Jakarta –
Pemerintah Provinsi DKI menyarankan perusahaan yang kantornya dekat lokasi demonstrasi untuk menerapkan sistem kerja dari rumah (work from home/WFH). Meski ada imbauan WFH, banyak pekerja tetap berangkat ke kantor seperti biasa.
Salah satunya adalah Putri (31), yang tetap pergi ke kantornya di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Putri mengatakan ia berangkat dari Bekasi naik LRT seperti biasa.
“Saya belum dapat instruksi (WFH) dari kantor,” kata Putri saat ditemui di Stasiun Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Putri mengatakan transportasi umum lebih sepi hari ini. Ia menyebut suasana di dalam stasiun dan kereta lebih lengang dibandingkan hari kerja biasa.
“Di dalam stasiun biasanya ramai sekali sampai susah lewat. Tadi kosong banget, ini lebih dari 50% berkurang dari hari normal,” ujar Putri.
Tonton juga video “Antisipasi Demo, Disnaker DKI Imbau Perusahaan Terapkan WFH” di sini:
Warga lain, Andika (23), juga melaporkan masih bekerja di kantor seperti biasa. Andika mengatakan kantornya yang berlokasi di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, tidak menerapkan WFH.
“Tidak ada imbauan (WFH) dari kantor, disuruh masuk, tetap full di kantor,” kata Andika.
Andika mengatakan situasi MRT hari ini lebih sepi dari biasanya. Ia mengaku tidak perlu berdesak-desakan naik kereta seperti di hari kerja biasa.
“Cukup sepi, biasanya ramai di pagi hari, tadi lapang,” ujarnya.
Andika mendukung penyampaian aspirasi yang dilakukan berbagai kelompok pekan lalu. Namun, ia menyesalkan kerusakan fasilitas umum selama kerusuhan.
“Kalau mau aksi di DPR jangan merusak fasilitas umum, karena kita kan masyarakat biasa yang pakai fasilitas umum. Karena pejabat kan tidak pakai fasilitas umum. Saya tetap full dukung aspirasi rakyat, tapi kalau sampai merusak fasilitas umum, tidak,” tegasnya.