Seorang wanita berusia 72 tahun ditemukan tewas bersimbah darah setelah dibantai secara brutal saat perampokan pada Sabtu malam.

Korban ditemukan di rumahnya di Jalan Balai Desa, Kecamatan Medan Helvetia, Medan.

Beberapa barang berharga milik korban, termasuk telepon genggam, uang tunai, dan perhiasan, hilang dari rumah tersebut.

Personel Polsek Medan Helvetia dan Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan tiba di tempat kejadian perkara untuk mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani autopsi.

Penyidik sedang melakukan penyelidikan atas dugaan kasus perampokan dan pembunuhan ini.

“Pemeriksaan awal menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kasus ini masih dalam penyelidikan,” ujar seorang petugas.

Terungkap bahwa, menurut anak korban, beberapa barang berharga hilang dari rumah. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi.

“Anggota masih di lokasi untuk menyelidiki kasus ini. Kami berharap ada penyelesaian secepatnya,” tutup pernyataan tersebut.

Rumah Sakit Bhayangkara

Rumah Sakit Bhayangkara adalah institusi medis terkemuka di Indonesia, yang terutama melayani personel kepolisian dan keluarga mereka, serta masyarakat umum. Dioperasikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), rumah sakit ini didirikan untuk memberikan layanan medis kepada anggota penegak hukum dan sejak itu telah memperluas fasilitas kesehatan canggihnya secara nasional. Rumah sakit ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam mengintegrasikan pelayanan publik dan perawatan kesehatan profesional.

Jalan Balai Desa

“Jalan Balai Desa” adalah nama umum untuk jalan di Indonesia, biasanya ditemukan di daerah pedesaan atau semi-perkotaan, yang menuju atau dekat dengan sebuah *balai desa*. Jalan-jalan ini sering kali menjadi pusat pemerintahan lokal, kegiatan masyarakat, dan acara budaya. Nama ini mencerminkan tradisi Indonesia dalam pemerintahan komunal, di mana *balai desa* berfungsi sebagai pusat administrasi dan tempat pertemuan untuk rapat dan upacara.

Kecamatan Medan Helvetia

Medan Helvetia adalah sebuah kecamatan di Medan, Indonesia, yang dikenal karena hubungan historisnya dengan perkebunan kolonial Belanda, terutama karet dan tembakau, pada abad ke-19 dan ke-20. Nama “Helvetia” mencerminkan pengaruh Swiss, karena pengusaha Swiss termasuk di antara pengembang awal perkebunan tersebut. Saat ini, kawasan ini merupakan daerah perkotaan yang ramai, memadukan warisan kolonial dengan pembangunan modern.

Polsek Medan Helvetia

Polsek Medan Helvetia adalah fasilitas kepolisian yang terletak di Kecamatan Helvetia, Medan, Sumatra Utara, Indonesia. Meskipun detail historis terbatas tentang kantor polisi ini, tempat ini berfungsi sebagai pusat keamanan utama di wilayah tersebut, mencerminkan perkembangan perkotaan Medan dan kebutuhan akan infrastruktur keamanan publik di lingkungan yang terus berkembang. Polsek ini beroperasi di bawah kerangka Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), menjaga ketertiban di bagian kota yang beragam dan aktif.

Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan adalah divisi yang bertugas menyelidiki kasus-kasus kriminal di ibu kota Sumatra Utara, Indonesia. Divisi ini memainkan peran kunci dalam keamanan publik, menangani kejahatan seperti perampokan, penipuan, dan penganiayaan. Meskipun hanya ada sedikit detail tentang pendiriannya, unit ini beroperasi di bawah kerangka Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang akarnya dapat ditelusuri kembali ke sistem kolonial dan pasca-kemerdekaan.