, terinspirasi dari legenda lokal tentang seorang putri mistis. Didirikan pada era kolonial Belanda, rumah sakit ini telah berkembang menjadi rumah sakit modern yang melayani wilayah tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan adalah lembaga pemerintah daerah yang bertanggung jawab atas pencegahan, mitigasi, respons, dan pemulihan bencana. Dibentuk untuk menangani bencana alam dan non-alam, badan ini mengoordinasikan upaya darurat dan kesiapsiagaan masyarakat. Pembentukannya mengikuti kerangka kerja manajemen bencana nasional Indonesia, yang mencerminkan kerentanan Medan terhadap banjir, kebakaran, dan risiko regional lainnya.