Jakarta

Program pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) khusus untuk anak sekolah resmi dimulai hari ini. Ini merupakan kelanjutan dari program CKG umum yang pertama kali diluncurkan pada Februari 2025.

Kementerian Kesehatan berharap CKG khusus sekolah ini dapat mempercepat jumlah penerima manfaat yang mendapat pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan mencakup kesehatan mata, gigi, dan telinga, berat badan, tekanan darah, tinggi badan, serta skrining tuberkulosis (TBC).

Jika gejala TBC terdeteksi selama skrining, siswa akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di puskesmas.

Pengamatan di SD Prestasi Global Depok menunjukkan para siswa antusias mengikuti CKG. Ada yang awalnya gugup, namun setelah pemeriksaan, semua tampak menikmatinya.

Salah satu prosedur yang termasuk dalam CKG sekolah adalah imunisasi campak, rubella, dan HPV (human papillomavirus) untuk pencegahan kanker serviks (khusus untuk siswi kelas 5) jika belum mendapatkannya. Afian (6), siswa kelas 1, mengaku tidak takut dengan imunisasi campak dan rubella meski menggunakan suntikan.

“Nggak sakit, biasa aja. Aku kan sering olahraga,” katanya.

Selain imunisasi, tes lain yang dilakukan dalam CKG sekolah adalah penilaian kebugaran. Dalam tes ini, anak-anak diminta joging mengelilingi lapangan sebanyak 14 kali dengan total jarak 1.000 meter.

Waktu lari dicatat oleh guru olahraga, dan siswa yang tidak sanggup menyelesaikan tes tidak dipaksa.

“Cukup capek sih. Aku nggak latihan khusus buat tes ini, tapi pernah jalan kaki 12 km,” ujar Reyhan (9), siswa kelas 4.

“Kaki pegel banget. Aku suka olahraga—udah lari-lari sejak kelas 2. Aku juga main basket seminggu sekali di klub,” tambahnya.

Wakil Menteri Kesehatan menyatakan target pemerintah untuk program CKG sekolah adalah 53 juta peserta. Dia menambahkan, pemeriksaan ini sedikit berbeda dengan CKG umum untuk memastikan diagnosis yang lebih efektif dan tepat. Masalah kesehatan bisa bervariasi di tiap kelompok usia.

“Agar lebih efektif dan mempertajam diagnosis, pemeriksaannya tidak sama. Tiap kelompok usia punya kebutuhan berbeda,” ujarnya saat kunjungan ke Depok, Jawa Barat.

“Melakukan pemeriksaan di sekolah juga lebih mudah. Membawa siswa ke puskesmas akan lebih sulit koordinasinya. Lebih baik tenaga kesehatan yang datang ke sekolah,” lanjutnya.

Soal imunisasi HPV, Wamenkes menekankan pencegahan kanker serviks harus dimulai sedini mungkin. Dia mencatat kanker serviks adalah penyebab kematian akibat kanker nomor dua pada perempuan di Indonesia.

“Imunisasi HPV adalah cara mencegah kanker serviks yang biasanya terjadi setelah menikah. Dengan pemberian vaksin HPV, kanker serviks bisa dicegah. Ini harus dilakukan sedini mungkin,” tegasnya.

Depok

Depok adalah kota di Jawa Barat, Indonesia, yang awalnya dikembangkan pada abad ke-17 sebagai tanah partikelir oleh Cornelis Chastelein, seorang pejabat kolonial Belanda. Kota ini kemudian menjadi pusat pendidikan dan agama Kristen di wilayah tersebut. Kini, Depok adalah kawasan suburban ramai dekat Jakarta, dikenal dengan universitas-universitasnya, keberagaman budaya, dan landmark bersejarah seperti Gereja Depok Lama.

Jawa Barat

Jawa Barat, sebuah provinsi di Indonesia, terkenal dengan warisan budaya yang kaya dan lanskap alam yang menakjubkan, termasuk gunung berapi, perkebunan teh, dan pantai. Secara historis, wilayah ini adalah bagian dari Kerajaan Sunda dan kemudian Kesultanan Banten, memainkan peran penting dalam perjuangan kolonial dan kemerdekaan Indonesia. Kini, Jawa Barat dihuni oleh beragam kelompok etnis, terutama Sunda, dengan tradisi yang hidup seperti musik angklung dan tari tradisional.

Jakarta

Jakarta, ibu kota Indonesia, adalah metropolis ramai dengan sejarah panjang sejak abad ke-4 sebagai pelabuhan Hindu-Buddha Sunda Kelapa. Kota ini kemudian menjadi pusat perdagangan utama di bawah pemerintahan kolonial Belanda pada abad ke-17, dikenal sebagai Batavia, sebelum mendapat nama sekarang setelah kemerdekaan Indonesia pada 1945. Kini, Jakarta adalah pusat budaya dan ekonomi yang dinamis, memadukan pencakar langit modern dengan landmark bersejarah seperti Kota Tua dan Monumen Nasional (Monas).

SD Prestasi Global

SD Prestasi Global adalah institusi pendidikan swasta di Indonesia, dikenal karena menyediakan pendidikan dasar berkualitas dengan fokus pada pengembangan holistik. Meski detail sejarah spesifiknya terbatas, sekolah ini menekankan metode pengajaran modern, pembangunan karakter, dan keunggulan akademik untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Sekolah ini adalah bagian dari jaringan sekolah swasta Indonesia yang berkembang, yang bertujuan memadukan standar kurikulum nasional dengan praktik pendidikan global.