Jakarta –
Pemerintah Kota Depok mengalokasikan anggaran sebesar Rp70 miliar untuk pelebaran Jalan Enggram di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Ini merupakan upaya mengatasi kemacetan lalu lintas yang sering terjadi di Jalan Utama Sawangan.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menyatakan anggaran Rp70 miliar tersebut terbagi dalam dua tahap: Rp40 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp30 miliar untuk pengerjaan jalan.
“Pembebasan lahannya direncanakan tahun ini, sedangkan pengerjaan fisiknya akan dimulai tahun depan,” kata Supian di situs resmi Pemerintah Kota Depok.
Tinjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan perangkat daerah dan dukungan masyarakat terhadap proyek strategis ini.
“Kami ingin memastikan semua pihak siap mendukung penyelesaian masalah kemacetan di Jalan Utama Sawangan secepat mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Kota Depok, Citra Indah Yulianty, menjelaskan Jalan Enggram akan dilebarkan menjadi 10 meter dengan panjang total 800 meter.
“Saat ini lebarnya hanya sekitar tiga meter, jadi akan ditambah sekitar tujuh meter,” kata Citra.
Citra menyebut kontur di lokasi cukup menantang sehingga memerlukan pembuatan dinding penahan tanah di titik-titik tertentu.
“Ketinggiannya bervariasi antara lima sampai sepuluh meter dengan kondisi yang relatif curam. Oleh karena itu, selain pelebaran jalan, akan dilakukan juga pembangunan dinding penahan tanah,” tambahnya.
Jalan Enggram
Jalan Enggram tampaknya bukan merupakan situs sejarah atau budaya yang dikenal luas, dan informasi publik mengenai signifikansinya terbatas. Jika lokasi ini bersifat lokal atau kurang dikenal, mungkin memiliki kepentingan khusus bagi komunitas setempat, namun diperlukan detail lebih lanjut tentang sejarah atau relevansi budayanya untuk ringkasan yang lebih akurat. Dapatkah Anda memberikan konteks tambahan atau memperjelas lokasinya?
Jalan Utama Sawangan
Jalan Utama Sawangan adalah jalan utama di Sawangan, sebuah kecamatan di Depok, Jawa Barat, Indonesia. Secara historis, kawasan ini merupakan bagian dari wilayah pedesaan yang telah mengalami urbanisasi cepat dalam beberapa dekade terakhir, dengan jalan ini berfungsi sebagai rute penting untuk transportasi dan perdagangan lokal. Saat ini, jalan ini merefleksikan perpaduan kehidupan komunitas tradisional dan pembangunan modern di wilayah Jabodetabek.
Pemerintah Kota Depok
Pemerintah Kota Depok mengawasi administrasi Kota Depok, sebuah kota di Jawa Barat, Indonesia, yang memperoleh status kota resminya pada tahun 1999 setelah sebelumnya menjadi bagian dari Kabupaten Bogor. Dikenal dengan urbanisasi cepat dan lembaga pendidikannya, pemerintah Depok mengelola layanan publik, infrastruktur, dan pelestarian budaya di wilayah yang secara historis dipengaruhi oleh kolonialisme Belanda dan tradisi lokal Sunda. Nama kota ini berasal dari “De Eerste Protestantse Organisatie van Christenen” (DEPOK), yang mencerminkan asal-usulnya sebagai permukiman Protestan Belanda pada awal abad ke-18.
Dinas PUPR Kota Depok
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Kota Depok adalah instansi pemerintah yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur, pekerjaan umum, dan pengelolaan perumahan di Depok, Indonesia. Dinas ini mengawasi perencanaan kota, pemeliharaan jalan, penyediaan air, dan program perumahan terjangkau untuk mendukung pertumbuhan kota. Didirikan sebagai bagian dari reformasi tata kelola daerah, dinas ini memainkan peran kunci dalam meningkatkan infrastruktur dan kualitas hidup bagi warga Depok.