CIKARANG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komunitas Aktivis Muda Indonesia (PD KAMI) Kabupaten Bekasi mengkritik sejumlah anggota dewan legislatif daerah (DPRD) karena dinilai kurang memiliki kemampuan komunikasi dan tidak menyumbangkan ide-ide berarti melalui produk legislatif.
“Setelah memantau selama beberapa bulan, sangat disayangkan banyak anggota dewan yang masih belum kompeten. Oleh karena itu, kami mendesak para pimpinan partai politik di Kabupaten Bekasi untuk segera mengevaluasi wakil-wakilnya di DPRD,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa evaluasi ini sangat penting untuk memastikan para wakil partai di DPRD Bekasi bekerja demi kepentingan publik, bukan untuk kepentingan pribadi.
“Jika anggota DPRD terus mengejar kepentingan pribadi, akan terjadi kekacauan. Misalnya, dalam rapat komisi atau pembahasan anggaran, jika tidak selaras dengan rakyat atau salah dalam berkomunikasi, semuanya akan berantakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa para legislator tidak seharusnya hanya pandai bicara saat kampanye pemilu lalu diam atau menjadi pasif begitu duduk di DPRD, sehingga terkesan hanya ingin menikmati hak istimewa jabatan.
“Sepertinya mereka hanya ingin merasakan menjadi anggota DPRD: ‘Ah, begini rasanya jadi dewan. Ah, ini dia keistimewaan seorang legislator’. Lebih parah lagi, mereka hanya berani pamer di media sosial pribadi,” tuturnya.